Top

01 Agustus 2018

Roma 6:11 (TB) Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
Semakin saya merenungkan ayat ini, maka saya mulai mendapati beberapa wujud pengaplikasian dari ayat tersebut dalam hidup sehari – hari bagi kebanyakan kita:

1. Dahulu kita adalah orang yang individualistis, namun yang dahulu itu sudah mati!

Sekarang kita adalah ciptaan baru yang hidup untuk meleburkan diri dalam agenda korporat gereja lokal, berpikir secara korporat dan melangkah secara korporat. Dahulu tiap kali kita mendengar firman menjadi orang terpandang, disegani, dan berpengaruh, kita selalu mengkaitkannya dengan kesuksesan individual. Tapi sekarang sebagai ciptaan baru, kita mengkaitkannya dan memahami hal itu sebagai satu tubuh/korporat/keluarga rohani yang diangkat Tuhan naik secara bersama sebagai satu institusi yang terpandang, disegani, dan berpengaruh.
Ayat di atas sesungguhnya sedang mengajar kita, saat kita dipersatukan dalam kematianNya, maka hal pertama yang harus mati adalah ‘diri sendiri/ego/’aku’/kehidupan individualistis. Jadi, wujud aplikatif dari ayat tersebut adalah: meninggalkan kehidupan individual, lalu memasuki kehidupan korporat! Dan tidak akan pernah kembali ke kehidupan individual, sebab kita sudah mati terhadap kehidupan individual! Namun hidup bagi kehidupan korporat/gereja Tuhan/tubuh Kristus.

2. Dahulu kita adalah orang yang menghabiskan waktu hanya untuk mencari uang.

Dan setelah mendapat uang, kita mencari uang lagi agar lebih banyak mendapat uang. Bahkan kita rela meninggalkan ibadah demi menambah pundi – pundi uang kita. Tapi itu dahulu. Sekarang keberadaan kita sebagai ciptaan baru menggunakan waktu yang ada hanya untuk mencari wajah Tuhan dan bersekutu dengan firmanNya! Bahkan kita rela sampai tengah malam dan sampai subuh hanya untuk mendesak masuk dalam realitaNya sampai mengalami jamahan Tuhan. Jika dahulu kita tidak mengenal lelah dalam mengerjar uang, sekarang kita juga minimal sama, juga tidak lelah dalam mengejar Tuhan. Bahkan bisa lebih penuh semangat dari yang dahulu.

3. Dahulu kita rela melakukan banyak hal yang tidak berguna, bahkan kecanduan hal – hal yang membuat kita jauh dari persekutuan yang hidup dengan Tuhan.

Misalkan kecanduan games, menghabiskan banyak waktu hanya melihat – lihat media sosial, berlama – lama nonton TV, dan berbagai hal lainnya. Setelah kita alami kelahiran baru, maka sudah seharusnya kita menjadi kecanduan firman Tuhan. Kita rela berjam – jam menggali kebenaran firman Tuhan bahkan sampai lupa waktu seperti halnya dahulu yang lupa waktu saat nonton tv atau main games. Sebab jika dahulu kita punya banyak waktu untuk melakukan hal – hal tidak berguna, setelah menjadi ciptaan baru kita juga punya waktu untuk membaca firman, merenungkan, memperkatakan, dan mencatat setiap prinsip kebenaran yang Tuhan bukakan.

Saya yakin, semakin ayat firman Roma 6:11 kita pakai untuk membangun logika berpikir dan mempengaruhi diri kita, maka hidup kita akan semakin merepresentasikan orang yang mati dari cinta diri sendiri, uang, dan dunia. Namun disaat yang sama kita merepresentasikan orang yang cinta Tuhan, cinta kebenaran, dan cinta kehendakNya!! Dengan demikian hidup kita sehari – hari dikenal sebagai orang yang mati – matian, gila – gilaan, dan habis – habisan bagi Tuhan dan kehendakNya!! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus