Top

01 Februari 2019

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin…

2. Untuk mengalami pembaharuan akal budi dan semakin mengenali apa yang memperkenan hati Tuhan, kita perlu mengkondisikan diri untuk terus ada di bawah pengaruh ilahi.

Atmosfer yang ada di dunia ini selalu mengkondisikan kita untuk menjadi semakin duniawi. Tetapi sebagai manusia roh, kita memiliki kuasa untuk mengubah atmosfer kehidupan kita dengan berkata-kata, mengusir dimensi rohani yang duniawi dan mengundang dimensi rohani yang ilahi yang berasal dari Sorga!

Saya mau pastikan saya secara aktif terus mensortir setiap input yang masuk ke dalam hidup saya, melalui apa yang saya lihat, dengar dan rasakan. Saya mau aktif mempergunakan mulut saya dalam mengontrol berbagai aktivitas rohani yang boleh ada di hidup saya, memastikan dimensi rohani yang dari Sorgalah yang terus mempengaruhi diri saya, membuat saya berasosiasi hanya dengan Firman! Karena saya percaya ketika saya konsisten terus berinteraksi dengan dimensi rohani yang dari Sorga, selain saya mengadopsi nature dari dimensi rohani tersebut, saya juga sedang memposisikan diri saya untuk menjadi portal penghubung untuk dimensi rohani Sorga termanifestasi di alam lahiriah ini, karena itulah yang Tuhan kehendaki atas GerejaNya, yaitu menjadi kemah Allah (Why 21).

3. Menyadari bahwa memang kita sedang menjalani suatu perjalanan hidup yang berbeda dengan dunia ini, kita berasal dari kebenaran!

Saya percaya, ketika saya dilahirkan baru, saya berasal dari kebenaran, artinya melakukan kebenaran adalah hal yang memang secara natural saya sukai bahkan tanpa perlu ‘effort’ untuk menyukainya, ‘because it runs in the blood!’

Kita perlu terus membangun kesadaran bahwa memang kita berasal dari kebenaran, sehingga kita tidak akan goyah ataupun cemburu dengan jalan hidup orang-orang fasik. Orang fasik akan selalu memiliki pemikiran “Marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati!” (Yes 22:12-13, 1 Kor 15:32, ).

Tetapi tidak dengan kita, kita adalah pribadi yang mencintai Tuhan dan memutuskan untuk hanya berjalan dalam kebenaran, secara aktif terus memilih Dia dan mengupayakan untuk hidup dalam kebenaran! (Maz 26:11 TPT, Maz 73:28 FAYH) Sebagai orang-orang benar, adalah porsi kita untuk terus menyelaraskan diri dengan kebenaran, terus aktif membongkar setiap pola dunia yang masih ada dalam hidup kita, dan bertekun membangun pola ilahi.

Alasan mengapa kita aktif bertekun membangun hidup kita adalah karena kita sudah mati bagi dosa, dan kita menerima hidup yang kekal! (1 Yoh 5:11, Roma 6:23, Titus 3:7). Kehidupan kekal Tuhan berikan kepada kita yang bertekun dalam melakukan kehendakNya! (Roma 2:7). Itu sebabnya saya percaya, setiap kali saya menyelaraskan hidup saya dengan kebenaran Firman, hal itu menjadi sangat ‘worth it‘, karena hal tersebut akan menjadi bagian hidup saya sampai kekekalan! Kita telah ditetapkan untuk bertumbuh tanpa batas, dari kemuliaan kepada kemuliaan! Sementara jalan hidup orang fasik adalah licin dan menuju kebinasaan (Maz 73:18, Maz 1:6).

Saya mau pastikan saya hidup dengan menghayati keberadaan saya sebagai pribadi yang berasal dari kebenaran! Sehingga saya menjadi pribadi yang tegas, aktif serta berani untuk selalu melakukan apa yang benar #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus