Top

01 Juli 2019

Ketekunan dan ketaatan seseorang dalam melakukan Firman diibaratkan seperti membangun rumah di atas batu yang kokoh. Bila banjir datang melanda, rumah itu tidak tergoyahkan, karena telah dibangun dengan teguh (Luk 6:47-48 FAYH).

 

Roh Kudus membawa saya menyadari bahwa dengan bertekun terus merenungkan Firman dan melakukannya, sesungguhnya saya sedang terus memposisikan diri untuk hidup di KerajaanNya yang tidak tergoncangkan. Langit dan bumi akan berlalu, hanya FirmanNya yang kokoh dan akan tinggal tetap (Mat 24:35).

 

Secara spesifik, salah satu manfaat yang akan kita nikmati adalah emosi kita akan menjadi sangat stabil, karena memang di dalam Tuhan tidak ada kegoncangan!

 

Roh Kudus mengingatkan saya dengan kisah di Matius 8:23-27, saat itu Yesus dan murid-muridnya sedang ada di dalam perahu di tengah laut, dan kemudian badai mengamuk. Yang dahsyat dari kisah ini adalah, ketika badai yang hebat itu membuat murid-murid Yesus panik ketakutan, tetapi badai yang besar itu bahkan tidak sanggup membangunkan Yesus! Yang membuat Yesus bangun dari tidurnya bukanlah badai tersebut, Ia bangun dan menghardik badai tersebut karena murid-muridNya yang membangunkan Dia.

 

Mengapa Yesus tidak terbangun ketika ada badai yang mengamuk? Karena Yesus adalah pribadi yang tidak tergoncangkan! Dia lebih besar daripada badai tersebut. Itu sebabnya Ia tidak terpengaruh dengan badai yang hebat itu! Ia tahu bahwa Dia memiliki otoritas dari Sang Bapa atas alam semesta. HE IS SO MUCH MORE GREATER THAN THE STORM!

 

Selama saya bisa memastikan bahwa saya ada bersama dengan Tuhan, saya tahu saya tidak perlu takut tentang apapun juga! Saya mau pastikan saya hidup sebagai orang benar, sebagai orang yang hidup oleh iman. Iman yang kokoh dan tidak tergoncangkan tidak ditentukan oleh keberadaan kita secara manusiawi, namun dilandaskan oleh keberadaan Tuhan yang BERKUASA atas kita.

 

Dengan mengetahui bahwa Dia Allah yang SANGGUP dan Dia MENGASIHI kita, saya percaya, kita akan menikmati kedaulatan kuasaNya menjagai kita dan damai sejahteraNya senantiasa melingkupi hidup kita. Roh Kudus juga mengingatkan saya dengan kisah Yesus yg dicobai oleh Iblis di padang gurun.

 

Mengapa Yesus dapat dengan mudahnya berkemenangan melawan Iblis di padang gurun dengan Firman? Padahal Dia dalam kondisi sangat lapar (Luk 4:2). Biasanya orang yang dalam kondisi lelah dan lapar akan dengan mudah memunculkan emosi negatif. Tetapi Yesus tidak seperti itu. Dari hal ini saja, saya jadi menyadari bahwa ternyata kelelahan memang seharusnya tidak mempengaruhi emosi seseorang. Kalau orang lelah dan lapar jadi bad mood, itu adalah tipu daya Iblis!

 

Yang menarik dari apa yang Yesus alami adalah, Iblis mencobai Yesus dengan menggunakan ayat Firman! Iblis tahu bahwa Yesus adalah Pribadi yang hidup dari Firman, sehingga tidak mungkin Yesus menyangkali Firman. Usaha Iblis untuk mencobai Yesus bukanlah usaha untuk membuat Yesus meragukan Firman, namun usaha untuk membuat Yesus keluar dari ketaatan terhadap kehendak dan rencana Bapa.

 

Setiap pencobaan yang Iblis lakukan terhadap Yesus, sesungguhnya adalah untuk membuat Yesus menjadi inisiator di muka bumi ini. Tetapi dengan mudah, bahkan secara refleks, Yesus langsung mengkonfrontasi setiap instruksi Iblis yang menggunakan ayat Firman dengan Firman! Yesus tetap menjalani hidupnya di dunia ini sebagai eksekutor dari kehendak Bapa. Kuasa dan otoritas yang ada dalam diriNya tidak Ia salah-gunakan untuk kepentinganNya sendiri. Ia tetap bergerak berdasarkan kehendak Bapa.

 

Dari perenungan Firman ini saya belajar, bahwa saya perlu terus memperlengkapi diri saya dengan Firman. Semakin banyak Firman yang saya renungkan dan saya lakukan sampai menyatu dengan diri saya, saya akan menjadi pribadi yang tidak tergoncangkan dalam segala aspek! Karena ketika musuh berkata-kata, Firman yang telah menyatu dengan diri kita akan secara refleks muncul, menangkisnya dan menghancurkannya!

 

Itu sebabnya, saya mau memastikan dasar keyakinan dan konsep berpikir saya terbangun hanya oleh Firman, dalam segala aspek! Sehingga di aspek manapun Iblis mau menyerang, ada Firman yang akan menghancurkan pekerjaan musuh tersebut.

 

Bahkan ketika Iblis berkata-kata 1 kalimat, kita yang terus membangun diri dengan Firman dan terus bertekun menambah perbendaharaan Firman dalam hidup kita, tidak hanya memiliki satu Firman saja yang mengkonfrontasi setiap perkataan musuh, namun ada banyak Firman yang muncul, mengkonfrontasi, dan ‘mengeroyok’ pekerjaan musuh tersebut.

 

Saya rindu menjadi eksekutor kehendak Bapa yang tidak dapat digoncangkan atau di-distract oleh musuh. Saya semakin bersemangat untuk membangun diri saya di atas Firman, saya beri diri saya untuk terus berlatih dan dilatih oleh Roh Kudus untuk hidup hanya dari Firman, agar saya dapat menjadi pribadi yang fokus, efektif, dan produktif dalam melakukan kehendakNya di bumi ini!

 

Terjadilah di dalam nama Yesus, Amin! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus