Top

01 Juni 2019

Mazmur 33:20-22 (TB)
Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! Ya, karena Dia hati kita BERSUKACITA, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita PERCAYA. Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

 

Dari perenungan ini saya belajar, sudah saatnya hidup saya terus dibangun di atas dasar iman/percaya, bukan yang lain! Semakin saya memegang firmanNya lebih dari apapun juga, maka sukacita dalam batin saya akan terus meluap.

 

Selama ini “iblis selalu menipu”. Ia selalu membuat kita “terjebak” dalam situasi dan kondisi negatif yang ada. Kita dikondisikan meragukan kasih setia Tuhan dan firmanNya. Padahal seburuk apapun kondisinya, Tuhan tetap berdaulat, mengontrol dan mengendalikan hidup kita.

 

Keyakinan terhadap Tuhan dan FirmanNyalah yang harus kita bangun senantiasa. Semakin kita bersukutu denganNya, seharusnya semakin membuat kita percaya. Dengan demikian kehidupan kita akan senantiasa memperkenan hatiNya.

 

Habakuk 2:4 Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.

 

Roma 1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

 

1 Yohanes 5:4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

 

Saya percaya dan merasa, kebenaran yang tersingkap ini (sukacita karena percaya) memukul tipu daya iblis di dalam roh. Ini saatnya untuk saya terus hidup hanya dari firmanNya dan percaya penuh terhadap Dia sebagai Allah yang berdaulat dan setia. Ia sesungguhnya tidak pernah meninggalkan kita dan rencanaNya pasti tergenapi. Keyakinan inilah yang akan membuat saya tetap tenang dan bersukacita walaupun di tengah fakta negatif.

 

Habakuk 3:17-19

Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.

 

Pada titik inilah kita akan menjadi saksi: walaupun sekeliling kita belum alami perubahan (faktor eksternal) tapi kekuatan kita tidak akan pernah pudar, sebab Tuhan bersama dengan kita! Dan sukacita ilahi senantiasa terpancar!

 

Orang akan melihat kita sebagai pribadi yang berbeda! Sehingga mereka akan ‘tertarik/haus’ untuk mengalami hal yang sama! Mereka akan alami perjumpaan dengan Tuhan melalui kehidupan kita! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus