Top

01 November 2018

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin

2. Pe1wahyuan tentang Allah yang berdaulat akan mencetak kita menjadi sosok pribadi yang kokoh dalam berpegang kepada firman/ janji-janji Tuhan; tidak peduli/ jadi terintimidasi oleh berbagai fakta lahiriah yang negatif, mengalami bekerjanya kuasa anugerah yang memampukan kita untuk mengubah fakta dengan kebenaran.

Menyimak catatan dari Rom 4:16-24, kita akan mendapati adanya fakta-fakta rohani tentang keberadaan Allah yang berdaulat yang harus kita bangun menjadi Logika Ilahi dalam hidup kita:
a. Sebagai Allah yang berdaulat, Dia mengubah, mencipta & meng-intervensi alam lahiriah ini melalui firmanNya.
b. Meski Dia adalah Allah yang berdaulat, Dia baru melakukan intervensi ke alam lahiriah ini karena meresponi orang-orang yang percaya kepadanya; Dia akan selalu meresponi saya kala saya mencari realita keberadaanNya dalam ketekunan!
c. Alasan firmanNya layak untuk dijadikan dasar keyakinan dalam hidup kita adalah karena dalam keberadaanNya sebagai sang Pemberi firman, tidak lain adalah Allah yang sama yang dalam kedaulatanNya telah menciptakan langit & bumi dengan hanya berfirman.
d. Bagi seseorang yang melandaskan keyakinan imanNya pada keberadaan Tuhan sebagai Allah yang berdaulat (yang sanggup) menggenapkan apapun yang sudah Ia janjikan/ firmankan, terlepas dari apapun kondisi/ fakta lahiriah yang ada, ia tidak akan pernah jadi goyah/ tawar hati meski terus disajikan berbagai fakta lahiriah yang berseberangan dengan janji Tuhan.
e. Setiapkali seseorang menerima janji Tuhan & ia percaya kepada janji itu (termasuk ia juga percaya bahwa Tuhan sanggup untuk menggenapkan apapun janji yang sudah Ia berikan), ada kuasa kebenaran yang ia terima dari Tuhan – yang memberinya anugerah/ kemampuan untuk mengubahkan berbagai fakta lahiriah yang ada jadi selaras dengan janji firmanNya.
Berbahagia dan diberkatilah setiap orang percaya yang alami penyingkapan tentang keberadaan Allah yang berdaulat ini; akan ada dimensi iman yang supernatural yang bakal terus bekerja dan menyertai kehidupan sehari-harinya – mengkondisikan dirinya selalu hidup dalam terobosan & kemenangan rohani….

3. Pewahyuan tentang Allah yang setia akan memberikan rasa aman yang tinggi dalam hidup kita; ada suatu keyakinan kuat bahwa Dia tidak pernah meninggalkan kita, Dia selalu mendampingi – bahkan menggendong kita dalam menjalani hari-hari kita.

Jika kita menyimak catatan dalam 1 Kor 10:13, Yes 46:4 serta Maz 23:1-6 & 91:1-16, ada beberapa fakta rohani yang harus kita bangun menjadi Logika Ilahi dalam hidup kita:
a. Disaat Iblis menuntut untuk menampi iman kita karena masih adanya ketidak akuratan dalam hidup kita, Tuhan justru bertindak dalam kesetiaanNya untuk membalikkan rencana jahat Iblis menjadi kebaikan bagi kita.
b. Kesetiaan Tuhan akan berlaku seperti perisai & pagar tembok dalam hidup kita.
c. Kesetiaan Tuhan akan terus berlaku dalam hidup kita meski seringkali kitalah yang bertindak tidak setia kepadaNya.
d. Kesetiaan Tuhan dalam hidup kita – walau kita belum hidup memperkenan hatiNya, belum sepenuhnya hidup akurat, Dia nyatakan dalam bentuk membatasi ruang gerak Iblis atas hidup kita, terus memberikan kekuatan yang kita butuhkan dan menuntun kita untuk menemukan jalan keluar yang sudah Dia sediakan; Dia terus menggendong hidup kita – khususnya disaat kita harus melalui daerah-daerah yang berbahaya: melewati air, melewati api, melewati lembah kekelaman, melewati lembah baka dan lain-lain.
e. Kesetiaan Tuhan memang tetap berlaku bagi orang-orang yang tidak setia sekalipun, tapi terhadap mereka yang dengan bertekun terus mencari realita keberadaanNya, bahkan mencintai Dia secara MGH, Dia akan terlebih lagi menyatakan kesetiaan & pembelaanNya atas orang-orang tersebut. #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus