Top

01 Oktober 2018

Pada awalnya manusia diciptakan untuk tinggal dalam dunianya Tuhan. Tuhan menciptakan langit dan bumi dengan Firman-Nya. Dan setelah membentuk segala sesuatu, barulah Tuhan berfirman kembali untuk menciptakan manusia. Manusia di taruhnya di Taman Eden sesungguhnya untuk melakukan agendaNya, yaitu untuk memerintah bumi (Kej 1:26-28) dan mulai memelihara, mengusahakan taman itu (Kej 2:15-16). Dari sejak awal Tuhanlah yang berinisiatif menetapkan agenda kerjaNya dan bukan atas inisiatif manusia itu sendiri. Bagian manusia adalah taat (menjadi executor). Ketika manusia taat, dia hidup dalam keakuratan di mata Bapa. Ada anugrah dan persediaan Bapa yang membuat manusia dapat menerima apapun yang dia butuhkan untuk dapat menuntaskan agenda kerja Bapa. Bahkan saat manusia membutuhkan penolong, yang saat itu belum ada, Bapa dapat menciptakan penolong bagi Adam (Kej 2:18).
Lalu dosa masuk dan menyeruak di dalam taman Eden saat manusia mengambil perkataan dusta yang dilepaskan oleh ular, sebagai manifestasi iblis (Kej 3:1-6). Ketika manusia memakan perkataan dusta itu, manusiapun keluar dari dunianya Tuhan dan masuk ke dalam dunia dosa. Dunia iblis adalah dunia penuh kutukan dan maut. Mengandalkan kelicikan supaya dapat survive. Nature “mengandalkan kekuatan diri sendiri” dan “mengandalkan kelicikan/akal bulus” mulai merasuk mencemari nature awal manusia yang “tulus dan mengandalkan Tuhan”. Manusia berubah menjadi pemberontak, ingin menjadi initiator ketimbang executor…sebagai konsekuensinya kehidupan manusia terus mengalami degradasi, turun dari posisi anak Allah menjadi ciptaan. Keluar dari posisi “roh yang menghidupkan “ menjadi “mahluk hidup”. Dari mahluk sorgawi menjadi mahluk lahiriah dan duniawi….

Namun sesuatu yang ilahi sedang terus terjadi. Tuhan terus melepaskan pekerjaan firman dan RohNya, Dia membangkitkan kembali Nabi-nabiNya, hamba-hambaNya dari masa ke masa, dari waktu ke waktu, supaya manusia mengalami pemulihan demi pemulihan dan dapat dibawa kembali masuk ke dalam dunia-Nya.

1. Setiap Firman yang Tuhan lepaskan akan membawa kita masuk dalam duniaNya

Yesaya 35 : 4 Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: “Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!”
Firman yang dilepaskan dari mulut Bapa sesungguhnya membawa nature yang berbeda yang akan mengcounter/melawan setiap FAKTA yang sedang kita hadapi. Disadari ataupun tidak sesungguhnya fakta juga memancarkan frekuensi tertentu, fakta selalu “berbicara” dan berusaha menanamkan nature duniawi/manusiawi kepada kita yang mendengarnya. Oleh karenanya Tuhan bertindak menolong kita untuk MELAWAN FAKTA DENGAN FIRMAN-NYA. Ketika firmanNya datang, Ia memiliki suatu kekuatan untuk menarik kita keluar dari FAKTA (FACTS) dan membawa kita masuk ke dalam REALITA-NYA. (HIS REALM)

2. Firman demi firman yang kita deklarasikan sedang membangun infrakstruktur rohani, Jalan Kudus yang akan membawa orang yang bersungguh hati mencari Tuhan terhubung dengan Realita Sorga.

Yesaya 35 : 8-9 Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya.
Pekerjaan firman dan roh yang kita terima seperti pedang bermata dua yang akan membawa kita melangkah memasuki ke Jalan KudusNya.
Firman itu juga menuntut agar hidup kita semakin diselaraskan dengan Jalan-jalanNya.  Kala kita hanya mau menerima berkat Tuhan, namun menolak untuk hidup mengikuti jalanNya, sesungguhnya kita sedang menipu diri sendiri. Karena tanpa adanya perubahan dalam diri kita, cepat atau lambat masalah atau fakta yang sama pasti akan datang kembali. Alkitab mencatat di jalan KudusNya tidak ada orang tidak tahir dan tidak ada orang pandir. Orang yang tidak tahir (dari kata Ibrani, tame) adalah gambaran dari orang yang hidupnya tidak bersih, tidak tulus dan agamawi. Orang yang pandir (dari kata Ibrani, eviyl) adalah gambaran orang yang menolak hikmat, suka menyalahkan orang, suka bertengkar dan tidak bermoral. Singkat kata, orang yang terus mengeraskan hati dan tidak mau mengubahkan kebiasaan hidupnya, pasti tidak akan berjalan menikmati jalan KudusNya.
Yes 35:9 Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ,…
Di jalan kudusNya ini orang-orang yang dikasihiNya, akan menikmati kebebasan dari dunia yang garang, kejam dan menekan, dunia yang membuat orang mudah putus asa. Meski kita masih hidup di tengah dunia yang jahat ini, kita tidak lagi berjalan di jalan orang fasik, melainkan kita berjalan di jalan Kudus-Nya, di mana penyertaan Tuhan sungguh nyata: kita selalu menerima kekuatan ilahiNya, menerima pertolonganNya di segala waktu dan keadaan, sehingga kita menjalani hidup sehari-hari dengan penuh kemenangan.

3. Di dalam dunianya Tuhan, tidak ada ratap tangis dan kedukaan, hanya ada sukacita abadi dan kemenangan

Yesaya 35 : 10 …dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.
Cepat atau lambat,mereka yang mau BERTEKUN membangun kehidupannya secara AKURAT untuk MENGEJAR REALITA SORGA, akan didapati segala unsur dunia yang tadinya seperti bergelayutan membebani dirinya dapat dengan mudah ditanggalkan begitu saja, rontok dan mereka dibawa Tuhan memasuki dunia-Nya, masuk ke Sion, yang ada di sana hanya sukacita abadi yang melimpah, kekuatan ilahi, dan kemenangan besar, segala ratap tangis dan kedukaan tersingkir sepenuhnya.
Hal-hal yang awalnya sulit, menjadi mudah karena ada perkenanan Tuhan. Hal-hal yang tidak mungkin, menjadi mungkin karena AnugrahNya datang memampukan kita untuk menjalani apa yang menjadi agendaNya di muka bumi ini.

4. Akan terjadi perubahan hidup yang dahsyat dari orang yang mengalami Realita Sorga, kehidupan mereka akan memanifestasikan Tuhan bagi orang-orang di sekitarnya, menjadi “connector” yang menghubungkan mereka dengan Tuhan

Wahyu 21 : 3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.

Saya percaya orang yang sudah memasuki dunia-Nya Tuhan, tidak akan berhenti menikmati berkat dan anugrah bagi dirinya sendiri. Kerinduan Tuhan untuk menjamah orang-orang yang ada di muka bumi, terjawab sudah! Kitalah yang menjadi jawabanNya. Kita bangkit menjadi para connector yang menghubungkan Tuhan dengan orang-orang di muka bumi ini. Keberadaan kita memiliki fungsi dan peranan penting untuk menghadirkan Realita Sorga ke muka bumi ini. Mereka yang putus asa, akan mulai mengangkat wajahnya, mereka yang berduka akan tehapuskan air matanya, mereka yangn lemah akan dikuatkan kembali karena sekarang, melalui hidup kita, Tuhan akan hadir menjadi Allah mereka. Dan mereka akan menjadi umatNya.

Bersiaplah BCC dan SNS setiap ketekunan yang engkau bangun akan menghadirkan realitaKu lebih nyata lagi. Hidupmu akan menjadi KEMAH ALLAH DI MUKA BUMI. Bersiaplah, engkau akan menjadi utusan-Nya yang membuat orang melihat kembali Manifestasi Realita-Nya….dan Tuhan yang kau cari itu mendadak masuk ke BaitNya. Terjadilah!!!#AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus