Top

02 Juli 2019

Prinsip bertekad, fokus, dan bertekun seringkali dipakai oleh banyak orang untuk meraih kesuksesan. Bahkan ada banyak orang – orang yang berhasil ‘memberi dampak atas peradaban ketika mereka menghidupi prinsip tersebut’. Mereka berfokus dan bertekad pada ‘satu hal’ yang ingin mereka raih, mereka melakukan dengan penuh passion, mereka tekun mencoba sampai berhasil, dan mereka muncul sebagai pribadi yang memberi dampak atas peradaban di zamannya. 

Itu adalah prinsip yang bisa membuat kita sukses, bahkan bisa sukses tanpa Tuhan! Ya, ada banyak orang – orang Atheis yang mempraktekkan prinsip itu dan mereka berhasil!

Saya mendapati, bertekad, fokus, dan tekun sesungguhnya prinsip ilahi yang harusnya orang percaya pakai untuk mengejar dan mengenal Tuhan. Dan menggali kebenaran firmanNya sampai kita alami penyingkapan jati diri kita di dalam Dia. Sehingga kita bisa berfokus untuk melakukan apa yang menjadi kehendakNya saja sesuai dengan fungsi yang telah Dia tetapkan! Itulah kehidupan yang memperkenan hati Tuhan!

Ibrani 11:6 (TB) Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. 

Saya paham sekarang, pekerjaan Firman dan Roh harus membuat kita makin efektif dan penuh passion mengerjakan kehendak Tuhan. Bukan kehendak kita lagi, melainkan kehendakNya. Bukan mengejar kesuksesan kita, melainkan menggenapi rencanaNya. 

Inilah fase hidup yang seringkali “tidak mau dilewati”, yaitu mencari dan mengenal isi hati dan rencana Tuhan. Padahal jika kita berfokus pada hal tersebut, maka perlahan tapi pasti berbagai keinginan lainnya akan tersingkir! Hidup kita hanya dipenuhi oleh isi hati & kehendakNya. 

Sebab tidak ada ‘jati diri’ yang lebih menarik dari apa yang Tuhan singkapkan. Tuhan akan memakai kita tidak hanya sebagai orang saleh, terpandang, disegani, dan berpengaruh, tetapi menjadi pribadi yang alami kepenuhan Kristus. Dimana kita akan melakukan perbuatan – perbuatan yang jauh lebih besar dari yang Yesus pernah lakukan (Yoh 14:12)

Pada saat itulah terang kita akan bercahaya dengan sangat besar (Yes 60) dan Iman kita tidak bisa dibantah, disanggah, dan diragukan (1 Yoh 5:4) Orang banyak akan mengakui bukan kita lagi yang hidup melainkan Kristus yang hidup di dalam kita. Mereka akan “sadar” hanya Tuhan yang sanggup melakukan segala perkara besar yang kita kerjakan. Mereka tidak akan sanggup “menirunya”. Maut ditelan dalam kemenangan oleh kuasa iman (Kel 7:10-12)

Dunia ini juga bisa memberikan kita ‘tawaran jati diri’ sebagai orang terpandang, disegani, dan berpengaruh tanpa harus mengikuti ‘jalan – jalan Tuhan’. Jika kita menerimanya, maka tekad, ketekunan dan fokus hidup kita akan terserong dan mulai terarah utk mengejar kesuksesan pribadi. Padahal itu semua tidak perlu kita kejar di dalam Tuhan. 

Posisi, jabatan, relasi, dan berbagai macam hal yang akan memposisikan kita menjadi orang terpandang, disegani, dan berpengaruh akan ditambahkan Tuhan begitu saja kepada kita. Yang perlu kita lakukan hanyalah bertekad mencari KerajaanNya (Mat 6:33), bertekun menggali firmanNya (Luk 6:48, Kis 2:42), dan berfokus melakukan kehendakNya (Yoh 14:31). Itulah jalan – jalan Tuhan! 

Saya semakin menarik garis tegas pada dunia ini! Saya tidak mau diinspirasi oleh mereka yang tidak berjalan dalam jalan – jalan Tuhan. Saya harus pastikan alami pembaharuan akal budi dan menolak cetakan dunia ini dengan takaran iman (firman) yang Tuhan berikan! Sebab firman adalah jati diri saya di dalam Tuhan! Saya mau hidup dalam jati diri yang Tuhan tetapkan tanpa ada percampuran/”perkawinan” sedikitpun dengan jati diri yang dunia tawarkan. 

Saya persembahkan diri saya sekali lagi untuk menghadirkan realita Kristus di atas muka bumi ini!#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus