Top

03 Agustus 2019

Message ini merupakan kelanjutan dari message kemarin.

6. Ketetapan hati untuk selalu menyukakan hati Tuhan yang kita bangun sedari sekarang akan menolong kita menghadapi berbagai tantangan dalam sistem Babel.

Diperlukan terbangunnya mentalitas pembunuh raksasa untuk kita bisa menjadi penakluk dalam sistem Babel. Bahkan ketika kita membaca pernyataan Yesus tentang keberadaan kita yang adalah sama seperti domba yang diutus ke tengah serigala (Mat 10:16), kita harus meminta Roh Kudus bekerja dan menyingkapkan kepada kita bahwa ‘sang domba’ bukanlah makhluk lemah seperti yang selama ini kita pikirkan, sang domba memiliki ‘hati seekor singa’!

Akan selalu ada tantangan ‘dapur api dan gua singa’ yang akan kita hadapi dalam sistem Babel. Itu sebabnya dibutuhkan ketetapan hati & dimensi pewahyuan tentang Tuhan yang berdaulat dalam hidup setiap orang percaya!

Perhatikan apa yang menjadi pernyataan Sadrakh, Mesakh & Abednego saat dipaksa oleh raja Nebukadnesar untuk menyembah patung emas yang ia dirikan:¬†“Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.” (Dan 3:16-18)

Baca juga catatan tentang sikap Daniel setelah mendengar perintah yang raja Darius buat: Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya (Dan 6:10)

Mereka rela dan siap untuk menghadapi tantangan yang memang akan selalu menghadang dalam sistem Babel; tujuan dari tantangan tersebut bukanlah sebagai bentuk ‘ujian Tuhan’ tapi Musuh memang bertujuan untuk menghentikan ‘langkah kaki’ orang benar dan menghancurkan kehidupan orang benar tersebut sesegera mungkin! Tapi dalam kedaulatanNya, Tuhan akan mengubahkan semua rancangan jahat yang dirancangkan Musuh untuk justru menjadi kebaikan bagi kita!

Lihatlah apa yang Nebukadnesar lakukan pada Sadrakh, Mesakh & Abednego segera setelah mereka keluar dari dapur api:¬†Berkatalah Nebukadnezar: “Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka. Sebab itu aku mengeluarkan perintah, bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa mana pun ia, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipenggal-penggal dan rumahnya akan dirobohkan menjadi timbunan puing, karena tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu.”

Lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayah Babel (Dan 3:28-30)

Baca juga apa yang Darius lakukan setelah Daniel diangkat keluar dari gua singa: Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: “Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa.” Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu (Dan 6:25-28)

Ketika Tuhan tetap mengijinkan datangnya tantangan saat kita berfungsi sebagai saksi Tuhan dalam sistem Babel, justru saat itulah terang kemuliaan Tuhan jadi lebih nyata bersinar menerangi relung-relung terdalam dari sistem Babel! Ijinkan Tangan Tuhan terus membangun mental penakluk dalam batin kita dan bangkitlah dalam kuasa Roh untuk menjadi para penakluk dalam sistem Babel! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus