Top

03 Januari 2019

Saya bertanya-tanya & merenungkan mengapa ada banyak jemaat/ pemimpin yang terus alami kesulitan untuk terhubung dengan kegerakan rohani yang sedang Tuhan buat melalui suatu gereja lokal? Mengapa reformasi gereja seperti sangat sulit terjadi?

Roh Kudus menjawab dengan memberikan ayat yang terdapat dalam kitab Wahyu ps 2 & 3:

“Siapa bertelinga hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan oleh Roh kepada jemaat-jemaat…”
“Barangsiapa menang…”

Dari dua pernyataan firman tersebut, ada pengertian yang Roh Kudus berikan:

1. Alasan ada banyak jemaat/ pemimpin yang masih juga ‘tidak bisa mendengar’ suara Roh dan mentaatiNya adalah karena masih adanya aspek kecenderungan hati yang salah dalam kehidupan mereka

Sesungguhnya, hingga sekarang Tuhan masih terus berbicara kepada gerejaNya; tapi alasan mengapa ada banyak pemimpin/ jemaat yang tetap tidak bisa mendengar suaraNya adalah karena ada banyak umatNya yang sedang terus membawa frekuensi rohani yang berbeda dari frekuensi Sorga.

1 Samuel 3:1 (TB) Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatan pun tidak sering.

Di satu sisi yang lain, sebetulnya Tuhan suda membuat mudah segala sesuatu – termasuk aspek terhubung dengan kerajaanNya & menerima datangnya suara Tuhan – yang seharusnya umat Tuhan lakukan hanyalah coba memahami cara kerja Tuhan (jalan-jalan Tuhan) dan melangkah mentaatiNya!

Jika saja Umat & para pemimpin mau belajar merendahkan hati untuk menjalani jalan-jalan Tuhan – tidak berjalan mengikuti pikiran/ persepsi sendiri – saya yakin akan lebih mudah bagi umat/ para pemimpin untuk terhubung dengan realita kerajaanNya!

Alkitab menegaskan untuk seseorg bisa ‘melihat’ kerajaan sorga, orang yang bersangkutan harus dilahirkan kembali – kata Yunani yang dipakai untuk menuliskan ‘dilahirkan kembali’ adalah ‘Gennao Anothen’ yang secara bebas dapat diartikan sebagai Diayomi oleh seseorang yang datang dari tempat tinggi. Menurut adat/ kultur Yahudi, saat ada seseorang yang mengajarkan hukum-hukum Tuhan kepada salah satu anak dari tetangganya, maka anak tersebut dapat dikategorikan sedang ‘dilahirkan kembali’.

Jadi sesungguhnya alasan mengapa ada banyak jemaat/ pemimpin yang kesulitan untuk dapat terhubung dengan dimensi kegerakan Roh/ menerima suara Tuhan adalah karena orang yang bersangkutan belum mau memberi diri untuk diayomi oleh mereka yang sudah mengalami realita Tuhan! Ada banyak jemaat & pemimpin yang masih terus beranggapan bahwa semua kita adalah sama di hadapan Tuhan! Memang betul, kita semua sama dihadapan Tuhan sebagai seorang Bapa; Dia tidak pernah membeda-bedakan kita sebagai anak-anakNya! Tapi saat kita berbicara tentang keberadaanNya sebagai sang Raja dan kerajaanNya, kita harus memahami bahwa ada hirarki rohani & takaran anugerah yang akan ‘membedakan’ kita satu sama lain. Mindset demokrasi yang selama ini kita miliki telah mengkondisikan diri kita jadi gagal dalam memahami keberadaanNya sebagai sang Raja dan cara kerja didalam kerajaanNya.

Saya berdoa, biarlah kuasa firman & RohNya terus membongkar konsep pikir salah yang selama ini masih kita miliki dan pada saat yang sama membangun ulang pikiran kita jadi selaras dengan pikiran Kristus sehingga tidak akan ada lagi kesulitan dalam kehidupan kita untuk mengenali pekerjaan Tangan Tuhan yang sedang Ia nyatakan di suatu komunitas/ gereja lokal tertentu dan sekaligus menggerakkan kita untuk meleburkan diri di sana. #AkuCintaTuhan

Message ini masih akan berlanjut besok…

Ps. Steven Agustinus