Top

03 Juni 2019

Pertandingan iman yang disertai Tuhanlah yang membuat kita tetap bersukacita dan bersyukur dalam segala keadaan, dan akan menjadi saksi bahwa Tuhan itu nyata dan Dia masih terus bekerja!

 

1 Timotius 6:12 (TB) Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

 

Dalam pertandingan iman yang ada, sesungguhnya fokus hidup kita bukanlah ‘mengubahkan fakta negatif’ yang ada, melainkan menjalani kehidupan yang memperkenan hati Tuhan. Berubah atau tidaknya fakta negatif bukan lagi urusan kita, melainkan urusan Tuhan. Yang terutama apakah hati kita terus mencintai Dia, melakukan kebenaran, dan terus memegang firman/janjiNya!

 

Itu yang terpenting! Jangan sampai gara – gara fakta negatif yang tidak kunjung berubah hidup kita menjadi manusiawi/duniawi/berjalan dalam jalan dunia ini/mencari alternatif lain.

 

Para pahlawan iman dalam Alkitab telah memberikan contoh yang tepat bagaimana menjalani pertandingan iman dengan benar. Ada kesaksian Roh yang berkata dalam batin bahwa mereka telah memperkenan hati Tuhan. Artinya mereka terus memegang janji Tuhan sekalipun fakta negatif yang ada tidak kunjung alami perubahan.

 

Itulah yang dialami oleh Henokh. Dia terus bernubuat melawan fakta negatif yang ada di sekitarnya (Yud 1:14-16) namun tidak ada perubahan, justru dunia bertambah fasik. Tapi dasar keyakinan firman/janji Tuhan yang dipegang erat oleh Henokh justru membuat dirinya semakin ilahi dan menyatu dengan Tuhan. Itu yang terpenting!

 

Begitu juga dengan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Mereka tidak mau menyembah patung yang dibuat oleh Nebukadnezar. Itu yang terutama (memperkenan hati Tuhan) Dapur api yang menjadi konsekuensi akibat ketidaktaatan mereka pada sistem Babel bukanlah masalah untuk mereka. Mereka tidak menghindari fakta negatif itu. Dan mereka tidak berdoa agar api itu padam. Justru apinya lebih dipanaskan 7 kali lipat (fakta negatif bertambah parah)

 

Pada kondisi seperti ini, mereka tidak merubah/mengedit/menganulir/mengganti dasar keyakinan yang mereka miliki. Mereka tetap tidak menyembah patung tersebut! Alhasil mereka dilempar ke dapur api. Di sanalah justru mereka mengalami realita hadirat Tuhan yang semakin nyata mencengkram hidup mereka. Itulah yang terpenting.

 

Seringkali kita salah menganggap “hal yang paling penting/terutama”. Kita berpikir berubahnya fakta negatif merupakan hal yang terutama; hal tsb tidak sepenuhnya benar. Sebab fakta negatif sesungguhnya “bisa berubah” “tanpa Tuhan”. Ada banyak orang bisa “alami perubahan nasib” dengan kekuatan dirinya sendiri, tanpa firman dan realitaNya. Dan mereka menjadi orang – orang sukses! Itu tidak tidak bisa dipungkiri.

 

Oleh karenanya butuh perbedaan yang jelas antara kita dengan mereka. Tidak ada hal lain yang bisa membedakan kecuali realitaNya dan FirmanNya dalam hidup kita. Jika kita disertai Tuhan, maka itu cukup bagi kita untuk menyelesaikan pertandingan iman yang ada dengan benar.

 

Dari perenungan ini saya semakin sadar, bahwa Tuhan memang sedang mencetak kita sama sekali berbeda dengan dunia ini (Rom 12:1-2) Ia mau kita hidup meyakini firmanNya saja (Rom 12:3) dan mencintai realita hadiratNya lebih dari apapun juga.

 

Keluaran 33:15-16
Berkatalah Musa kepada-Nya: “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?”

 

Esensi dari pertandingan iman bukan berbicara mengenai fakta negatif alami perubahan, melainkan adakah firman dan realita hadiratNya yang nyata dalam hidup kita. Jika itu nyata, maka tidak akan ada satupun dari fakta negatif yang dapat menjatuhkan, menghancurkan, dan menghempaskan kita. Kita akan tetap aman dalam lindungan yang maha tinggi.

 

Yesaya 43:1-2
Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.

 

Pertandingan iman yang disertai Tuhanlah yang membuat kita tetap bersukacita dan bersyukur dalam segala keadaan, dan akan menjadi saksi bahwa Tuhan itu nyata dan Dia masih terus bekerja! Orang akan lihat kita sebagai pribadi yang BERBEDA! Bukan karena fakta negatif alami perubahan, tapi karena realitaNya dan FirmanNya nyata atas kita!

 

Ps. Steven Agustinus