Top

03 November 2018

Pagi ini Roh Kudus menyadarkan saya bahwa tujuan Dia membawa kita mengalami perombakan jati diri dengan kuasa Firman & RohNya adalah agar kita dapat menjadi ‘kirbat baru’ untuk membawa realita kasih IlahiNya.
Dunia ini & roh-roh jahat terus mencetak diri kita menjadi pribadi yang egois, serakah, cabul, cinta akan uang, cinta dunia & cinta diri sendiri sehingga dengan leluasa Musuh bisa terus memakai kita untuk menyebar luaskan kebencian, stress, kemarahan, kesombongan diri, pemberontakan dan lain-lain dalam dunia ini. Pribadi-pribadi yang terus membawa ‘pola dunia’ dan menularkan pola tersebut ke banyak orang lain-lah yang bertanggung jawab untuk makin gelapnya dunia ini. Mereka telah menjadi ‘senjata kelaliman’ yang dipakai oleh Musuh secara dahsyat untuk merusak kehidupan banyak orang lain – dan sebagai imbasnya dunia ini (this earth) jadi makin rusak gara-gara mereka!

Melalui berubahnya jati diri/ keberadaan hidup orang percaya, Tuhan jadi memiliki sarana untuk Dia melimpahkan kasihNya dalam hidup orang tersebut secara sedemikian rupa sampai kasih Ilahi tersebut meluber melalui kehidupan orang percaya yang bersangkutan…

1. Tindakan kita berfokus untuk membangun ulang jati diri kita didalam Kristus mengkondisikan diri kita menjadi pusat limpahan kasihNya, sekaligus menjadi sarana/ partner Tuhan untuk melimpahkan kasih Ilahi tersebut ke orang-orang lain yang berinteraksi dengan diri kita.

Seekor kucing tidak akan pernah menggonggong dan keekor anjing tidak akan pernah mengeong – karena itu bukanlah nature mereka. Demikian pula bagi orang-orang percaya yang telah alami proses pembentukan ulang melalui firman & RohNya – hidup dalam jati diri mereka yang baru didalam Kristus – adalah sulit – bahkan mustahil untuk menyimpan dendam & kebencian terhadap orang lain meskipun orang percaya tersebut terus mengalami perlakuan yang tidak adil/ menyakitkan. Jati diri kita yang baru didalam Kristus hanya bisa mengasihi, mengampuni & melupakan kesalahan orang lain! Roh akan terus melatih kita untuk terus mengasihi, selalu mengampuni kesalahan orang dan sekaligus melupakannya.

Jika bagi orang lain, tindak pembalasan dendam adalah merupakan wujud dari kekuatan yang seseorang miliki, bagi orang percaya yang hidup dalam jati diri mereka yang baru, tindakan mengampuni & melupakan kesalahan adl wujud dari kekuatan yang sesungguhnya… To forgive & to forget is divine…

Keinginan hati Tuhan adalah memakai hidup kita yang sudah alami perubahan jati diri untuk dapat Ia pakai untuk menjamah & memenuhi kehidupan orang banyak dengan kasihNya! Tanpa kasihNya, dunia ini akan hancur oleh kelakuan dari orang-orang yang sedang dipenuhi kebencian, dendam & pemberontakan tersebut.

2. Jangan biarkan distraction dari Musuh merusak kembali pola Ilahi/ jati diri kita yang baru didalam Kristus yang sudah mulai dibangun Tuhan.

Melalui segala macam cara, Musuh akan terus berupaya untuk men-distract diri kita sehingga Pola Ilahi yang sedang dibangun Tuhan tidak akan pernah menjadi komplit. Kurang lebihnya, sama seperti saat kita mengendarai kendaraan di jalanan; meski kita sudah berhati-hati, tapi seringkali orang-orang lainlah yang bertindak serampangan di jalanan. Tapi walau begitu bukan berarti kita mengurungkan seluruh perjalanan kita…. Yang harus kita lakukan hanyalah bertindak menjadi ekstra hati-hati. Itulah yang harus kita lakukan dalam kehidupan ini! Teruslah melanjutkan perjalanan prophetis yang ada; berfokuslah untuk terus membangun jati diri kita yang sesungguhnya didalam Kristus. Meski Musuh terus berupaya mendistract kita dengan segala macam cara – berupaya kembali membuat kita untuk menjadi pribadi yang penuh dendam, penuh kebencian, cabul, egosi dan lain-lain, yang harus kita lakukan adalah terus fokus untuk memastikan selalu ada pekerjaan firman & Roh dalam hidup kita sambil mewaspadai berbagai upaya Musuh yang mencoba memanfaatkan berbagai peristiwa, fakta/ situasi yang sedang terjadi dalam hidup kita. Pastikan kita selalu meresponi apa yang sedang terjadi dalam hidup kita secara akurat, bijaksana sehingga tidak akan ada peluang untuk Musuh merusak Pola Ilahi yang sedang terus Tuhan bangun dalam hidup kita.
Mintalah selalu untuk hidup kita di penuhi oleh kasihNya hingga meluber keluar melalui hidup kita; pastikan saja nature hidup kita terus tercetak menjadi Ilahi…#AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus