Top

03 Oktober 2018

Ketika saya merenungkan lebih lanjut tentang dampak/ kuasa perkataan, deklarasi yang kita lakukan, saya menerima pemahaman lebih lanjut sebagai berikut :

1. Manusia yang memakan perkataan dusta iblis membuat dirinya berpindah dari duniaNya Tuhan, kepada dunia dosa. Tetapi, setiap Firman yang Tuhan lepaskan akan membawa kita masuk dalam duniaNya.

Saya menyadari bahwa Iblis yang sudah dikalahkan oleh Kristus sesungguhnya hanya memiliki 1 senjata saja yaitu kebohongan (perkataan dusta / tipu daya). Tetapi satu senjata itu begitu ‘ampuh’ bagi umat manusia. Saya menyadari bahwa satu-satunya solusi adalah dengan terus berinteraksi dengan Firman, dengan membangun persekutuan yang hidup, akurat dan progresif dengan Bapa. Saya percaya ketika saya terus berinteraksi dengan Tuhan dan FirmanNya, saya semakin mengenal diriNya. Ketika saya bertekun setiap jam sekali memperkatakan Firman, sesungguhnya saya sedang mengkondisikan diri saya untuk semakin mengenali suaraNya. Sehingga ketika ada suara yang lain, yang tidak sesuai Firman, saya akan sedemikian sensitif untuk mengenalinya dan menolaknya! Satu-satunya senjata yang dapat melawan kebohongan (tipu daya Iblis) hanyalah kebenaran! Tanpa saya mengenal Sang Firman (kebenaran), maka saya akan begitu mudah mempercayai kebohongan iblis.

2. Dunia Iblis membuat manusia hidup dalam kutukan Tuhan, di mana selalu ada penderitaan dan ratap tangis.Tetapi Firman yang terus kita deklarasikan akan membawa kita berjalan di Jalan KudusNya, dan selalu menikmati kemenangan!

Dari perenungan hari ini, ketika saya mendapati bahwa dunia Iblis adalah dunia yang penuh kutukan dan maut, saya teringat bahwa sesungguhnya Iblis tidak memiliki kuasa apapun untuk dapat mengutuk manusia dengan apapun juga. Iblis tidak dapat menghalang-halangi kita untuk menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tetapi, iblis bisa membuat manusia (di dalam kebodohannya dan ketidaktahuannya) untuk hidup di bawah kutukan Tuhan. Bahkan hanya dengan cara yang sangat mudah dan sederhana!
Ada beberapa hal yang saya dapati menjadi ‘cara’ Iblis membuat manusia tanpa sadar ‘memposisikan dirinya sendiri’ untuk hidup dalam kutukan Tuhan:
a. Mengandalkan diri sendiri saja sudah cukup untuk membuat manusia ada di posisi dikutuk oleh Tuhan! (Yeremia 17:5)
Setiap pencapaian yang manusia miliki baik melalui jalur akademik ataupun tidak, sering digunakan iblis untuk memupuk kesombongan dan keangkuhan dalam diri manusia. Sehingga merasa diri mampu tanpa Tuhan, tetapi justru keangkuhan inilah yang membuat manusia sedang memposisikan diri sebagai musuh Allah. (Yak 4:6)
b. Memiliki keinginan lain selain untuk mengenal Tuhan, hidup dalam kehendakNya dan mengerjakan rencanaNya!
Dari Filipi 3:10, saya mendapati keinginan untuk mengenal Kristus, bersekutu dalam penderitaanNya (sangkal diri dan pikul salib), mati dan bangkit bersama dengan Kristus (mati bagi dosa / dari kehidupan yang lama, dan hidup hanya bagi Allah – Roma 6:11) adalah hal-hal yang sangat menjagai Paulus untuk tetap hidup di dalam perkenanan Tuhan!
Saya tidak akan izinkan ada keinginan yang lain dalam hidup saya, tidak ada attachment apapun antara saya dan dunia ini. Setiap ‘sinyal-sinyal’ tawaran dari dunia tidak akan menarik lagi bagi saya. Bahkan saya tidak memerlukan waktu untuk mempertimbangkan tawaran kesuksesan dunia; di detik tawaran dunia datang, di detik itu juga saya tolak mentah-mentah! Karena seluruh perasaan, emosi, pikiran, hati, dan seluruh keberadaan saya hanya akan meresponi Sang Raja saja!
c. Tanggung jawab / pekerjaan yang begitu banyak (kesibukan).
Roh Kudus menyatakan tipu daya yang satu ini dengan begitu kuat dalam batin saya. Ternyata, promosi yang kita terima dapat Iblis gunakan untuk membuat kita terpisah dari Tuhan dan pada akhirnya kembali terjebak dalam kondisi mengandalkan diri sendiri. Tanggung jawab yang begitu banyak seringkali membuat seseorang sangat sibuk bahkan terlalu ‘sibuk’ sampai tidak memiliki waktu untuk bersekutu dengan Bapa!

Saya sedang mengalami kondisi di mana tanggung jawab yang dipercayakan kepada saya begitu besar dan banyak. Tetapi saya sangat bersyukur karena Roh Kudus mengajarkan saya untuk semakin menyadari bahwa semakin saya sibuk, artinya semakin saya perlu berlama-lama di hadiratNya! Semakin banyak tanggung jawab yang saya terima, semakin saya harus terus bertekun dalam Firman!
Ketika merenungkan hal ini, Roh Kudus mengingatkan saya dengan kisah bangsa Israel ketika mereka sedang ada di Mesir dan dilarang Firaun untuk beribadah (padahal tulah demi tulah sedang Tuhan turunkan atas Mesir). Merenungkan Keluaran 8:25-28, saya mendapatkan pengertian bahwa sistem dunia akan mengkondisikan kita untuk beribadah kepada Tuhan dengan cara yang ‘seenaknya’.
Ketika Roh Kudus menyingkapkan hal ini, api pekerjaan roh dalam hidup saya berkobar semakin kuat! Saya berketetapan untuk terus memprioritaskan persekutuan saya dengan Tuhan, meskipun ada begitu banyak tanggung jawab yang saya miliki sehingga membuat saya begitu sibuk. Tetapi saya mau terus pastikan saya tidak pernah terlalu sibuk untuk bersekutu dengan Pribadi yang begitu saya cintai! Karena hanya di dalam Dialah kekuatanku! Lagipula saya percaya betul kepada Firman dan janjiNya, bahwa ketika saya terus memprioritaskan Dia, saya sedang memposisikan diri untuk menjadi pribadi yang menerima perkenanan Tuhan, sehingga semuanya (semua yang saya butuhkan untuk dapat menjalani apapun yang menjadi agendaNya yang Ia percayakan kepada saya) akan ditambahkan kepada saya! (Mat 6:33) Saya percaya ketika saya memprioritaskan Tuhan, saya tidak akan dipermalukan. Setiap pergumulan dan tantangan serta tanggung jawab yang ada pada saya saat ini tidak akan menghancurkan saya, tetapi justru saya akan selalu alami terobosan, dan selalu menikmati kemenangan ketika saya terus tinggal di dalam Dia, karena ada nature Kristus Sang Pemenang yang memanifestasikan diriNya di dalam saya! Saya akan terus bertekun dan menyaksikan bahwa Tuhan itu benar, tidak ada kecurangan padaNya! (Maz 92:15) Amin! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus