Top

04 Agustus 2018

Saya semakin memahami tujuan Tuhan untuk membentuk kita setia dalam perkara kecil, sebelum diberi tanggung jawab yang lebih besar, (Lukas 16:10) adalah supaya kita dapat terus TERJAGA AMAN dalam cengkeraman realita hadiratNya.
Tuhan tidak menghendaki proses yang instant, untuk langsung menjadi orang yang berpengaruh di luar sana, karena jika kita tidak melewati proses “setia dalam perkara kecil” ini, kondisi kita akan sangat membahayakan, sangat rapuh, bila kita langsung dibawa alami “PROMOSI TANPA PONDASI”. Ibarat menara yang sudah terlanjur terbangun tinggi namun tidak mempunyai pondasi atau struktur yang kokoh, menara itu akan mudah sekali roboh ketika ada gempa, terpaan angin yang kencang atau badai. Dan pasti membahayakan banyak jiwa. Demikian pula Tuhan tidak menghendaki kita terlihat HEBAT namun di dalamnya KEROPOS.

Lukas 6 : 47-49 Setiap orang yang datang kepada-Ku dan MENDENGARKAN perkataan-Ku serta MELAKUKANNYA–Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan–, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu MENGGALI DALAM-DALAM dan MELETAKKAN DASARNYA di atas BATU. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.
Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera RUBUH dan HEBATLAH KERUSAKANNYA.”

Ini adalah wujud KasihNya yang sejati kepada kita, karena Dia adalah Bapa yang baik. Dia tahu yang terbaik bagi anak-anakNya. Dia tahu kapan waktunya promosi harus diberikan kepada kita. Dia adalah Allah Alfa dan Omega, yang sudah mengawali perjalanan iman kita dan terus setia menyertai sampai garis akhir. (Wahyu 22:13)
Dia juga yang akan meratakan gunung-gunung yang tinggi dan lembah-lembah yang dalam menjadi rata, alami penyetaraan di dalam hadiratNya…
Ada orang tertentu yang memiliki ambisi yang tinggi ingin mencapai hal-hal spektakuler tanpa melalui proses. Ada pula orang yang terlalu minder (kurang percaya diri), sehingga tidak berani melangkah, terus dilliputi tekanan dan intimidasi. Kedua-duanya belum selaras dengan firman dan pasti akan DIRATAKAN oleh Tuhan. Dari diratakan, kita akan disetarakan (Equalization). Lalu kemuliaan Tuhan dinyatakan. Dan barulah semua orang akan melihat POLA yang benar ADA di dalam rumahNya!

Yesaya 40 : 4-5 Setiap LEMBAH harus ditutup, dan setiap GUNUNG dan BUKIT diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka KEMULIAAN TUHAN akan DINYATAKAN dan seluruh umat manusia akan MELIHATNYA bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.”
Ini berbicara tentang kehidupan KORPORAT yang harus dialami jemaat di dalam rumah rohani yang ada. Bukan kehidupan individual. Lewat pekerjaan firman dan roh, Bapa rohani akan terus melepaskan firman yang dia terima dari mulut Bapa di Sorga (Mat 4:4) dan terus di-sounding kepada jemaat dan anak rohani dalam rumah. Tugas jemaat dan anak rohani adalah MERESPONI setiap arahan dan instruksi yang dilepaskan, sehingga kondisi tubuh Kristus alami PEMBENTUKAN dan PENYETARAAN secara korporat. Tanpa pekerjaan firman dan Roh itu di-outwork lewat ketaatan kita, maka kita akan terus menjalani kehidupan sehari-hari dalam kondisi yang rapuh, tidak utuh. Pulang ibadah terlihat bersemangat, berkobar-kobar karena alami jamahan Tuhan, namun saat kembali masuk dalam kehidupan sehari-hari, bocor kembali dan kembali ke pola manusia lama, itulah kondisi klasik yang harus kita taklukkan! Hal itu tidak wajar! Karena sebagai Ciptaan yang Baru sudah seharusnya kita memanifestasikan kodrat ilahi, ada nature yang terus berkemenangan, terus naik dan tidak merosot. Sewaktu kita meresponi arahan dan firman yang disampaikan oleh bapa rohani dan bertekun di dalamnya, kitapun akan alami proses pembentukan dan penyetaraan secara korporat. Bersama-sama kita alami pembaharuan dari roh dari pikiran kita (Ef 4:23) menjadi Ciptaan baru. Kondisi manusia roh kita pasti menjadi stabil dan terus terjaga setiap harinya. Kita siap dibawa oleh Tuhan untuk bertumbuh dari satu takaran kemuliaan naik ke takaran kemuliaan berikutnya.

Saya deklarasikan bagi siapapun yang membaca renungan ini, keberadaanmu tidak akan pernah sama lagi, karena engkau adalah ciptaan yang baru, engkau menjadi pribadi yang setia menjalani setiap proses yang Tuhan tetapkan bagimu. Bersiaplah! terima nature baru bagimu, engkau akan terus naik, makin bersinar terang dan makin terang sampai rembang tengah hari! Terjadilah di dalam hidupmu! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus