Top

04 April 2019

Berbarengan dalam melakukan pembenahan atas aspek pembacaan firman, secara spesifik Roh Kudus juga mengajar saya untuk ikut ‘menyehatkan’ aspek imajinasi yang saya miliki.
Ada beberapa pemahaman dasar yang Roh Kudus bukakan tentang aspek imajinasi dan hal tersebut dapat menjadi fondasi untuk kita membangun ulang hidup kita yang selanjutnya:
1. Area imajinasi adalah area ‘penghubung’ antara manusia roh kita dengan dimensi roh yang sedang ada di sekitar hidup kita.
Dengan kita terus mengamati aspek imajinasi yang kita miliki, kita akan bisa mengenali jenis dimensi roh yang sedang ada di sekitar hidup kita. Maksud saya, berbagai dimensi roh dan berbagai jenis makhluk rohani yang sedang ‘ada di sekitar kita sehingga ikut mempengaruhi hidup kita’ dapat kita kenali dengan cara memperhatikan ‘layar imajinasi’ yang kita miliki.
Manusia roh kita memiliki suatu kepekaan tersendiri dan apa yang ‘di deteksi’ oleh manusia roh – berkaitan dengan jenis makhluk rohani dan jenis dimensi roh yang ‘mencoba berinteraksi’ dengan diri kita – akan terpampang dalam ‘layar imajinasi’ kita.
Saya ambil suatu contoh, jika seandainya ada suatu roh jahat – ambil katakanlah roh percabulan – yang sedang mendekati kita, maka otomatis manusia roh kita akan mendeteksi keberadaan roh percabulan yang mendekati kita tersebut. Dan apa yang terdeteksi oleh manusia roh kita, akan muncul di area imajinasi kita; biasanya dalam bentuk imajinasi percabulan atau bayangan-bayangan erotis lain yang bisa membangkitkan nafsu birahi seseorang. Hal ini sebetulnya bisa dengan mudah di tanggulangi; dengan kita usir didalam nama Yesus lalu kita undang kehadiran roh kekudusan Tuhan sambil kita ‘paksa’ pikiran kita untuk kembali merenungkan firman, hal tersebut sudah selesai. Tapi hal tersebut akan berpeluang menjadi suatu masalah jika seandainya didalam diri kita sudah ada ‘benih Musuh’. Hadirnya roh percabulan berpeluang untuk ikut ‘memberi pupuk’ pada ‘benih musuh’ yang sudah ada didalam diri kita. Imajinasi tentan8g hal-hal cabul yang secara bertubi-tubi muncul dalam pikiran kita akan ikut membangkitkan ke-Aku-an yang seharusnya terus tersalib bersama Kristus; pengaruh dari roh cabul yang tidak ditanggulangi akan membuat munculnya keinginan daging yang berasal dari benih musuh dalam hidup kita. Dan biasanya, kepasifan yang kita miliki jadi membuat ‘keinginan daging’ bermetaformosis menjadi ‘keinginan kita sendiri’; inilah yang membuat seseorqng ‘gelap mata’/ lupa dengan jati dirinya sebagai anak Allah dan terjatuh ke dalam pencobaan – hidupnya kembali dikuasai oleh keinginan daging dan diikat oleh kuasa dosa (Gal 5:19-21, Yak 1:14-15)
Jadi dengan kata lain, jika kita terus menjagai area imajinasi dan mendisiplin imajinasi kita dengan mempergunakan firman, kita secara otomatis sedang terus menjagai diri kita dari kemungkinan dipikat & di seret untuk jatuh dalam dosa atau berbagai bentuk ketidak akuratan hidup lainnya.
Dengan kita terus mendisiplin diri mengimajinasikan firman, tanpa kita sadari sesungguhnya kita juga sedang mengkondisikan diri untuk mulai berinteraksi dengan berbagai dimensi roh yang berasal dari sorga! Berbagai dimensi roh -entah yang berasal dari si Jahat ataupun yang berasal dari Tuhan, memiliki kuasa untuk mempengaruhi kehidupan kita! Yang berasal dari si jahat akan membuat seseorang jadi kembali memanifestasikan kehidupan lamanya, kehidupan daging; sedang yang berasal dari Tuhan, akan membuat seseorang jadi makin serupa dengan Kristus sendiri!
2 Timotius 1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
1 Korintus 2:12 Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus

Message ini masih akan berlanjut besok…