Top

04 Juli 2019

Kita banyak melihat bagaimana orang-orang yang menurut ukuran dunia tergolong sukses bahkan kaya raya, seakan-akan hidupnya sempurna, tetapi tiba-tiba ditemukan mati karena bunuh diri. Banyak berita-berita yang menyoroti kehidupan orang-orang sukses yang mengalami ‘kegagalan’ yang biasanya mengejutkan. Semakin maraknya berita-berita seperti ini menegaskan bahwa ada suatu takaran maut yang tetap lebih ‘berkuasa’ dibandingkan kekayaan dan kesuksesan duniawi yang berhasil diperoleh oleh orang-orang tersebut.

Saya jadi teringat dengan keturunan Kain yang hidup tanpa mengenal Allah, bahkan menentang Allah. Tanpa hidup takut akan Tuhan, mereka justru ‘berhasil’ mempioniri inovasi di dunia pertanian, musik, kesenian, dan lain-lain. Bicara mengenai kesuksesan secara duniawi, sangat sukses! Mereka bahkan membangun kota yang megah. Tetapi ternyata kesuksesan mereka juga menjadi sumber kehancuran bagi kehidupan mereka sendiri. Kehidupan mereka penuh dengan perkelahian, penumpahan darah. Pekerjaan musuh, ‘maut’ dalam berbagai takaran merajalela di seluruh kehidupan mereka!

Iblis terus berusaha ‘memalsukan’ kehidupan, yaitu dengan kehidupan bios dan psuche. Namun kehidupan yang sejati hanya ada di dalam Tuhan. Musuh terus ‘membuat’ produk KW dari kehidupan yang sejati di dalam Tuhan. Tetapi hal tsb akan selalu membuat manusia haus lagi, tidak akan pernah dipuaskan. Sementara Bapa telah menyediakan segala sesuatu yang original untuk kita nikmati, dan memang adalah porsi kita sebagai anak-anakNya! Saya mau memastikan hanya Dialah yang menjadi sumber dari kepuasan hidup saya. Let God be the only source of our contentment!

Ketika merenungkan Firman di 1 Yoh 5:1-5 mengenai iman yang mengalahkan dunia, saya jadi teringat dengan hukum yang terutama, yaitu untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan (Mat 22:37-38). Hati yang mengasihi Tuhan menjadi kunci yang membuat kita tidak akan bergumul untuk hidup sesuai dengan rencanaNya. Karena memang untuk hidup sesuai dengan kehendakNya, menaati setiap ketetapanNya, itu tidaklah sulit! (1 Yoh 5:3)

Tiba-tiba saya dibawa oleh Roh Kudus untuk menyadari bahwa alasan mengapa masih banyak orang percaya yang ’tergoda’ untuk ikut mengejar kesuksesan dunia, atau mungkin sekedar ‘cemburu’ terhadap apa yang dialami oleh orang-orang dunia, itu disebabkan karena banyak dari orang percaya yang tidak mengenali jati diri mereka yang sejati di dalam Tuhan. Ketika pengenalan akan Tuhan tidak bertumbuh, pengenalan akan jati diri di dalam Tuhan juga pasti tidak bertumbuh. Roh Kudus menyadarkan saya bahwa jati diri saya adalah sebagai anak Sang Raja segala raja, yang memiliki seluruh alam semesta.

Posisi lebih tinggi seperti apalagi yang kita kejar? Kesuksesan, kebahagiaan macam apalagi yang masih ingin kita cari dari dunia? Sekarang saya semakin memahami mengapa kita perlu mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya, karena ketika kita melihat, memasuki dan menjadi yang empunya KerajaanNya, kita akan menyadari bahwa tidak ada lagi kebutuhan yang kita miliki! Tidak ada lagi hal yang lebih indah dari hidup bersamaNya!

Saya mau terus menjagai hati saya untuk menjadikan Tuhan sebagai harta satu-satunya yang paling berharga dan terutama dalam kehidupan saya. Tidak ada hal lain yang lebih berharga, tidak ada hal lain yang lebih saya cintai daripada Dia.

Daripada meneladani tokoh-tokoh dunia yang sukses, saya justru sangat terinspirasi ketika melihat Musa yang bersikukuh menginginkan realita Tuhan lebih dari penggenapan janji Tuhan yang membawanya mengalami kesuksesan besar (Kel 33:15). Saya justru mau meneladani sikap hati dan kecenderungan hati Yesus yang ketika sedang dielu-elukan oleh orang banyak untuk diangkat menjadi raja tetapi justru Ia menyingkir, padahal dunia sedang ingin ‘mempromosikanNya’. Ia tahu jati diriNya sebagai anak Allah, dan hatiNya selalu terpaut kepada Bapa, itu sebabnya Ia sering menyingkirkan diri untuk berdoa (Yoh 6:15, Mat 14:23).

Saya semakin menyadari bahwa memang TUHANLAH HARTA YANG SESUNGGUHNYA! Itu sebabnya saya mau terus berfokus dan bertekun untuk mengejar Dia, untuk menangkap isi hatiNya, untuk merenungkan, memahami dan melakukan setiap FirmanNya. Passion untuk mewujudkan isi hatiNyalah yang menyala-nyala dalam diri saya!

Saya mau memastikan saya terus bertekun dalam Firman, dan terus membangun persekutuan dengan Tuhan, agar saya semakin mengenali jalan-jalan Tuhan, di mana perkenananNya dan keberadaanNya di setiap langkah saya menjadi jauh teramat penting daripada janjiNya untuk mempromosikan hidup saya menjadi orang yang terpandang, disegani dan berpengaruh.

Hanya satu saja yang saya ingini, menjadi pribadi yang hidup bersama dengan Dia, mewujudkan isi hatiNya bersamaNya! Dengan sukacita yang melimpah dan dengan passion yang berkobar-kobar, saya dedikasikan hidup saya sepenuhnya untuk menjadi milikNya! Let Your will be done in my life!#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus