Top

04 Juni 2018

Sudah terlalu lama ‘spirit individualistis’ telah merasuki kehidupan orang percaya. Sehingga apapun firman yang datang dalam hidup mereka selalu dipahami untuk kepentingan pribadi. Tidak heran jika akhirnya ‘pelayanan Tubuh Kristus’ dalam cakupan gereja lokal maupun secara universal sulit untuk terwujud.

Berikut adalah manifestasi “spirit individualistis” yang bekerja dalam kehidupan orang percaya:

1. Tidak mau mengambil sikap/komitmen untuk berjemaat dalam suatu gereja lokal.

Mereka hanya mau datang untuk disegarkan, dikuatkan, dan menikmati realita Tuhan lalu pulang menjalani urusannya sendiri.

2. Sering pergi “mengembara” ke segala macam gereja dan mencampur adukkan berbagai pengajaran dengan harapan menjadi orang percaya yang “diurapi dan sakti”.

Alhasil kehidupannya semakin tidak karuan dan tidak jelas. Sebab ia seperti tanaman yang terus berpindah – pindah dari satu tanah ke tanah lainnya, akibatnya pasti mati dan tidak akan pernah bertumbuh seperti yang Tuhan harapkan.

3. Senang meminta arahan dan nubuatan pada hamba Tuhan yang diurapi demi kelancaran pekerjaan, dan dapat menjalani kehidupan yang tanpa masalah, pergumulan tanpa perlu berakar dalam firman dan gereja lokal!

4. Mempunyai 1001 macam alasan untuk menunda/ menolak ketika mendengar ajakan untuk meleburkan diri dalam agenda gereja lokal; dari alasan sibuk, tidak tahu harus mulai dari mana untuk melebur, tidak tahu caranya untuk melebur dan lain-lain…

Setelah saya renungkan, ternyata untuk meleburkan diri dalam agenda gereja lokal yang terbangun secara akurat tidaklah sulit, karena pada prinsipnya DIMANA ADA KEMAUAN PASTI ADA JALAN! Jadi jika kita sudah sekian waktu lamanya tidak berjemaat, tidak berfungsi, dan tidak berakar dengan kuat, dan tidak meninggalkan kehidupan individualistis, hal itu disebabkan karena BELUM ADA TEKAD DAN KEMAUAN YANG KUAT UNTUK MELEBUR!

Jadi ini yang perlu kita lakukan untuk menanggulangi “spirit individualistis” dan disaat yang sama menumbuhkan “corporate life”

1. Mintalah kepada Roh Kudus hati yang mencintai Tuhan lebih dari apapun juga.

Karena pada prinsipnya melebur itu merupakan ekspresi dari bentuk cinta kita terhadap Tuhan yang bergelora sehingga terbangun tekad dan kemauan yang kuat untuk berfungsi dalam gereja lokal yang akurat! Ingat, jika kita mencintai Dia, maka apa saja akan kita lakukan untuk Dia tanpa ada pertimbangan – pertimbangan manusiawi. Kebenaran akan kita lakukan tanpa penundaan, melainkan dengan sukacita dan sukarela!

2. Terus bangun tekad yang kuat untuk meleburkan diri/berfungsi.

Minta Roh Kudus untuk bekerja menumbuhkan tekad tersebut dengan cara mengimajinasikan diri kita yang telah berfungsi! Berdoalah dalam bahasa roh dan deklarasikan setiap impresi yang kita terima sampai roh kita bergelora!

3. Bertekunlah dalam pengajaran dari pemimpin gereja lokal yang membangun hidupnya secara akurat.

Ketekunan kita dalam menggali setiap firman yang disampaikan oleh sang pemimpin rohani dalam gereja lokal tersebut, akan sangat menentukan “daya lebur” kita dalam agenda gereja lokal. Semakin bertekun, pasti semakin melebur (semakin jadi satu roh, satu agenda, dan satu tujuan serta pemahaman dengan pemimpin rohani) Jika belum melebur artinya belum bertekun! Prinsip firman itu sangat sederhana: siapa yang bertekun pasti memunculkan buah (Luk 8:15) Jadi kalau belum mati – matian, gila – gilaan, dan habis – habisan bagi agenda Kerajaan Surga, artinya daya tekun kita masih kurang. Mintalah kepada Roh Kudus untuk menolong kita untuk bertekun! Ingat, DIMANA ADA KEMAUAN PASTI ADA JALAN!!

Beberapa minggu ini terus bermunculan dalam pikiran saya alasan – alasan kenapa masih saja ada orang – orang percaya yang masih mempertahankan kehidupan invidualistis dan belum berfungsi maksimal dalam gereja lokal.

Tapi 1001 alasan yang muncul langsung diruntuhkan oleh Roh Kudus dengan satu kalimat: DIMANA ADA KEMAUAN PASTI ADA JALAN!!

Ya, sangat benar sekali. Ini hanya masalah kemauan saja!! Jika seseorang mau dan bertekad untuk berfungsi, maka pasti dia akan melebur dan berfungsi serta berakar kuat!! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus