Top

04 Juni 2019

Filipi 4:8 (FAYH) Saudara sekalian yang saya kasihi, pada akhir surat ini saya ingin mengatakan satu hal lagi. Arahkanlah pikiran Saudara kepada hal-hal yang benar, yang baik, dan yang adil. Renungkanlah hal-hal yang murni dan indah, serta kebaikan dan keindahan di dalam diri orang lain. Ingatlah akan hal-hal yang menyebabkan Saudara memuji Allah dan bersukacita.

 

Ayat di atas kembali berbicara kuat dalam batin saya. Roh menegaskan bahwa ayat itu harus kita praktekkan setiap saat, tidak peduli dalam kondisi apa pun. Berhentilah beralasan karena situasi dan keadaan ‘tidak mendukung/tidak kondusif’ untuk memikirkan hal yang di atas. Berhentilah “kompromi” dalam pikiran kita. Jangan anggap segala pemikiran negatif berasal dari diri kita sendiri. Itu merupakan taburan dari si jahat. Segera singkirkan! Sebab ketika kita menerima/ tidak menyingkirkan pemikiran si jahat, maka kita memiliki kejahatan itu. Sehingga kejahatan itu akan bermultiplikasi dalam pikiran kita.

 

Emosi kita pun akhirnya bergejolak dan menjadi negatif. Akibatnya hidup kita sehari – hari menjadi terganggu. Oleh karenanya kita perlu berjaga – jaga dan bertindak tegas. Memang ini “agak melelahkan” karena seperti sedang terus mengarahkan pikiran yang sudah terbiasa ke arah negatif menuju ke hal yang positif.

 

Apalagi saat keadaan buruk, upaya untuk berpikir positif akan jauh lebih berat! Ditambah lagi jika kita menghadapi orang – orang yang sudah sering berlaku negatif, semakin sulit saja tentunya untuk memikirkan hal yang benar, baik, dan adil yang ada dalam diri orang tersebut!

 

Tapi sebenarnya melakukan firmanNya tidaklah berat (1 Yoh 5:3) Jadi jika kita berpikir bahwa memikirkan Fil 4:8 itu berat, maka jadilah sesuai iman kita. Oleh karena itu yakinlah, jika Tuhan memerintahkan, maka Dia memberi anugerah untuk bisa melakukannya.

 

Jadi, yakinilah hal yang sebaliknya ; itu bisa kita lakukan. Tapi sadarilah, kita tidak bisa melakukan dengan kekuatan kita sendiri, melainkan oleh kekuatan Roh Kudus. Libatkan Dia seutuhnya. Ikuti setiap dorongan RohNya yang mengkondisikan diri kita untuk dipenuhi oleh firman. Dia akan mendorong kita mendeklarasikan firman dalam kondisi buruk. Dia juga akan mengkondisikan kita terus memikirkan hal yang positif.

 

Memang, ini seperti peperangan. Karena bertentangan dengan kondisi dan kebiasaan kita. Tapi mau tidak mau kita harus memenangkan peperangan! Saat peperangan dalam pikiran kita usai (keilahian/firman memenuhi dan mengusir segala pemikiran negatif) maka yang lahiriah pun pasti akan berakhir. Karena apa yang terjadi di alam roh pasti akan mempengaruhi kondisi dan situasi yang ada.

 

Pada prinsipnya Tuhan mau kita semakin ilahi. Jadi apapun kondisinya, pikiran kita harus tetap ilahi. Saya yakin anugerah Tuhan akan memampukan kita. Sebab memang kita mencintai Dia dan mencintai kebenaran dan sebagai ciptaan baru.

 

1 Yohanes 5:3-4 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

 

Kita pasti menang melawan kondisi dan situasi yang menekan dan negatif. Sebab kita memang umat yang lebih dari pemenang! Ketika kita berhasil berpikir positif maka segala yang negatif pun akan alami perubahan! PIKIRAN kita adalah DOA yang berkuasa!

 

Efesus 3:16-21 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita DOAKAN atau PIKIRKAN, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.

 

Terjadilah atasku, di dalam nama Yesus! Amin! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus