Top

05 April 2019

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin…

2. Area imajinasi memberi kemampuan kepada manusia untuk ‘bepergian’ ke masa lalu ataupun ke masa depannya.
Area imajinasi dalam hidup seseorang memang sangat dahsyat. Imajinasi memiliki kemampuan untuk membawa seseorang kembali ke masa lalunya dan sekaligus membawa seseorang untuk ‘mencicipi’ masa depannya!
Itu sebabnya, dengan segala macam cara, Iblis terus berusaha untuk bisa menguasai dan merusak area imajinasi yang seseorang miliki.
Setelah kejatuhan manusia dalam dosa (Kej 3) Musuh akan mengkondisikan umat manusia untuk selalu bereaksi berdasarkan emosinya – diupayakan emosi negatif yang terbangkitkan akibat adanya situasi yang tidak diharapkan/ diinginkan jadi makin menjadi-jadi dan memanfaatkan dorongan emosi negatif tersebut untuk merusak nalar/ logika berpikir sekaligus persepsi mental yang ia miliki sehingga akan mulai terbangun berbagai alasan ataupun argumensi yang bertujuan untuk membenarkan apapun tindakan salah yang bakal ia lakukan.
Perhatikanlah apa yang terjadi atas Kain & Habel. Alkitab mencatat, mereka berdua sama-sama mempersembahkan korban kepada Tuhan. Tapi persembahan Kain di tolak sementara persembahan Habel di terima oleh Tuhan (Kej 4:3-5) Terjadi suatu peristiwa yang tidak Kain kehendaki – persembahannya ‘ditolak’ oleh Tuhan. Alih-alih bertobat dan mulai belajar memprioritaskan Tuhan melalui persembahannya, Kain justru memunculkan respon panas hati/ marah; dan dia membiarkan emosi negatif dalam hidupnya di manfaatkan oleh si jahat! Mukanya jadi muram – menunjukkan gejolak emosi negatif dalam batinnya tidak segera tertanggulangi. Bahkan setelah Tuhan memberi teguran & peringatan kepadanya! (Kej 4:5-7)
Kepasifan Kain yang tidak mengontrol area imajinasi telah membuat emosi negatif akibat ‘ditolaknya’ persembahan yang ia berikan kepada Tuhan menjadi makin membuatnya terperosok dalam jerat Musuh! Seandainya Kain menguasai area imajinasinya, kenyataan bahwa persembahannya sudah ditolak Tuhan akan bisa menghantarkan dirinya kepada pertobatan untuk memastikan dirinya bakal mengutamakan Tuhan jika dilain waktu akan memberi persembahan. Sayang, Kain tidak mendisiplin area imajinasinya sehingga ketika terjadi sesuatu yang tidak dia harapkan – persembahannya ditolak Tuhan, munculnya emosi negatif jadi tidak tertanggulangi. Emosi negatif yang muncul tersebut telah membuat dirinya jadi kehilangan keobyektifannya dalam menilai segala sesuatu. Alih-alin mengevaluasi diri dan berubah, Kain justru menjadi iri & menyalahkan Habel. Lalu karena area imajinasinya sudah dikuasai Musuh, Musuh-pun memanfaatkan area imajinasinya untuk merancangkan apa yang bakal dia lakukan terhadap Habel (merujuk kepada kemampuan untuk mencicipi masa depannya) Sayang, karena Kain sudah sedemikian dikuasai oleh emosi negatif, maka ‘rancangan masa depan’ yang ia miliki berkaitan dengan Habel justru membuatnya menjadi seorang pembunuh….!
Melalui peristiwa Kain & Habel, Roh mengajar saya untuk mempergunakan kuasa imajinasi secara akurat:
a. Pergunakan kuasa imajinasi untuk ‘kembali ke masa lalu dan memotong bayang-bayang masa lalu’ yang terus menghantui hidup kita di masa kini.
Suatu kejatuhan (dimasa kini) yang terus menerus terjadi, pasti disebabkan karena adanya bayang-bayang masa lalu yang terus menghantui keberadaan kita dimasa kini.
Meski kita sudah berusaha untuk terus alami pertumbuhan didalam Tuhan tapi sepertinya dengan mudah kita bisa kembali jatuh pada dosa/ kejatuhan yang sama. Tidak peduli ada banyak terobosan yang pernah kita alami, bahkan ada realita Tuhan yang terus melingkupi hidup kita, tapi sepertinya dengan mudah kita terus jatuh di area yang sama terus menerus… Artinya Musuh sudah berhasil ‘menanamkan’ sesuatu dalam hidup kita melalui apa yang kita alami, apa yang kita lihat/ rasakan – melalui ‘gerbang kehidupan’ yang terbuka dalam hidup kita, dan selanjutnya terus mengendalikan hidup kita!
Yang harus kita lakukan adalah, Masuk ke dalam hadiratNya dan mintalah untuk Roh Kudus menyatakan kepada kita di peristiwa masa lalu manakah Musuh telah berhasil menanamkan ‘kendalinya’ atas hidup kita. Kenali dan ambil tindakan melalui doa. Biasanya Roh Kudus akan membawa kita untuk mengendarai ‘kendaraan imajinasi’ dan kembali ke masa lalu; mengidentifikasi apa yang sesungguhnya terjadi dalam hidup kita, membawa kita meresponi apa yang sudah terjadi tersebut dengan respon pertobatan (atau berbagai respon akurat lainnya, tergantung apa yang kita alami di masa itu) lalu membimbing kita untuk mencabut aspek ketidak akuratan yang waktu itu kita lakukan dan membereskannya dalam penebusan darah anak domba. Ingat, aspek ketidak akuratan yang belum di tanggulangi akan selalu menjadi celah masuk dari Iblis ke dlm hidup kita. Tapi tindakan kita membawa ketidak akuratan dalam doa pertobatan akan mengaktifasi bekerjanya kuasa darah Yesus dan menutup celah atas hidup kita tersebut (Yes 1:18, 1 Yoh 1:7-10) #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus

Message ini masih akan berlanjut besok…