Top

05 February 2019

Saya meyakini, selain dengan terus bertekun membangun manusia roh dan logika ilahi dalam hidup saya melalui perenungan Firman, salah satu kunci utama untuk menaklukkan ketujuh bangsa yang lebih besar di tanah perjanjian adalah dengan hidup dalam ikatan janji dengan bapa rohani. Hari-hari ini hati saya sangat berkobar-kobar untuk mempelajari pola ilahi yang Tuhan nyatakan melalui hamba-hambaNya yang hidup dalam ikatan janji.

Membaca dan menelaah kisah Elisa mengikuti Elia, saya mendapati bahwa Elisa adalah anak rohani yang mengikuti jejak langkah kaki Elia sebagai bapa rohaninya dengan suatu ketetapan hati yang mantap, ia berjalan dengan penuh kepastian, tanpa rasa takut apalagi keraguan. Iapun menerima dua bagian roh Elia dan menjadi orang kegerakan yang Tuhan pakai dengan dahsyat seperti Elia! Itu sebabnya saya begitu penasaran untuk meneliti lebih dalam mengenai hal-hal yang terjadi sebelum Elisa menjadi penerus Elia.

1. Saya tertarik dengan kisah pemilihan Elisa, kembali saya melihat pola yang sama seperti yang saya dapati pada Musa dan Yosua.

Jauh sebelum Elisa tahu bahwa ia akan menjadi penerus kegerakan yang dibawa oleh Elia, Tuhan telah terlebih dahulu menyatakannya kepada Elia. Bahkan Tuhan menyatakan secara spesifik kepada Elia bahwa Elisa-lah yang akan menggantikan Elia sebagai nabi (1 Raja-raja 19:16).

2. Proses terpanggilnya Elisa juga cukup unik, saat itu Elisa sedang membajak dengan dua belas pasang lembu

Ada 11 pasang lembu di depannya, ia sendiri mengendarai yang ke-12, saya mendapati bahwa Elia tidak mengucapkan apapun kepada Elisa, ia hanya melintas di dekatnya dan menghamparkan jubahnya kepada Elisa (1 Raja-raja 19:19). Respon Elisa ternyata cukup mengejutkan, ia langsung meninggalkan lembunya dan berlari mengejar Elia serta meminta izin kepada Elia untuk berpamitan dengan orang tuanya dan ia menyatakan bahwa ia akan mengikuti Elia (1 Raja-raja 19:20).

Ketika mengimajinasikan terjadinya peristiwa ini, saya bertanya-tanya kepada Roh Kudus, bagaimana bisa Elisa tiba-tiba langsung pergi meninggalkan apa yang sedang ia kerjakan, berlari mengejar Elia, dan langsung membuat komitmen pula untuk mengikuti Elia! Roh Kudus menjelaskan kepada saya, bahwa itulah pekerjaan roh destiny yang diimpartasikan melalui seorang bapa rohani, itulah juga kekuatan panggilan ilahi dan penetapan Tuhan!

Eliapun mengizinkan Elisa untuk berpamitan dahulu dengan orgtuanya dengan satu syarat, “Ingat apa yang telah kuperbuat kepadamu.” (1 Raja-raja 19:20). Saya merasa, maksud Elia adalah untuk Elisa mengingat momen perjumpaan Elia dengannya, ketika jubah Elia dihamparkan di pundak Elisa, saya percaya itu adalah momen di mana roh destiny yang dibawa oleh bapa rohani ‘melingkupi’ dan ‘menangkap’ hati sang anak rohani.

Kemudian, saya membaca lebih lanjut, Elisa mengadakan ‘farewell event’ – pesta perpisahan untuk keluarganya dan anak buahnya, dengan menyembelih dan memasak lembunya! Lembu yang ia pakai untuk membajak! (1 Raja-raja 19:21) #AkuCintaTuhan

Message ini masih akan berlanjut besok.

Ps. Steven Agustinus