Top

05 Januari 2019

‘Mengalahkan diri sendiri’, ‘Menghancurkan ke-Aku-an’ adalah merupakan dua kata yang terus diulang-ulang oleh Roh Kudus sepagian ini. Saya memang sedang terus berdoa untuk jemaat/ pemimpin yang hingga sekarang terus alami kesulitan untuk dapat terhubung & meleburkan diri sepenuhmya ke dalam dimensi kegerakan yang Tuhan sudah lakukan melalui gerejaNya.
Beberapa alami kesulitan untuk meleburkan diri karena masih terus berharap bahwa kegerakan tersebut akan Tuhan mulai dari antara mereka sendiri – sementara Tuhan justru sedang bergerak melalui ‘kelompok lain’; yang lainnya terus berdoa supaya dibangkitkan Tuhan untuk memimpin kegerakan rohani yang ada, sementara Tuhan justru sedang membangkitkan ‘orang lain’ untuk memimpin kegerakan yang ada…
Seluruh permasalahan yang terus dialami oleh gereja, yang mengkondisikan mayoritas jemaat/ pemimpin jadi ‘tetap terpisah’ dengan kegerakan yang sedang Tuhan gulirkan adalah karena ‘masih hidupnya’ ke-Aku-an didalam mereka.
Saya yakin, dengan mulai berinteraksi dengan kegerakan yang sedang Tuhan lakukan melalui kehidupan sehari-hari orang percaya, mereka yang selama ini masih kesulitan untuk melebur dalam kegerakan tersebut pasti sudah menerima adanya suatu kesaksian Roh yang mendorong mereka untuk segera meleburkan diri mereka tapi bagaimanapun juga ke-Aku-an tetap menjadi penghalang utama yang menahan pengambilan keputusan mereka jadi akurat. Mereka masih harus mengalahkan diri sendiri, meruntuhkan ke-Aku-an…
Alkitab menyatakan: “Barangsiapa menang…” artinya, ada peperangan yang harus dilakukan, ada penaklukan yang harus dilakukan; tidak lain, menaklukkan diri sendiri, mengalahkan ke-Aku-an…
Mereka yang bertindak untuk menaklukkan diri sendiri, ke-Aku-an, akan mengalami berbagai peristiwa Ilahi dari Tuhan:
1. Menikmati buah pohon kehidupan yang membuat kita jadi hidup akurat & memperkenan hatiNya. Ada kehidupan Ilahi yang menguasai kehidupan sehari-hari kita (Why 2:7)
2. Menaklukkan kuasa kematian; roh Maut dalam berbagai bentuk/ ukuran yamg berbeda kita telan sepenuhnya didalam kemenanganNya (Why 2:11, 1 Kor 15:54)
3. Menerima bekerjanya kuasa firman yang membangun jati diri kita didalam Dia; melalui jati diri baru didalam Kristus inilah kehidupan sehari-hari kita akan memanifestasikan posisi rohani yang berkemenangan dalam segala hal (Why 2:17)
4. Menerima otoritas & kuasa untuk mempengaruhi, memerintah serta mengubahkan bangsa-bangsa (Why 2:26-28)
5. Mengalami penyertaan Tuhan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Realita penyertaan Tuhan inilah yang memberikan otoritas & posisi rohani berbeda kepada kita dibandingkan bangsa-bangsa lain (Why 3:4-5)
6. Menerima penetapan Tuhan untuk menjadi pembawa realitaNya, pembawa kemuliaan KerajaanNya di muka bumi ini (Why 3:12)
7. Didudukkan setahta dengan Kristus utntuk memerintah bersama denganNya (Why 3:21)
Semua itu akan dinikmati oleh mereka yang mau menghancurkan ke-Aku-an yang selama ini ada dalam hidup mereka. Untukk menghancurkan ke-Aku-an, yang harus kita lakukan hanyalah mengambil keputusan untuk mengikuti cara kerja, pola & jalan-jalan Tuhan yang sudah Dia nyatakan melalui firman & RohNya.#AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus