Top

05 Juni 2019

Filipi 4:8-9 (FAYH)
Saudara sekalian yang saya kasihi, pada akhir surat ini saya ingin mengatakan satu hal lagi. Arahkanlah pikiran Saudara kepada hal-hal yang benar, yang baik, dan yang adil. Renungkanlah hal-hal yang murni dan indah, serta kebaikan dan keindahan di dalam diri orang lain. Ingatlah akan hal-hal yang menyebabkan Saudara memuji Allah dan bersukacita. Amalkanlah hal-hal yang telah Saudara pelajari dari saya dan dari perbuatan saya, dan Allah sumber sejahtera akan beserta dengan Saudara

 

Roma 8:5-6 (TB) Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

 

Pergumulan untuk bisa hidup dalam damai sejahtera seharusnya sudah berakhir. Sebab ketika kita hidup di dalam Roh, sesungguhnya kita sedang berada dalam KerajaanNya yang tidak tergoncangkan. Kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita ilahi sajalah yang akan melingkupi batin. Diluar itu, tidak ada.

 

Segala pekerjaan musuh yang ingin membuat emosi kita bergejolak tidak akan pernah bisa menyentuh kehidupan kita. Aman sepenuhnya dalam lingkupan hadirat Tuhan. Sebab tidaklah mungkin seseorang bisa hidup dalam “dua dunia”. Ia tidak bisa menyembah dua tuan! Hidup dalam damai sejahtera itu kekal sifatnya. Dan (seharusnya) tidak bisa “dicuri”.

 

Bagaimana bisa iblis masuk ke duniaNya Tuhan? Tidak bisa! Permasalahannya, dimanakah posisi kita saat ini? Apakah kita masih hidup dalam daging? Atau kita hidup dalam Roh? Arah pikiran kita menentukan posisi kita.

 

Ayat – ayat di atas sudah sangat jelas mengarahkan hati dan pikiran kita untuk tertuju kepada kebenaran, merenungkan apa yang benar, dan menjadi pelaku kebenaran. Itulah yang harus kita latih setiap hari! Dalam proses latihan dibutuhkan tekad yang kuat untuk semakin MAHIR.

 

Mulailah dari saat kita ingin memejamkan mata di malam hari, ingat/baca satu ayat firman yang berbicara kuat sepanjang hari. Setelah bangun pagi, langsung arahkan pikiran kita untuk merenungkan hal tersebut. Bawa itu dalam doa (doa dalam roh) sampai menerima impresi. Lalu gali lebih dalam.

 

Baca ayat – ayat yang berkaitan dengan impresi yang kita terima sampai menerima pemahaman. Lalu deklarasikan dan tuliskan. Saat kita terus berlatih melakukan hal ini, maka kecintaan kita akan firman pasti ditambahkan oleh Roh Kudus. Gelora cinta itulah yang akan mempengaruhi keseharian hidup kita.

 

Di tengah kesibukan (pekerjaan) kita akan bisa terus merenungkan firman dalam pikiran, dan setiap satu jam sekali kita akan membaca firman dan mendeklarasikannya. Fokus hati dan pikiran kita akan tertuju pada hal – hal yang dari Roh, sehingga kita hidup dalam Roh. Inilah yang membuat hidup kita tidak tergoncangkan!

 

Pagi ini Roh kembali membawa saya kepada hal yang mendasar dalam mengatasi emosi negatif dan senantiasa hidup dalam sukacita. Ternyata kembali lagi kepada memikirkan hal yang dari Roh.

 

Kenapa emosi kita bisa negatif? Karena kita sedang tidak dalam HABITAT KITA YANG SESUNGGUHNYA . Tapi jika kita ada dalam HABITAT kita yang sesungguhnya (hidup dalam Roh, tinggal dalam realita hadiratNya) maka damai sejahtera dan sukacita abadi itu dapat kita alami setiap hari.

 

Saya percaya, pergumulan untuk hidup dalam sukacita abadi sudah berakhir. Tidaklah tepat jika kita terus “bergumul” untuk hal tersebut. Kita hanya perlu memasuki dan tinggal dalam habitat kita saja. Di sanalah ada kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita. Bagian kita sebagai anak Allah tinggal menikmatinya saja!! Itu memang porsi dan bagian kita yang sewajarnya kita alami!! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus