Top

05 Maret 2019

Untuk memiliki level keterhubungan & kebergantungan terhadap Tuhan yang terus terjagai & bahkan terus bertumbuh membutuhkan sikap hati yang akurat di hadapan Tuhan. Seringkali tanpa kita sadari, sikap hati kita telah jadi melenceng membuat kita mulai mengandalkan kemampuan diri sendiri.

Yeremia 17:9-10 (TB)

Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?
Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”

Dibutuhkan keterbukaan di hadapan Tuhan untuk bisa selalu memastikan kondisi hati kita bisa terus memperkenan hatiNya! Tanpa sikap hati yang akurat, level ketergantungan & keterhubungan yang kita miliki Tuhan akan terus ‘melemah & menjauh’ dari Tuhan! Dapat dikatakan, di saat kita ‘menjauh dari Tuhan’ – mulai tidak hidup dalam keterhubungan & kebergantungan terhadap Tuhan, mulai hidup dengan mengandalkan kekuatan sendiri – itulah awal dari segala kemerosotan, kejatuhan, bencana maupun berbagai peristiwa buruk lainnya.

1. Pastikan kita terus meminta kepada Bapa untuk Dia memberikan hati yang haus-lapar akan realita Tuhan & firmanNya ke dalam hidup kita.

Bagi orang-orang yang terus hidup dalam keadaan hati yang selalu haus-lapar akan Tuhan, otomatis, dia akan terus alami adanya dorongan dari dalam hatinya untuk mengejar realita Tuhan; bukan sekedar untuk menikmati jamahanNya tapi akan mengkondisikan dirinya secara sedemikian rupa hingga seluruh keberadaannya di tenggelamkan didalam realita pekerjaan firman & Roh yang ada – hingga meluber & melimpah keluar dari dalam hidupnya.!

Atmosfir haus-lapar akan Tuhan yang ia bawa dalam hidupnya-lah yang akan membuat orang-orang kristen agamawi jadi menyadari (tertempelak oleh pekerjaan Roh Kudus) akan kehidupan agamawi & jauh dari realita Tuhan yang selama ini mereka miliki sehingga mereka kembali menikmati bekerjanya kasih mula-mula kepada Tuhan.

Memiliki kehidupan yang selalu haus-lapar akan Tuhan seharusnya menjadi kehidupan normal bagi setiap orang percaya!

2. Pastikan kita terus meminta kepada Bapa untuk Dia memberikan hati/ roh yang lembut, mudah dibentuk, mudah diajar & mau berubah.

Kita tidak akan pernah bisa mengusahakan keberadaan kita selalu haus-lapar akan Dia ataupun selalu memiliki hati yang lembut, mudah dibentuk, diajar & mau berubah – hanya Bapa yang dalam kemurahanNya akan dapat memberikan kondisi hati yang seperti di atas!

Ketika kita menjalani kehidupan sehari-hari dengan membawa hati yang lembut, saya meyakini, jalan hidup kita akan betul-betul di luruskan oleh Tuhan sendiri (Yes 26:7) semakin jauh dari pemasalahan & beban hidup seperti yang banyak dialami oleh orang lain di dunia ini!

Kalaupun masih ada area-area hidup yang belum akurat dalam kehidupan kita, dengan mudah Roh Kudus akan memberikan koreksian melalui firmanNya sehingga kita tidak perlu ‘alami benturan kehidupan’ yang membuat kita kembali harus bergumul & menanggung permasalahan yang sebetulnya tidak perlu kita alami – Tuhan sendiri yang menjauhkan diri kita dari berbagai kecelakaan ataupun sakit penyakit (Ul 7:15, Yes 31:5)

Inilah saatnya untuk umat Tuhan selalu menikmati yang terbaik dari kerajaanNya!

3. Pastikan kita terus meminta kepada Bapa agar Dia melingkupi hidup kita dengan roh doa.

Melalui doa-doa yang kita naikkan kepada Tuhan, perjalanan hidup yang seharusnya berat, berliku & penuh bahaya akan di ubahkan Tuhan menjadi ringan, mudah & bahkan menyenangkan. Roh Doa membuat komunikasi dengan Bapa jadi terbangun semakin intens karena doa bukanlah perkataan kosong yang kita ucapkan kepada Tuhan yang jauh.

Doa membuat kita dapat tinggal di ruang tahta; menarik surga untuk menjadi nyata didalam kehidupan sehari-hari yang kita jalani – bukan hanya kita yang akan berkata-kata, tapi Bapa-pun akan berkomunikasi dengan kita! Melalui doa juga kita membukakan ruang untuk Tuhan kembali memiliki legalitas untuk melakukan intervensi Ilahi atas kehidupan sehari-hari kita!

Melalui terbangunnya kehidupan doa, kita tidak akan pernah menjalani hari-hari kita semdirian lagi; ada Bapa, Kristus & Roh Kudus yang menemani hari-hari kita! (Yoh 14:23)

4. Mintalah kepada Bapa untuk Dia bisa melingkupi manusia roh kita dengan roh yang selalu berkemenangan & penuh ucapan syukur.

Mengawali hari dengan menari-nari, bersorak penuh ucapan syukur hingga emosi, pikiran & tubuh kita dipenuhi sampai meluap dengan roh yang berkemenangan akan memberi kepastian kepada kita bahwa seberat apapun perjalanan hidup & tanggung jawab yang harus kita pikul, tidak lagi akan memberatkan bagi kita!

Akan selalu ada takaran anugerah yang baru, yang memampukan kita untuk menjalani hari-hari yang ada selaras dengan agenda kerja & kehendak Tuhan!┬áKita pasti memiliki kehidupan yang terus efektif, efisien – produktif bagi kerajaan sorga!

Teruslah menjagai kondisi hatimu, minta kepada Bapa agar anugerahNya selalu menguasai hidupmu dan jalanilah hari-harimu yang berbeda – kehidupan sehari-hari yang memanifestasikan keberadaan sorga di bumi ini! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus