Top

05 November 2018

Semakin saya memperhatikan kehidupan orang-orang percaya di masa gereja mula-mula, saya semakin menyadari bahwa ketekunan merupakan bukti dari kesungguhan cinta saya kepada Tuhan. Saya tidak mungkin mengatakan bahwa saya mencintai Tuhan tetapi tidak suka berlama-lama di hadiratNya atau tidak bertekun di dalam FirmanNya. Untuk itu, saya mau terus pastikan saya selalu memiliki hati yang berkobar-kobar mencintai Tuhan dan setiap perkataanNya!
Fakta rohani yang hari ini Roh Kudus singkapkan menjadi jati diri fondasional dalam diri saya adalah jati diri saya sebagai ciptaan baru. Saya menjadi ciptaan yang baru karena peristiwa kelahiran baru; dan Roh Kudus adalah Pribadi yang melahirkan saya di dalam roh dan di dalam KerajaanNya. (Yoh 3:5-8, Titus 3:5)
Ketika saya masuk dalam penyembahan hari ini, saya merasakan dan menangkap isi hati Bapa yang begitu rindu untuk saya dapat hidup dengan jati diri yang sudah Dia rancangkan. Bapa telah menaruh Roh Kristus di dalam diri saya, ada ketidakterbatasan dan yang sudah Ia berikan di dalam roh saya, Ia tidak mau saya terus hidup dalam keterbatasan dan kelemahan, apalagi sering alami penderitaan yang tidak perlu yang disebabkan oleh tipu daya musuh yang sekian waktu lamanya berhasil membuat saya gagal mengenali jati diri saya yang sesungguhnya.
Hari ini saya memahami mengapa Roh Kudus membawa saya masuk dalam Kelas Akselerasi, karena Roh Kudus sebagai Pribadi yang melahirkan saya di dalam Kerajaan Allah ingin membawa saya menjadi pribadi yang utuh di dalam Dia, Ia yang melahirkan saya, saya adalah milikNya! Ia mau saya hidup oleh iman!
Merenungkan bagaimana kehidupan iman didalam diri saya akan bertumbuh sejalan dengan fakta rohani yang ‘berhasil meyakinkan’ diri saya, saya menyadari bahwa saya perlu sering-sering berinteraksi dengan Roh Kudus dan FirmanNya secara intensif.
Roh Kudus mengingatkan saya mengenai bagaimana sebatang besi biasa ketika terus digosokkan dengan magnet, maka besi tersebut akan menjadi magnet. Mengapa bisa begitu? Ternyata besi itu sendiri memang tersusun oleh atom-atom magnet, namun arah dan bentuk atom-atom magnet itu tidak teratur, sehingga tidak dapat berfungsi sebagai magnet. Ketika magnet terus digosokkan ke besi tersebut, yang terjadi adalah, atom-atom magnet di dalam besi yg tadinya tidak teratur mulai tersusun menjadi teratur dan menjadi seragam dengan magnet yang digosokkan. Dan pada akhirnya besi tersebut MENJADI sebuah magnet! Terjadi perubahan ‘jati diri’ dari besi menjadi magnet.
Roh saya berkobar-kobar ketika menyadari penjelasan ilmiah dari hal di atas! Saya menyadari bahwa ketika saya lahir baru, sesungguhnya ada keilahian Tuhan yang sudah Tuhan tanamkan dalam kehidupan saya. Ketika saya terus aktif menggosokkan Firman dengan hidup saya dengan cara mengimajinasikan, memperkatakan, merenungkan dan menginternalisasikan Firman dalam hidup saya; sesungguhnya keilahian Firman sedang ‘menyusun’ dan mengubahkan kehidupan saya, sehingga nature yang sama yang terkandung di dalam setiap Firman terbangun menjadi nature di dalam kehidupan saya. Terjadi perubahan jati diri dalam hidup saya, dari manusiawi MENJADI ilahi! Sekarang saya mengerti Firman yang tertulis di 1 Yoh 3:2, ketika saya terus berinteraksi dengan Dia sebagaimana Dia adanya, saya akan diubahkan jadi semakin serupa dengan diriNya!
Saya bersyukur karena di dalam kelas akselerasi ini, Roh Kudus secara intensif akan membentuk dan membangun cara hidup, pendirian, iman, kesabaran, kasih dan ketekunan dalam hidup saya. Saya mau pastikan saya menjadi murid yang rajin dan selalu hadir dalam kelas akselerasi ini!
Saya mau terus memastikan adanya hati yang lembut dan hati yang selalu taat terhadap setiap arahannya. Saya berdoa, biarlah melalui kelas akselerasi ini, sidik jari tangan Tuhan tercetak dalam hidup saya, membawa saya untuk bukan hanya menjadi pribadi yang mencintai Dia dan mau melakukan kehendakNya, tetapi juga menjadi pribadi yang mewarisi pikiranNya dan keilahianNya! Terjadilah di dalam nama Yesus, Amin! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus