Top

05 September 2018

Ketika saya merenungkan Maz 23:4 lebih lagi, saya mendapati bahwa sesungguhnya ada banyak nature ilahi yang justru Tuhan ingin tanamkan ketika saya berjalan di lembah kekelaman.
Saya mau pastikan ketika saya melalui lembah kekelaman, saya mempergunakan kesempatan ini untuk:

1. Melatih kebergantungan hidup sepenuhnya kepada Dia.

Melalui perenungan ini, saya semakin mendapati bahwa HIDUP BERGANTUNG KEPADA TUHAN adalah salah satu latihan yang sangat perlu dilakukan oleh setiap orang percaya. Karena sudah sekian waktu lamanya, manusia tercetak oleh sistem dunia, terkondisikan untuk selalu mengandalkan diri sendiri.
Ef 6:10 (FAYH) Akhirnya ingin saya peringatkan bahwa KEKUATAN SAUDARA HENDAKNYA DATANG DARI KUASA TUHAN di dalam diri Saudara.
Tuhan tidak menghendaki saya mengandalkan diri sendiri ketika melalui lembah kekelaman, justru Ia rindu menyatakan diriNya lebih lagi, aku mau pastikan aku izinkan gada dan tongkatNya menuntun jalanku!
Saya teringat dengan momen di mana bangsa Israel terjebak dengan laut di hadapan mereka dan tentara Mesir di belakang mereka, dan saya coba bayangkan jika mereka mengandalkan kekuatan diri sendiri… Pasti mereka hancur. Tetapi ketika mereka mengandalkan Tuhan, mereka memberi ruang untuk keilahian Tuhan datang mengintervensi, Tuhan menyatakan diriNya sebagai Allah yang berkuasa, Allah yang berperang bagi umatNya di hadapan musuh Israel! Wowww! Saya percaya seperti ini jugalah yang Tuhan kehendaki setiap kali saya menghadapi suatu permasalahan tertentu. Dia tidak pernah merancangkan kehancuran dalam kehidupan saya, tetapi justru melalui berbagai ‘kemustahilan’ situasi yang Dia izinkan saya alami, Dia ingin menyatakan DiriNya sebagai Allah yang berdaulat, Allah yang berperang bagi umatNya sehingga keberadaan saya akan justru memberitakan kemasyhuran Tuhan! (Yes 43:16-21)

2. Melatih mata saya untuk melihat segala sesuatu yang saya alami dari sudut pandang Tuhan.

Dengan terus membangun persekutuan dengan Tuhan dan Firman, saya percaya saya akan semakin dapat mengenali tujuan dari setiap peristiwa yang Tuhan izinkan terjadi dalam kehidupan saya. Roh Kuduspun pasti menolong saya untuk mulai mengidentifikasi ‘agenda Tuhan’ atas hidup saya melalui peristiwa-peristiwa tertentu.
Beberapa contoh yang pernah saya alami:
~ ketika saya alami kegagalan di area di mana saya merasa unggul, saya dapat melihat, “Melalui hal ini, Tuhan bertujuan untuk mematikan area kesombongan dalam kehidupan saya.”
~ ketika saya alami begitu banyak tugas dan tanggung jawab yang rasanya melebihi kemampuan saya, saya dapat melihat, “Proses ini memang Tuhan rancangkan bagi saya untuk men-stretch kapasitas saya, menambah skill yang akan saya butuhkan untuk menggenapi rencana Tuhan, serta menyatakan ketidak-terbatasan kuasa anugerahNya kepada saya.”
~ ketika saya diperlakukan tidak adil / digosipin / difitnah oleh orang-orang tertentu, saya dapat melihat, “Proses ini Tuhan izinkan untuk membuat saya menjadi pribadi yang semakin tulus, dan inilah kesempatan untuk memanifestasikan kuasa pengampunan dan kasihNya.”
~ ketika saya mengalami kelemahan tubuh / fakta negatif dengan kondisi fakta yang tak kunjung berubah walaupun sudah terus mendeklarasikan Firman dan melakukan segala macam cara, saya dapat melihat, “Tuhan ingin saya membenahi gaya hidup saya di area tertentu, dan Dia sedang ingin membangun ketekunan serta kekuatan iman dalam hidup saya.” (Luk 18:1-8) dan lain-lain.

3. Dengan pertolongan Roh Kudus, menyalibkan berbagai bentuk ‘self’ dan keduniawian dalam kehidupan saya, dan mulai dapat membangun nature ilahi.

Sebagai respon dari point no.2, ketika saya mengenali tujuan Tuhan (target pembenahan / pembangunan sikap hati / konsep pikir / gaya hidup tertentu dalam hidup saya), dengan hati yang mencintai Dia, saya akan berfokus membenahinya.

4. Mengaktivasi kuasa pengharapan dalam kehidupan saya.

a. Menjagai dan mengarahkan aspek pikiran untuk tetap tertuju hanya kepada Dia dan FirmanNya.
Saya mau pastikan saya terus berfokus hanya kepada Firman yang sudah Ia berikan bagi saya. Tidak peduli dengan fakta negatif yang masih ada. Karena apa yang kelihatan adalah sementara, tetapi apa yang belum kelihatan adalah kekal! Segala kesulitan akan segera berlalu, tetapi kesukaan yang akan datang kekal untuk selamanya! (2 Kor 4:18 terj FAYH)
b. Berpegang hanya pada FirmanNya, karena FirmanNya tidak tergoncangkan.
Langit dan bumi boleh berlalu, tetapi FirmanNya akan tinggal tetap. Ketika saya berpegang pada FirmanNya yang tidak tergoncangkan, saya juga menjadi tidak tergoncangkan! Pengharapan adalah seperti jangkar yang kuat yang menghubungkan kita dengan Allah sendiri (Ibr 6:19).
c. Alami pertumbuhan dalam mentalitas pantang menyerah.
Kuasa pengharapan akan terbangun ketika saya mengenal Dia secara pribadi, salah satu caranya adalah dengan mendisiplin diri dalam pembacaan Firman. Mentalitas pantang menyerah dan tidak putus asa ketika menghadapi kesusahan, pergumulan, tantangan akan dapat kita miliki karena Allah menguatkan kita dengan kuasaNya. (Kol 1:11-12 TSI)
d. Mengalirkan ucapan syukur dalam segala situasi.
Bermodalkan dengan Firman Tuhan di Roma 8:28 (segala sesuatu terjadi untuk kebaikan kita yang mengasihiNya) serta roh ucapan syukur, mengkondisikan mata saya untuk dapat melihat bagaimana Tuhan sedang terus membersihkan kehidupan saya dari segala bentuk keduniawian serta ‘self’ dan di saat yang sama Ia membangun kodrat ilahi untuk mulai termanifestasi dlm kehidupan saya. What a great reason to give thanks! Saya bersyukur atas proses pembentukanNya!
Memang terkadang tidak selalu mudah untuk mengetahui agenda Tuhan saat ada di lembah kekelaman, tetapi yang paling penting adalah untuk tidak pernah meragukan kesetiaanNya. Kalaupun saya belum mengerti mengapa saya harus melewati lembah kekelaman tertentu, saya memilih untuk tetap mengucap syukur!

Saya percaya,  ketika targetNya sudah terpenuhi dalam hidup saya, Tuhan akan membawa saya kembali ke padang yang berumput hijau. Untuk itu, saya mau terus bertekun dalam proses dan tidak meminta Tuhan untuk cepat-cepat mengakhiri masa lembah kekelaman ketika saya belum memunculkan apa yang menjadi targetNya dalam kehidupan saya. Aku mau terus menjalani proses yang ada, sampai Tuhan menemukan apa yang Dia cari dari hidupku!
Karena saya percaya, ketika saya sudah melakukan apa yang Ia kehendaki, begitu saja, saya akan kembali mengalami padang yang berumput hijau! (Ibrani 10:36 VMD) Amin! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus