Top

06 Agustus 2019

Daniel merupakan contoh di Alkitab dari kehidupan orang percaya yang berada dalam sistem Babel. Ia merupakan hasil “tawanan” raja Nebukadnezar yang berhasil menaklukkan kerajaan Yehuda sbg akibat dari umat Tuhan tidak lagi berjalan dalam kebenaran. Namun Daniel bukanlah orang biasa, ia adalah keturunan bangsawan yang mempunyai ketetapan hati (mencintai Tuhan dengan segenap hati, jiwa, kekuatan) dan skill yang mumpuni untuk bekerja dalam roda pemerintahan. Bahkan Daniel terus berada dalam posisi tertinggi di kerajaan sekalipun raja dan pemerintahan berganti.

 

Sampai saat ini khususnya di Indonesia, kita belum melihat contoh orang seperti Daniel yang berada dalam domain pemerintahan dan politik. Walaupun ada orang – orang yang beragama Kristen di sana, tapi roh dan ketetapan hatinya berbeda dengan Daniel. Sehingga ‘sepak terjangnya’ tidak jauh berbeda dengan para politikus lainnya yang membawa agendanya pribadi, bukan agenda Kerajaan Surga.

 

Dalam dunia politik kita tahu bersama, bohong itu wajar. Kompromi karena uang dan jabatan itu normal. Dan menjatuhkan “lawan” dengan cara haram pun itu halal. Ya, itulah dunia politik dan pemerintahan yang telah dipengaruhi dan dicetak oleh roh – roh dunia. Sehingga lewat domain tersebut satu bangsa dapat dibentuk seturut dengan keinginan para penguasanya.

 

Pagi ini mata rohani saya terbuka dan melihat dengan jelas bahwa domain politik dan pemerintahan adl merupakan tempat dari pemerintah, penghulu, dan penguasa yang berasal dari kegelapan (tidak terlihat kasat mata – Efe 6:12) memijakkan kakinya atas suatu bangsa! Dengan kata lain, itulah JANTUNG PERTAHANAN MUSUH!

 

Daniel adalah senjata kebenaran yang sengaja ‘diselipkan’ Tuhan dalam sistem Babel untuk menyatakan Kerajaan-Nya, sekaligus memberikan pengaruh dalam segala pengambilan keputusan para raja. Ia sangat paham, bahwa peperangan yg sesungguhnya bukanlah melawan darah dan daging!

 

Oleh karenanya tidak ada cara lain, Daniel harus senantiasa mengandalkan KUASA DOA dan FIRMAN! Itulah yang membuat dirinya terkoneksi dengan KEDAULATAN KUASA TUHAN. Jadi kehidupan doa yang Daniel lakukan bukanlah suatu “rutinitas rohani belaka”, melainkan suatu kehidupan/aktivitas ilahi di dalam Roh yang membuat segala tingkap langit terbuka sehingga ia dapat mengakses segala kemampuan dan firman yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kehendak sang Raja segala raja di atas muka bumi. Kehidupan doa itulah yang membuat Daniel dapat MENGHUJAM JANTUNG MUSUH yang berada di balik domain politik dan pemerintahan.

 

Pagi ini saya mendengar Tuhan berkata: Aku sedang memunculkan para “Daniel” dari tengah umat-Ku yang kudus. Mereka adalah pribadi – pribadi yang diutus dari Rumah Tuhan yang telah di bangun seturut dengan pola sorga. Mereka datang ke domain pemerintahan dan politik bukan sebagai tawanan (bukan karena butuh uang dan pekerjaan) tapi di utus secara “resmi” (telah terbukti hidup dalam pola ilahi) dari rumah-Ku untuk membawa dan merealisasikan mandat Kerajaan pada domain tersebut.

 

Saya sangat optimis pagi ini, keyakinan yang sama seperti yang Yosua dan Kaleb miliki jadi menggema kuat dalam batin saya.

 

Bilangan 14:9 (TB) Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, SEBAB MEREKA AKAN KITA TELAN HABIS. YANG MELINDUNGI MEREKA SUDAH MENINGGALKAN MEREKA, SEDANG TUHAN MENYERTAI KITA; janganlah takut kepada mereka.”

 

Peperangan sudah berakhir!! Ketika kita umat-Nya BANGKIT DALAM KUASA ROH DAN HIDUP DALAM POLA ILAHI maka musuh langsung terserak. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, Tuhan menyertai kita!! PEPERANGAN SUDAH BERAKHIR!! Domain pemerintahan dan politik adalah milik kita sebagai orang percaya. Kita akan duduki, memerintah, dan berkuasa untuk menghadirkan keadilan dan damai sejahtera atas negeri! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus