Top

06 Desember 2018

Ketika merenungkan Firman pada hari ini, roh cinta akan Tuhan seakan ‘menyergap’ saya, menarik saya masuk dalam penyembahan yang mendalam. Saya merasa Roh Kudus sedang terus membawa saya bertumbuh dalam ketulusan saya mencintai Tuhan, sebelum saya memasuki dimensi penyembahan, Roh Kudus memang seperti menginstruksikan saya untuk meninggalkan setiap hal yang lain selain hati yang mencintai Tuhan. Dalam momen penyembahan, Roh Kudus mengubahkan saya untuk menjadi pribadi yang semakin tulus. Mengejar realita keberadaanNya secara sedemikian rupa sampai Dia menyatakan isi hatiNya. Saya belajar untuk datang kepadaNya tanpa membawa keinginan apapun selain ingin bertemu denganNya dan ingin mendengarkan isi hatiNya. Saya mau terus bertekun dalam Firman dan membangun logika ilahi untuk betul-betul dicetak oleh FirmanNya atas dasar cinta saya kepada Tuhan, bukan atas dasar yang lain. Saya rindu menjadi sahabatNya, yang mewarisi isi hatiNya, dan mewarisi pikiranNya.
Ketika saya masuk lebih dalam dalam dimensi penyembahan, Dia menyatakan DiriNya sebagai Allah yang penuh kasih. Dan di hadapan tahta kasih karuniaNya, keberadaan diri saya yang sesungguhnya di ekspos, pekerjaan Roh di ruang tahta ‘membongkar’ setiap keberadaan saya yang masih tidak akurat dan tidak selaras dengan Firman. Roh pertobatan bekerja, membawa saya tersungkur di hadapanNya, menyatakan cinta saya kepadaNya dan meminta anugerahNya untuk saya dapat hidup sepenuhnya memperkenan hatiNya. Ada aliran kasih ilahi yang mengalir masuk dalam kehidupan saya, kasih yang membuat saya merasakan bahwa Tuhan tidak menyerah dengan hidup saya. Roh Kudus kemudian mengarahkan saya untuk mulai bangkit dan menabur di dalam roh secara spesifik untuk hal-hal yang masih belum akurat. Dari dimensi penyembahan di dalam Tuhan, Roh Kudus menarik saya untuk berhenti meratapi ketidakakuratan saya, dan membangkitkan saya untuk membangun manusia roh dengan meluap-luap. Saya jadi kembali merasakan adanya kobaran api Roh Kudus yang menyala-nyala dalam batin saya.

Roh Kudus terus memberi arahan dengan begitu aktif seperti seorang coach – Roh Kudus memberi instruksi-instruksi yang sangat praktikal sementara saya terus berbahasa roh, kobaran api Roh Kudus berkobar-kobar begitu kuat, membuat saya tidak dapat menahan diri saya untuk mengekspresikannya dengan gerakan tubuh yang agresif dengan melompat-lompat walaupun saat ini sudah pukul 02.30 dini hari. Roh Kudus berkata kepada saya, “Imajinasikan dan deklarasikan Firman atas hidupmu, bagaimana dirimu menjadi pelaku Firman, deklarasikan apa yang seharusnya engkau lakukan dan alami sebagai pribadi yang hidup dan memasuki dunianya Tuhan; imajinasikan dan deklarasikan apa yang seharusnya terjadi, bukan apa yang sudah terjadi! Karena dengan begitulah engkau menabur di dalam roh dan engkau pasti menuainya dengan sorak sukacita.”

Saya merasa Roh Kudus sedang terus semakin gencar menuntun saya untuk terus menabur Firman dalam alam roh, karena Tuhan sudah menjanjikan adanya divine harvest/tuaian ilahi. Setiap deklarasi adalah sebuah taburan. Saya percaya perubahan hidup adalah sebuah tuaian ilahi, yang harus diawali dengan menabur di dalam roh, dan wujudnya adalah dengan membangun manusia roh dan mendeklarasikan Firman yang harus terjadi dan harus mengubahkan hidup saya. Saya mau memastikan setiap Firman yang telah saya terima tidak berhenti hanya sebatas pengetahuan saja, tetapi sampai terbangun menjadi logika ilahi dalam hidup saya sehingga kehidupan saya mengalami perubahan menjadi pelaku FirmanNya. Saya dapat merasakan bgmn Tuhan sedang begitu serius menghadirkan musim tuaian tanpa henti dalam hidup setiap umatNya, yang diawali dengan mengubahkan hidup umatNya, baru kemudian datanglah berbagai tuaian ilahi dalam berbagai aspek kehidupan, karena Dia akan mengangkat kehidupan setiap umatNya untuk menjadi tanda dan alamat bagi bangsa-bangsa. #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus