Top

06 Maret 2019

Di akhir zaman ini, iblis dan roh-roh dunia sedang terus berupaya menggiring kita untuk lebih meyakini fakta dan data daripada firman-Nya. Sepertinya ada berbagai fakta dan data yang terus “dipresentasikan” di depan mata dan telinga kita supaya kita menjadikan fakta dan data menjadi sesuatu yang lazim/normal atau lumrah untuk dialami oleh setiap orang.

Seperti misalkan fakta berkata adalah wajar jika semakin bertambah usia, seseorang akan semakin bertambah lemah tubuhnya dan sakit-sakitan, atau normallah kalau jalan hidup orang seperti roda, kadang ada di atas kadang di bawah”dan lain-lain.

Tanpa sadar paparan fakta dan data yang terus datang dalam hidup kita membangun suatu dasar “keyakinan palsu” dalam diri kita dan kita pun mulai “membenarkan” dan mulai hidup berdasarkan fakta dan data itu.

Kenapa saya sebut keyakinan palsu? karena fakta dan data selalu dibangun atas kehidupan BIOS (kehidupan semu), atau kehidupan PSÜCHE (kehidupan jiwani) yang sama sekali berbeda dengan kehidupan ZOE (atau jenis kehidupan ilahi yang diberikan oleh Allah sendiri kepada kita yang percaya) (Yoh 4:13-14)

Padahal jika prinsip kebenaran berkata bahwa seharusnya  “orang benar hidup oleh iman, bertolak dari iman dan memimpin kepada iman” (Roma 1:17), dan “segala seuatu dijadikan oleh Dia (firman), dan tanpa Dia (firman) tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan” (Yoh 1:3), seharusnya kita mengambil sikap untuk TIDAK MAU TUNDUK pada apa yang dipertontonkan dan diperdengarkan oleh iblis itu!

Dengan kita meyakini apa yang dipertontonkan oleh dunia ini (yaitu kehidupan bios dan kehidupan psüche), kondisi hidup kita pasti terseret  mengikuti arus “roller coaster kehidupan” dan ikut melemah (sesuai dengan fakta dan data yang kita yakini itu), pada gilirannya justru akan menyeret kita untuk mengalami hal-hal negatif/buruk, dan menjadikan hidup kita semakin lebih buruk lagi SESUAI dengan apa yang kita yakini. Dan kita cenderung menyalahkan Tuhan atau takdir hidup ini, padahal Tuhan tidak pernah merancangkan hal yang buruk kepada orang percaya/anak-anakNya! (Yer 29:11) Pasti ada yang salah dengan dasar keyakinan kita!

Saya meyakini hidup kita akan sangat bertolak belakang dengan fakta dan data jika kita mengambil keputusan untuk lebih mempercayai apa yang terkandung dalam firmanNya!
Di dalam Firman terkandung jenis kehidupan yang berbeda! Dalam firman ada HIDUP (zoe = kehidupan ilahi), dan hidup itu adalah TERANG MANUSIA (Yoh 1:4), Ada kuasa yang terkandung di dalam firmanNya, Yang sanggup mencipta ulang dari yang tidak ada menjadi ada, dari tidak mungkin menjadi mungkin.

Dari yang sudah ada menjadi lebih indah dan menjadi semakin ilahi. (Yoh 1:3). Seandainya ada hal-hal yang negatif terjadi dalam hidup kita, akan sanggup kita libas, kita lawan dan kita lewati dengan dasar keyakinan yang akurat. Ibarat orang membangun rumah di atas pasir, akan mudah terguncang ketika ada badai dan banjir. Namun mereka yang membangun hidupnya di atas dasar keyakinan yang akurat seperti orang yang sedang mendirikan rumah di atas batu! Banjir dan badailah yang harus berlalu, karena bersifat sementara, dan firman yang tinggal tetap itu akan membuat kita hidup dalam kondisi kokoh, hidup dalam kerajaan yang tak tergoncangkan! (Mat 7:24-27)

1. Ambillah KEPUTUSAN untuk mempercayai firman ketimbang fakta.

Sadari yang membuat kita mengalami hal-hal negatif atau buruk, adalah karena kita MEMILIH untuk lebih mempercayai fakta dan data daripada firman-Nya. Pikiran kita sudah tersetting sedemikian rupa untuk LEBIH MUDAH mempercayai fakta dan data. Tidak ada alternatif lain, konfigurasi pikiran kita harus DIROMBAK ULANG dan DISELARASKAN, DIBANGUN ULANG oleh firman-Nya.

Roma 12 : 2
(2) Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi BERUBAHLAH oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat MEMBEDAKAN manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Saya mendapati semakin kita sulit memahami kehendak Allah, adalah suatu INDIKASI pikiran kita BELUM SELARAS: masih tersetting JAUH dari FREKUENSI SORGA. Ketika kita menyadari hal tersebut, kita harus mulai mengambil sikap: ambil KEPUTUSAN untuk MENYELERASKAN DIRI dengan firmanNya.

Perhatikan satu fakta rohani berikut: Iblis tidak bisa mencuri kuasa pengambilan keputusan yang sudah Tuhan beri kepada umatNya. Yang bisa dia lakukan hanya berusaha MEMPENGARUHI kita dengan dustanya. Kalau kita terpengaruh dengan dusta yang ia tawarkan, sebenarnya kita telah mengambil dan makan dari buah yang iblis tawarkan, dengan kata lain kita masuk dalam jebakan iblis.

Ini sama persis seperti Hawa tergoda oleh perkataan iblis dan memutuskan untuk makan dari buah pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Waktu itu Iblis berhasil mempresentasikan fakta dan data dengan begitu meyakinkan (Kej 3:1-5), sehingga Hawa keliru mengambil keputusan untuk lebih mempercayai fakta dan data daripada firmanNya (Kej 3:6) ! Diapun turut mempengaruhi suaminya untuk juga makan buah yang sama. Saat mereka mulai meyakini hal yang salah, reaksinya adalah mereka merasa telanjang dan berinisiatif menyelesaikan sendiri (menjadi initiator) dengan menyemat pohon ara menjadi pakaiannya dan bersembunyi (baca: menjauh) dari hadirat Tuhan (Kej 3:7-8). Sebagai konsekuensi karena mereka lebih meyakini fakta dan data, mereka pun dibawa keluar dari dunianya Tuhan dan masuk dalam dunianya iblis! Dunia yang dikuasai masa yang sukar dan hari yang jahat! #AkuCintaTuhan

Message ini masih akan berlanjut besok.

Ps. Steven Agustinus