Top

06 November 2018

Metode dan cara kerja iblis dalam mengacaukan, menjatuhkan, dan menghancurkan kehidupan orang percaya dari dahulu sampai sekarang selalu sama. Dengan cara membuat kita meragukan jati diri kita yang sesungguhnya di dalam Kristus, atau membuat kita tidak bisa melihat jati diri kita di dalam Kristus, dan akhirnya menerima jati diri yang iblis/dunia tawarkan.

1. Adam dan Hawa berhasil dijatuhkan oleh iblis.

Iblis “berbicara dan bermain dengan kata – kata” (dusta) Adam dan Hawa diciptakan serupa dan segambar dengan Allah! Tapi sayang, iblis berhasil menawarkan “jati diri yang lain” kepada mereka. Dan seolah jati diri itu lebih menarik daripada citra Allah yang ada dalam diri mereka. Iblis menawarkan untuk manusia menjadi inisiator. Sehingga terbayang/fantasi/imajinasi jenis kehidupan tersebut. Mereka mulai membayangkan keberadaan mereka yang “sejajar dengan Allah”. Tidak lagi perlu menerima arahan dan perintah dari Tuhan, melainkan mulai menjadi inisiator, bahkan sebagaimana Tuhan disembah, begitupun mereka akan disembah oleh banyak makhluk (Kej 3:6) Hal tersebut sebenarnya keinginan Lucifer yang sedang diimpartasikan kepada Adam dan Hawa. Dengan tujuan agar manusia juga tersingkir dari hadapan Allah sebagaimana dirinya dilempar dari surga. Efeknya sampai sekarang manusia kehilangan citra Allah. Banyak yang mengejar kekuasaan, posisi, pujian, kehormatan, dan berbagai kebanggaan diri demi memuaskan batin! Manusia jadi cinta diri sendiri, uang, dan dunia!! Apapun akan dilakukan demi mendapat “pengakuan” dari orang lain dan kepuasan diri sendiri. Inilah sumber dari kehancuran dunia sampai saat ini (1 Tim 6:10)

2. Iblis melakukan hal yang serupa kepada Yesus di padang gurun.

Iblis mencobai Yesus agar membuktikan bahwa diriNya adalah anak Allah!! Dengan cara “melempar dusta dan mencoba mengimpartasikan sifatnya”. Sasaran iblis agar Yesus meragukan jati diriNya dan “mengenakan” jati diri yang iblis tawarkan. Jika Yesus menjadi ragu, maka seketika itulah Yesus kehilangan posisi rohani di alam roh! Alasan iblis mendatangi Yesus ; karena mereka melihat ada pribadi yang punya posisi rohani sangat tinggi serta berotoritas dan siap menaklukkan dunia serta menghancurkan pekerjaan musuh (hal yang sama dilihat iblis pada Adam dan Hawa) Inilah yang sangat ditakuti oleh iblis. Oleh karenanya iblis harus menghadang dengan cara mempengaruhi Yesus agar meragukan jati diriNya! Caranya pun sangat “halus”. Iblis selalu memakai masalah “kebutuhan makanan, dll, “jabatan/posisi”, “keamanan diri”. Inilah areal hidup yang seringkali dikhawatirkan oleh manusia. Sehingga mau tidak mau “orang percaya” harus membuktikan dirinya sebagai anak Allah dengan cara mencari uang agar bisa makan, melindungi diri dari berbagai bahaya dengan kekuatannya sendiri, dan memburu kesuksesan. Apa yang sebenarnya sedang dikejar? Pengakuan diri dari orang lain bahwa dirinya tidak kekurangan, selalu aman dari marabahaya, dan sanggup meraih kesuksesan. Dengan demikian mereka baru yakin bahwa dirinya anak Allah!! Yesus tidak terpancing dengan strategi itu. Ia tidak perlu mengubah batu menjadi roti, menjatuhkan diri dari tempat tinggi, dan menyembah iblis hanya demi mendapat pengakuan. Sebab Ia tidak membutuhkan pengakuan. Ia tau dengan pasti bahwa dirinya adalah anak Allah!! Yesus sudah memenangkan pertarunganNya!! Ia telah mengalahkan dunia!! Ia tidak bisa dikontrol/diatur/didikte/dicetak oleh dunia!! Sebagai anak Allah, Ia menjadi eksekutor dari rencana Bapa!!

3. Saya sungguh belajar dari kisah di atas ; bahwa saya harus menjalani hidup senantiasa dalam kematian daging dan penyerahan/sangkal diri dan pikul salib.

Sehingga saya tidak akan terjebak untuk mengejar pengakuan diri, mengejar kebutuhan hidup, dan mengejar kesuksesan. Sebab sebagai anak Allah, kita tidak perlu lagi pengakuan dari siapapun. Cukup dari Bapa kita di surga!! Dan sebagai anak Allah kita tidak perlu mengejar kesuksesan! Sebab kita adalah anak sang Raja dan pencipta alam semesta. Kita tidak perlu mengejar kesuksesan dunia demi pengakuan! Karena kesuksesan yang ditawarkan drajatnya jauh ada di bawah. Masakan kita mengejar sesuatu yang ada di bawah!?! Apalagi mengejar kebutuhan hidup! Tidak pada tempatnya anak Allah melakukan itu! Segalanya sudah kita miliki. Sebagai anak Allah kepuasan hidup kita hanyalah hidup dari firmanNya dan melakukan kehendakNya. Hanya itu saja!! Diluar itu bukan berasal dari Tuhan!!

4. Saya mau hidup dari apa yang berasal dari Tuhan, yaitu firmanNya.

Apa yang Ia katakan adalah jati diri saya di dalam Kristus!! Itulah jadi diri saya yang sesungguhnya!! Saya akan bertindak dan melakukan hanya seperti yang Tuhan katakan (itulah kesuksesan sejati saya/kehidupan memperkenan Tuhan) Apa yang dunia katakan tentang saya adalah dusta. Saya tidak tidak akan menyendengkan telinga apalagi memikirkan apa kata dunia. Bagian saya hanya memikirkan/merenungkan/memperkatakan jati diri saya/firman yang Ia katakan. Itulah yang akan membuat saya sangat berbeda dari dunia ini. Saya punya keunikan dan fungsi tersendiri sebagai anggota tubuh Kristus. Bagian saya hanyalah terus hidup dalam jati diri saya di dalam Kristus!! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus