Top

07 Agustus 2018

Message ini adalah kelanjutan message kemarin…
3. Kerinduan untuk membangun BaitNya di muka bumi ini dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, pertama-tama dengan cara memberi diri kita untuk dibangun menjadi BaitNya di muka bumi ini,
1 Korintus 6 : 19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa TUBUHMU adalah BAIT ROH KUDUS yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa KAMU bukan MILIK KAMU sendiri?
Ketika saya merenungkan Roma 6:11-12, saya menerima gambaran seperti sebuah rumah yang tadinya dimiliki oleh seseorang, namun karena rumah itu sekarang sudah dijual dan dibeli oleh orang lain. Setelah dibayar lunas, maka secara LEGAL penghuni yang lama, harus angkat kaki dari rumah itu, karena sudah tidak lagi memiliki hak untuk tinggal di sana.

Demikian pula kita, saat kita mensetting pikiran bahwa kita telah mati bagi dosa, dan hidup bagi Allah, artinya tubuh kita ini sekarang sudah bukan milik dosa lagi, artinya DOSA HARUS KELUAR dari hidup kita! Dan jangan biarkan dosa dengan cara illegal berusaha lagi menyelundup masuk ke rumah kita lewat berbagai keinginan yang tidak tertanggulangi. Kita sekarang HIDUP BAGI ALLAH, artinya kita harus memberi diri untuk membiarkan sang pemilik rumah yang sesungguhnya, yaitu ALLAH untuk masuk dan merenovasi ulang hidup kita ini agar sesuai dengan keinginan-Nya yaitu dibangun menjadi BaitNya yang kudus.

4. Ketika kita terus semakin bertumbuh di dalam rumah rohani, maka kita juga akan dibawa Tuhan untuk menangkap kerinduan hati-Nya, yaitu bagi terbangunnya bait Allah secara korporat yaitu tubuh Kristus
Kerinduan hati Tuhan tidaklah memulihkan segelintir orang saja, tapi Dia berkehendak membangun kehidupan korporat, yaitu pembangunan tubuh Kristus. Inilah masa perombakan besar-besaran bagi pembangunan tubuh Kristus.
1 Petrus 2:1-9 mencatat bahwa tahap pertama pembangunan bait KudusNya adalah:
a. Kita belajar membuang segala keinginan yang tidak akurat dalam hidup kita (ay 1)
b.Terus miliki Roh yang haus dan lapar akan firmanNya, miliki niat untukĀ  bertekun dalam pengajaran para rasul, alami persekutuan yang sehat dengan Bapa setiap harinya, sehingga kita mengalami pertumbuhan yang semestinya (ay 2)
c. Kita mengalami sendiri apa yang menjadi firmanNya, menjadi pelaku firman bukan cuma mendengar saja (ay 3)
d. Kita mulai mengalami perombakan kehidupan kita untuk dibentuk ulang dan alami realita menjadi ciptaan baru (ay 4)
e. Kita dipanggil bukan untuk mengalami kemenangan secara pribadi, tapi mulai meninggalkan kehidupan individual dan MELEBUR di dalam Rumah Rohani yang ada (ay 5)
f. Kristuslah sebagai batu penjuru, menjadi POLA ILAHI dalam rumah rohani yang ada, bukan program, bukan ambisi manusia (ay 6)
g. Mereka yang menolak POLA ILAHI ini akan tersandung, karena mereka menolak (tidak taat) untuk dibentuk sesuai pola (ay 7-8)
h. Tuhan memiliki kerinduan untuk membangun sekelompok UMAT/ bangsa. Hal Ini berbicara tentang kehidupan KORPORAT. Sion terlahir dari rumah rohani yang ada, kehidupan kita menjadi SAKSI, bahwa Tuhan itu nyata dan dia masih bekerja ! (Ay 9-10)
Saya berdoa kehidupan kita tidak akan pernah sama lagi, Tuhan terus bekerja membangun ulang kehidupan kita agar semakin akurat dan selaras dengan firman-Nya, terus terjadi gelora pekerjaan Firman dan RohNya setiap hari. Dan alamilah diri kita semakin dibangun menjadi Bait-Nya yang kudus! Amin #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus