Top

07 February 2019

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin.

4. Setelah Elisa mengambil keputusan untuk melayani Elia di 1 Raja-raja 19:21, namanya baru disebutkan lagi di 2 Raja-raja 2 ketika sudah menjelang saatnya Elia diangkat oleh Tuhan.

Saya percaya, di kurun waktu tersebut, Elisa yang sudah mendedikasikan hidupnya untuk melayani Elia terus berada di dekatnya. Saya dapat membayangkan bagaimana Elisa menyaksikan dari dekat kehidupan Elia dan apa yang Tuhan lakukan melalui Elia. Saya mengimajinasikan bagaimana Elisa terus menerus diliputi rasa kagum, hormat, gentar terhadap Tuhan dan pasti ia sering dicengkeram oleh roh takut akan Tuhan ketika ia menyaksikan penyertaan dan pembelaan Tuhan yang sedemikian nyata atas hidup Elia. Selain itu, saya percaya Elisa juga mempelajari dan mulai meneladani bagaimana Elia membangun persekutuannya dengan Tuhan dan FirmanNya, serta bagaimana Elia membangun kehidupan doanya.

5. Ternyata, kisah perjalanan Elisa mengikuti Elia sebelum Elia diangkat oleh Tuhan mengandung begitu banyak prinsip yang mendalam mengenai bagaimana seorang anak rohani berjalan dalam ikatan janji dengan bapa rohaninya. (2 Raja-raja 2:1-18)

Berikut ini hal-hal yang saya pelajari yang begitu mengobarkan roh saya ketika meneliti Firman ini:

a. Hal pertama yang saya pelajari dari Elisa adalah ketetapan dan keteguhan hatinya untuk terus mengikuti Elia, ia hidup dalam ikatan janji dengan bapa rohaninya.

Ia tahu pasti siapa pribadi yang sedang terus ia ikuti, itu sebabnya ia terus melangkah di jejak langkah kaki Elia dengan suatu keyakinan dan keteguhan hati yang tidak tergoyahkan. Ia tidak mencari ‘crowd’ (seperti para nabi-nabi lain yang mengamati mereka), ia tidak mencari pengakuan orang lain, tidak sibuk dengan hal-hal lain, tetapi ia berfokus mengikuti jejak langkah kaki Elia, bapa rohaninya, dengan penuh kesetiaan.

b. Bukan hanya Elisa yang tahu bahwa Elia akan diangkat oleh Tuhan, tetapi ada rombongan nabi di Betel dan di Yerikho yang juga mengetahui hal itu. (2 Raja-raja 2:3,5)

Mereka pasti tahu kedahsyatan Tuhan yang Tuhan nyatakan melalui Elia, terlihat karena rombongan nabi dari Yerikho mengenali Roh Elia yang sudah hinggap atas Elisa setelah Elia diangkat naik ke Sorga (2 Raja-raja 2:15).

Walaupun mereka juga adalah para nabi, mereka hanya sebatas kagum dengan kuasa Tuhan melalui Elia. Mereka hanya menjadi pengamat dan penonton saja, mereka tidak melibatkan diri dengan apa yang Tuhan kerjakan melalui Elia. Baik para nabi dan Elisa, mereka sama-sama tahu banyak, para nabi bisa menceritakan apa yang dilakukan Elia dan apa yang akan terjadi atas Elia (bahwa ia akan diangkat oleh Tuhan), tetapi mereka tetap pasif, dan tidak merasa memiliki keterkaitan apapun dengan Elia, sang nabi Tuhan!

Saya menyadari bahwa melihat dan mengenali kedahsyatan Tuhan dalam memakai kehidupan bapa rohani saja tidak cukup, sebagai anak rohani saya mau pastikan saya secara aktif melibatkan diri saya untuk berjalan bersama dengan bapa rohani saya, mengambil tanggung jawab sebagai seorang anak dengan berfungsi menjadi bagian dari apa yang Tuhan kerjakan melalui hidup bapa rohani saya.

c. Di bagian Firman ini mulai diceritakan bagaimana Elisa terus mengikuti Elia dari GILGAL (2 Raja-raja 2:1), kemudian ke BETEL (2 Raja-raja 2:2), ke YERIKHO (2 Raja-raja 2:4), dan akhirnya ke SUNGAI YORDAN (2 Raja-raja 2:6).

Ternyata hal ini menggambarkan kesetiaan Elisa berjalan dalam ikatan janji terhadap Elia dan terhadap Tuhan sendiri. Setiap tempat yang ada ternyata menggambarkan situasi-situasi di mana seorang anak rohani harus mengambil keputusan, apakah mereka akan merasa cukup puas dan berhenti mengikuti jejak langkah kaki orang tua rohaninya, ataukah ia tetap akan berjalan dalam ikatan janji mengikuti orang tua rohaninya. Saya mendapati, ternyata Elisa berjalan dengan keyakinan dan ketetapan hati yg teguh untuk betul-betul mengikuti langkah kaki Elia secara langsung.

d. Dimulai dari Elia dan Elisa berjalan dari GILGAL. (2 Raja-raja 2:1)

Saya mendapati bahwa Gilgal adalah tempat di mana Tuhan menghapuskan cela Mesir (kedagingan) dari bangsa Israel, melalui proses penyunatan (Yos 5:1-9). Saya mendapati bahwa Elisa telah melalui Gilgal bersama Elia, artinya Elisa adalah anak rohani yang telah memberi dirinya untuk dididik, dikoreksi, ditegur untuk menjadi akurat.

Proses penyunatan mungkin terasa ‘sakit’ bagi Elisa, tetapi hal itu tidak membuatnya memutuskan ikatan janjinya dengan bapanya, ia tahu bahwa proses penyunatan akan membawanya semakin akurat untuk hidup dalam ketetapan-ketetapan Tuhan, sehingga iapun terus melangkah dalam ikatan janji mengikuti Elia.#AkuCintaTuhan

Message ini masih akan berlanjut besok.

Ps. Steven Agustinus