Top

07 Januari 2019

Semakin saya merenungkan firman tentang janji perubahan yang akan Dia lakukan atas bangsa ini, Tuhan memberi sebuah prinsip: untuk menciptakan/membangun perubahan di luar sana, bukan dengan cara sibuk berusaha mengubah orang lain/dunia di luar sana. Namun justru dengan berfokus ke dalam; mengubah diri kita terlebih dahulu. Ketika diri saya alami perubahan, otomatis perubahan dalam diri saya akan membuat terang di dalam diri saya semakin bersinar terang, semakin memancar dan mempengaruhi hidup orang lain.
Sekarang saya paham mengapa Tuhan berkata, “Bangkitlah, MENJADI TERANGLAH, sebab terangmu datang (for your light HAS COME – NKJV) , dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu (Yes 60:1)
(2) Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi TERANG TUHAN TERBIT ATASMU, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.
(3) Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.

Dari rangkaian firman di atas, saya menemukan sebuah proses/cara kerja Tuhan, yang sedang terjadi:
1. Ketika saya menjadi ciptaan yang baru, Terang Tuhan sesungguhnya sudah datang atas hidup saya. Terang Tuhan itu akan semakin muncul karena saya mengerjakan bagian saya, yaitu BERTEKUN dalam pengajaran rasuli dan merombak setiap pikiran berkubu, benteng-benteng yang menentang pengenalan akan Allah dalam diri saya, membangun dasar keyakinan yang baru yang selaras dengan firman. Lewat firman yang saya yakini, dan mengikuti setiap arahan yang Bapa rohani sampaikan, maka saya juga perlu bertekun merombak gaya hidup saya agar menjadi semakin selaras dengan firmanNya. Karena setiap perubahan dalam dasar keyakinan saya pasti akan termanifestasi/terlihat dalam pengambilan keputusan, tindak tanduk, perkataan dan perbuatan saya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Meski dunia sekeliling kita sedang mengalami kegelapan, janganlah berfokus pada kegelapan itu. Berfokuslah pada terang Tuhan yang terbit atas diri kita. Berita-berita negatif, kabar hoax, kondisi yang tidak menentu akan semakin sering kita dengar, ketika kita salah meresponi, lebih mengarahkan terlinga kita kepada “suara bising/suara sumbang” yang terus dilepaskan dari dunia ini, maka pikiran kita pun akan terintimidasi: makin diliputi oleh kekuatiran, kecemasan akan dunia ini. Tuhan berkehendak agar kita mengarahkan pikiran dan hati kita pada frekuensi sorga/frekuensi kebenaran dengan tujuan membangun PIKIRAN KRISTUS, dan memiliki pengenalan Tuhan yang semakin bertumbuh, mengenal Dia sebagai Bapa yang baik, Allah yang setia, Allah yang berdaulat dan berkuasa memegang kendali atas hidup kita dan atas dunia ini.

3. Ketika kita dengan tekun membangun pikiran Kristus dalam diri kita, kitapun akan semakin MENJADI TERANG seperti yang Tuhan inginkan. Saat itulah ada terang yang kita pancarkan lewat kehidupan sehari-hari yang kita jalani, pada gilirannya akan membawa bangsa-bangsa untuk berduyun-duyun datang kepada kita. Mereka akan melihat buah-buah dari kehidupan kita sehari-hari. Pola ilahi dan teladan yang mereka cari, ada di dalam hidup kita dan mereka akan berkata: sungguh engkaulah orang yang dibedakan dan diistimewakan oleh Tuhan ! (Mal 3:17-18)

4. Orang-orang yang meski secara geografis letaknya berjauhan, namun karena ada frekuensi yang sama/kerinduan yang sama yang mereka bawa, frekuensi itu akan menuntun dirinya kepada frekuensi sorga yang juga kita bawa! saya percaya keberadaan BCC dan SNS akan terus memancarkan frekuensi sorga, menjadi TANDA dan sekaligus ALAMAT bagi banyak orang. Saya mendapat gambaran di tengah kegelapan malam seperti ada perahu-perahu penyelamat yang dilepaskan di tengah laut, perahu penyelamat ini membawa lampu-lampu sorot, menyuarakan suara peluit dan teriakan-teriakan tertentu, mereka yang sedang terkatung-katung di tengah laut, yang mendengar (meresponi) suara yang sedang dilepaskan, akan mulai meresponi suara itu dan berusaha melambaikan tangan untuk memanggil, dan dengan sekuat tenaga berusaha mendekat untuk masuk dalam perahu yang sama. Terhisap masuk dalam kegerakan yang sama.

Yesaya 60 : 9 Sungguh, Akulah yang dinanti-nantikan pulau-pulau yang jauh; kapal-kapal Tarsis berlayar di depan untuk membawa anak-anakmu laki-laki dari jauh, perak dan emasnya dibawa serta, untuk nama TUHAN, Allahmu, dan oleh karena Yang Mahakudus, Allah Israel, sebab Ia mengagungkan engkau.

Bersiaplah, terus bertekunlah membangun dirimu di dalam Tuhan dan engkau akan melihat hal-hal yang besar akan terjadi didalammu dan lewat dirimu. Terjadilah, Amin! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus