Top

07 November 2018

Saya percaya, ketika dengan aktif dan penuh passion saya terus bertekun dalam Firman dan mengikuti kelas akselerasi Roh Kudus, setiap fakta rohani yang dengan tekun saya bangun menjadi logika ilahi akan membuat saya terus alami perubahan/penyelarasan dasar keyakinan, konsep berpikir dan gaya hidup, sehingga kehidupan saya menjadi semakin harmoni dengan jati diri saya yang sesungguhnya yang sudah Tuhan tetapkan sebelum dunia ini ada. Ketika jati diri saya yang sesungguhnya di dalam Kristus mulai terbangun kuat dalam hidup saya, menggantikan jati diri ‘palsu’ yang selama ini saya hidupi karena efek dosa dan tipu daya iblis; maka otomatis terobosan, kemenangan, dan keilahian Tuhan akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan saya.
Tetapi di saat yang sama, saya semakin menyadari bahwa setiap terobosan, kemenangan dan keilahian Tuhan yang Tuhan nyatakan dalam hidup saya, bukan hanya bertujuan untuk membuat saya dapat menikmati hidup yang berkemenangan di dunia; tetapi justru tujuannya adalah agar Tuhan dapat memakai kehidupan saya menjadi senjata kebenaranNya, sehingha dengan leluasa Tuhan dapat menjamah kehidupan orang-orang lain di sekitar saya.
I’m blessed to be a blessing! I’m changed to be His agent of change!
Hari ini saya merasakan Tuhan terus mencengkeram keberadaan saya dengan kasihNya dengan begitu kuat. Hari ini Roh Kudus membawa saya masuk lebih dalam lagu dalam ruang TahtaNya.
Saya semakin menyadari bahwa ternyata yang Roh Kudus maksudkan dengan Kelas Akselerasi ini bukan hanya mengenai menggali dan meneliti FirmanNya saja, bukan hanya menemukan fakta rohani untuk menjadi logika ilahi saya saja. Tetapi Roh Kudus juga sedang melatih saya, membentuk kehidupan saya untuk MENJADI seorang penyembah yang benar, yang menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran (Yoh 4:23). ‘Pneuma aletheia’, menyembah dengan seluruh keberadaan saya dengan sungguh-sungguh dan dalam ketulusan mengejar Dia. Saya buka hati dan hidup saya seluas-luasnya untuk Roh Kudus bentuk agar saya menjadi penyembah yang benar di hadapanNya.
Selain itu ketika saya menelaah apa yang Roh Kudus sedang lakukan dalam hidup saya dalam kelas akselerasi ini, saya mendapati bahwa Roh Kudus bukan sekedar membangun ketekunan saya dalam berdoa, tetapi justru membawa kehidupan saya menjadi kehidupan doa, yang tidak ada henti-hentinya!
Doa adalah nafas hidup orang percaya, tidak mungkin kita bernafas satu jam sekali. Mungkin memang kita mendeklarasikan Firman setiap jam sekali, tetapi mengenai komunikasi dengan Roh Kudus, seharusnya terus menerus, bukan hanya setiap jam sekali. Saya merasa Roh Kudus sedang membawa saya semakin tenggelam dalam cintaNya dan mulai memasuki duniaNya!
Hari-hari saya terasa semakin diwarnai oleh hal-hal ilahi dan suaraNya. Ada kesadaran akan realita Tuhan yang terus menerus menguasai hati dan roh saya, bukan hanya satu jam sekali. Saya merasakan hari-hari saya tidak pernah sepi lagi, karena ada pribadi Roh Kudus yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu yang selalu berkomunikasi dengan saya.
Dalam perenungan saya hari ini, Roh Kudus membawa saya melihat fakta lahiriah berikut: Selama ini manusia terus hidup dengan kasih yang sangat ‘conditional’ bagi orang lain. Saya mendapati bahwa banyak orang salah mengartikan firman yang tertulis di Matius 7:12. Prinsipnya adalah ”Treat others the way you want to be treated,” (Perlakukanlah orang lain seperti kalian ingin diperlakukan oleh mereka.) TETAPI prinsip ini sama sekali TIDAK mengatakan “Treat others the way they treated you” (Perlakukanlah orang lain sama seperti mereka memperlakukanmu)! Saya menyadari bahwa sikap saya terhadap orang lain tidak ditentukan oleh apa yang orang lain perbuat kepada saya. Bukan artinya saya hanya akan bersikap tulus kepada orang yang baik kepada saya; dan bersikap jahat untuk orang-orang yang jahat kepada saya.
Prinsip yang Roh Kudus ajarkan kepada saya hari ini adalah: Setiap tindakan saya adalah cerminan dari jati diri saya.
Saya teringat dengan Firman di Mat 5:43-47, Bapa menerbitkan matahari untuk orang yang jahat dan orang yang baik, Bapa menurunkan hujan untuk orang jahat dan orang baik. Matahari akan selalu panas, baik untuk orang baik, maupun untuk orang jahat. Kalau orang baik menjemur baju di bawah panas matahari, pasti bajunya kering. Tetapi sama halnya dengan orang jahat, panas matahari akan mengeringkan bajunya. Karena panas adalah nature dari matahari.
Contoh lainnya: Es akan selalu dingin; es dalam minuman orang baik berfungsi mendinginkan minuman tersebut, es dalam minuman orang jahat juga mendinginkan minuman tersebut. Dingin adalah nature dari es.
Ini logika ilahi yang sedang terus saya bangun dalam hidup saya:
Saya mengasihi orang lain bukan karena orang itu berbuat baik / jahat kepada saya, tetapi karena saya adalah BaitNya, yang hanya bisa mengalirkan kehidupan! Kasih adalah nature hidup saya sebagai anakNya!
Saya percaya, Roh Kudus sedang membawa hidup setiap murid di kelas akselerasi ini untuk betul-betul dipenuhi oleh Firman yang menjadi kehidupan ilahi. Sehingga apapun yang terjadi di sekitar kita, respon yang muncul hanyalah Firman, karena memang tidak ada yang lain lagi selain Firman di dalam hidup kita!
Fakta rohani yang perlu saya sadari adalah: Ketika saya dilahirkan baru, ada keilahian Tuhan yang sudah Tuhan tanamkan dalam kehidupan saya.
Kalau saya mendapati saya masih memiliki kasih yang conditional dalam hidup saya, artinya saya masih seperti besi biasa, yang sebenarnya memiliki atom-atom magnet, hanya saja arah dan bentuknya tidak teratur, sehingga tidak dapat berfungsi sebagai magnet. Yang harus saya lakukan adalah terus menggosokkan diri saya dengan Firman, terus berinteraksi dengan Tuhan, sehingga nature keilahian yang sama yang ada dalam setiap Firman akan mulai terbangun dalam hidup saya.
Hari ini saya menyadari bahwa ketika saya tidak hidup dalam keilahianNya, saya sedang hidup di bawah standard (seperti besi biasa yang belum menjadi magnet walaupun sudah memiliki atom-atom magnet) dan useless bagi Kerajaan Sorga. Bukan hanya useless, tetapi bahkan menjadi senjata kelaliman iblis, karena setiap ketidakakuratan saya justru akan otomatis saya tularkan ke orang-orang di sekitar saya dan keberadaan saya justru menambah level kebobrokan dunia ini! Saya tidak mau hal ini terjadi dalam hidup saya, mungkin memang itu keberadaan manusia lama saya. Tetapi manusia lama saya sudah mati bagi dosa, saya yang ada sekarang adalah ciptaan baru, yang hanya memiliki masa depan! Saya berketetapan untuk membangun keakuratan dan ketekunan dalam hidup saya, dengan aktif terus menggosokkan setiap Firman dengan diri saya, sehingga keilahianNya nyata menjadi bagian hidup saya. Saya rindu keberadaan saya akan dapat Tuhan pakai menjadi senjata kebenaran, berfungsi sebagai bagian dari Tubuh Kristus yang akan membawa pemulihan segala sesuatu! Terjadilah di dalam nama Yesus, Amin! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus