Top

08 February 2019

Message ini adalah akhir dari message kemarin… e. Dari Gilgal, mereka berjalan ke BETEL. (2 Raja-raja 2:2) Ketika saya menggali ayat-ayat Firman mengenai Betel, saya mendapati bahwa Betel memiliki arti “Rumah Allah”, pintu gerbang Sorga, tempat di mana Allah menyatakan diriNya (Kej 28:16-19). Saya percaya, Betel menandakan bahwa ketika Elisa mengikuti jejak kaki Elia, ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan, dan matanya dibukakan untuk dapat melihat aktivitas ilahi yang sedang terjadi (Kej 28:12). Ini yang luar biasa bagi saya, saya mendapati bahwa Betel adalah tempat di mana Tuhan mengikatkan perjanjian antara diriNya dengan Yakub, bahkan sampai dua kali (Kej 28:13-15, Kej 35:9-12). Di mana pada kali yang kedua, Tuhan ‘memeteraikan’ perubahan nature Yakub menjadi Israel. Saya mendapati bagian Firman ini memiliki arti yang dalam, Roh Kudus menjelaskan bahwa ketika Elisa terus mengikuti jejak langkah kaki Elia, di Betel, Elisa juga mengalami perubahan nature dari yang manusiawi menjadi ilahi, bahkan mungkin ia telah mengalami bagaimana Allah telah datang kepadanya dan membuat ikatan janji dengan dirinya juga seperti bagaimana Allah telah membuat ikatan janji dengan Elia, bapa rohaninya. Tetapi bahkan setelah Tuhan menyatakan diriNya secara nyata kepada Elisa, dan mungkin Elisa sudah mengalami Tuhan mengikat janji dengannya, tetapi Elisa tetap tidak berhenti melangkah mengikuti Elia! Saya percaya, inilah pola yang harus terbangun dalam hidup saya sebagai anak rohani. Se-spektakuler apapun pengalaman hidup yang telah saya alami bersama Tuhan, bahkan ketika Tuhan sendiri sudah datang dan mengikat janji dengan saya, saya harus menyadari bahwa ikatan janji yang Tuhan buat dengan saya dapat terjadi karena ikatan janjiNya dengan bapa rohani saya. Sehingga, ikatan janji yang saya terima dari Tuhan justru membuat saya semakin menghargai keberadaan bapa rohani saya dan semakin gila-gilaan hidup dalam ikatan janji dengan bapa rohani saya! f. Dari Betel, mereka melanjutkan perjalanan ke YERIKHO. (2 Raja-raja 2:4) Yerikho adalah tempat di mana Tuhan meruntuhkan tembok Yerikho dan memberikan kemenangan yang besar bagi bangsa Israel (Yos 6). Kisah runtuhnya tembok Yerikho begitu terkenal karena kota Yerikho dikelilingi oleh tembok-tembok yang sangat kokoh dan sangat tebal (bahkan di atasnya bisa dibangun sebuah rumah – Yos 2:15). Tanpa usaha manusiawi, tanpa alat peledak atau apapun, Tuhan sendiri yang menyerahkan Yerikho, rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa dengan meruntuhkan tembok Yerikho karena kehidupan iman bangsa Israel! (Ibrani 11:30) Tetapi kemenangan besar itu bangsa Israel nikmati karena adanya strategi ilahi Tuhan yang Yosua sampaikan kepada mereka, tetap semua kemenangan terjadi karena adanya ikatan janji Tuhan dengan sang pemimpin! Saya percaya bahwa Yerikho menggambarkan kehidupan iman yang mengalahkan dunia, dan oleh iman berbagai keterbatasan lahiriah yang ada ‘diruntuhkan’ dan membawa Elisa beroleh kemenangan. Tetapi Elisa tidak menjadi ‘sombong’ dan merasa sudah bisa menjalani perjalanan hidup yang berkemenangan bersama Tuhan tanpa Elia. Elisa tetap menyadari betul, bahwa runtuhnya berbagai keterbatasan dalam hidupnya merupakan hasil dari ketaatannya mengikuti arahan Elia. Saya merasa bahwa di Yerikho, Elisa semakin mengenali keberadaan Elia sebagai sumber anugerah di dalam hidupnya, itu sebabnya ia terus semakin mantap dalam melangkah dalam ikatan janji dengan bapa rohaninya! Saya mau pastikan bahwa ketika saya mengalami pertumbuhan kehidupan iman dan mulai menaklukkan banyak keterbatasan yang saya miliki, sehingga saya mulai memiliki skill dan kompetensi yang pada awalnya tidak saya miliki, saya mau persembahkan semuanya kepada Tuhan untuk menjadi kekayaan perbendaharaan rumah Tuhan! (Yos 6:19) Saya mau pastikan saya tidak menjadi seperti Akhan yang mencuri apa yang seharusnya menjadi milik Tuhan dan malah mempergunakannya untuk memperkaya diri saya sendiri! (Yos 7) Karena saya menyadari, jika saya menggunakan berbagai terobosan yang saya terima dari Tuhan untuk agenda pribadi saya sendiri, artinya saya sedang mengkhianati ikatan janji saya dengan Tuhan dan dengan bapa rohani. Saya berketetapan untuk mempersembahkan setiap terobosan, skill, potensi, dan semua hal baik yang ada dalam diri saya hanya untuk mengerjakan rencana Tuhan yang telah Dia percayakan kepada bapa rohani saya dengan tetap melangkah mengikuti jejak kaki bapa rohani saya! g. Dari Yerikho, mereka melanjutkan perjalanan ke SUNGAI YORDAN, sebelum Elia betul-betul diangkat naik ke Sorga (2 Raja-raja 2:6) Saya mendapati bahwa Sungai Yordan menggambarkan momen ‘menyeberang’ untuk menduduki dan mengambil alih tanah perjanjian (domain). Ini semua dialami dengan adanya intervensi kedahsyatan dan kedaulatan Tuhan yang ‘membelah’ Sungai Yordan, sehingga kita dapat melangkah di tanah rata. Ketika seorang anak rohani terus mengikuti jejak kaki orang tua rohaninya, mereka akan tiba di sungai Yordan dan mereka akan mengalami mereka ‘menyeberang’ bersama orang tua rohaninya dan sampai di domain yang Tuhan tetapkan. Ketika Tuhan membawa saya menyeberang dan mengambil alih domain, saya mau pastikan saya tidak justru merasa ’sudah selesai’ dalam mengikuti langkah kaki orang tua rohani saya karena sudah menduduki sebuah domain tertentu. Tetapi saya mau pastikan saya justru semakin menghargai keberadaan orang tua rohani saya sebagai pemimpin kegerakan, dan semakin dengar-dengaran mengikuti arahannya! Saya betul-betul bersyukur Roh Kudus menyingkapkan pola ikatan janji yang ditunjukkan Elisa terhadap Elia! Saya mau meneladaninya dengan menyadari bahwa berjalan dalam ikatan janji artinya adalah berjalan mengikuti progresifitas dan pergerakan sang pembawa kegerakan, yaitu orang tua rohani saya! Seperti yang bapa rohani saya terus katakan bahwa Tuhan selalu bergerak secara progresif, kita harus bisa mengikuti setiap ‘pergerakanNya’! Saya mau pastikan saya menjadi bagian dari anak-anak kegerakan, yang menjadikan agenda dan impian sang pembawa kegerakan menjadi visi dan agenda yang saya kejar! #AkuCintaTuhan Ps. Steven Agustinus