Top

08 Januari 2019

Dalam salah satu ibadah di BCC, Tuhan membuka pengertian saya tentang satu aspek yang selama ini menjadi pertanyaan bagi saya: Jika Tuhan selalu menjagai orang percaya, mengapa masih saja ada orang-orang percaya yang menjadi korban – baik korban dari bencana alam ataupun korban dari tindakan jahat orang lain. Sementara di satu sisi, ada janji Tuhan yang menyatakan bahwa walau ada seribu orang yang rebah di sisi kita dan ada sepuluh ribu yang lain rebah di sebelah kanan kita, semua itu tidak akan menimpa kita; Tuhan hanya sedang menjatuhkan penghukuman atas orang-orang fasik (Maz 91:7-8)
Tuhan mengingatkan saya terhadap kisah Abraham yang ‘bernegosiasi’ dengan Tuhan tentang keberadaan Lot & kota Sodom (Kej 18:22-32) Dari kisah tersebut Roh Kudus mengajarkan beberapa prinsip penting:
1. Orang-orang percaya akan terus terjagai selama ada orang benar yang berdoa/ bersyafaat baginya.
Sesungguhnya, melalui doa-doa Abraham, Tuhan sudah menegaskan bahwa Sodom akan diampuni jika saja minimal ada 10 orang benar disana. Kerinduan hati Tuhan adalah terjadinya pertobatan atas hidup orang fasik tersebut (Yes 55:7) Demikian pula dengan Lot & keluarganya, melalui doa-doa Abraham, malaikat Tuhan yang sudah bersiap menjatuhkan penghukuman atas Sodom jadi menunda penghukuman tersebut sampai Lot ada di tempat aman (Kej 19:12-22)
Saya meyakini hal yang sama akan terus terjadi dimasa kita sekarang ini. Jadi teruslah berdoa/ mendoakan anggota keluarga dan orang-orang yang kita kenal. Meski akan ada banyak kegoncangan yang disebabkan karena berbagai bencana, Tuhan akan selalu menjagai/ meluputkan orang percaya yang di cover dalam doa oleh orang-orang benar! Paulus menegaskan untuk kita terus berdoa dalam bahasa roh secara berkesinambungan karena tanpa kita sadari sesungguhnya kita sedang berdoa bagi orang-orang kudus yang lain (Ef 6:18, Rom 8:26-27)
Menerima pemahaman ini, saya meminta kepada Bapa agar Dia terus mencurahkan roh doa kepada setiap kita sebagai bagian dari keluarga rohani yang sedang Tuhan bangkitkan. Biarlah melalui bekerjanya roh doa yang bakal menggerakkan kita untuk bisa saling mendoakan, akan tercipta perisai/ pelindung rohani yang akan terus menjagai kita dari berbagai bahaya/ pengaruh kegoncangan yang terjadi akibat datangnya penghukuman Tuhan atas orang-orang fasik.

2. Orang percaya akan ikut alami penghukuman terhadap orang fasik karena orang percaya tersebut tinggal ditengah orang-orang fasik atau terus memiliki keterhubungan dengan orang fasik.
Daud pernah menaikkan satu doa dihadapan Tuhan: Mazmur 28:3 (TB) Janganlah menyeret aku bersama-sama dengan orang fasik ataupun dengan orang yang melakukan kejahatan, yang ramah dengan teman-temannya, tetapi yang hatinya penuh kejahatan.
Saya mendapati, keterhubungan – baik itu berupa pertemanan, kongsi bisnis maupun sekedar ikatan batin/ hubungan emosional akan membawa efek negatif dalam hidup kita karena ketika penghukuman atas orang-orang fasik tersebut terjadi, hal tersebut sedikit banyak pasti akan ikut mempengaruhi kehidupan kita juga. Keterhubungan yang Lot miliki dengan penduduk kota Sodom ternyata telah merusak kehidupan rohani keluarganya. Hati istri Lot jadi tertambat pada kota Sodom (Kej 19:26) kedua anak Lot berlaku dursila terhadap ayahnya sendiri (Kej 19:30-38)
Dibutuhkan sikap hati yang tegas seperti Daud: Mazmur 26:4-7 (TB) AKU TIDAK DUDUK dengan penipu, dan dengan orang munafik AKU TIDAK BERGAUL; AKU BENCI kepada perkumpulan orang yang berbuat jahat, dan dengan orang fasik aku tidak duduk. AKU MEMBASUH TANGANKU TANDA TAK BERSALAH (tidak mau ikut campur, tidak mau tahu/ sama sekali tidak mau ikut terlibat), lalu berjalan mengelilingi mezbah-Mu, ya TUHAN, sambil memperdengarkan nyanyian syukur dengan nyaring, dan menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib.

3. Orang percaya jadi ikut mengalami penghukuman yang Tuhan tujukan kepada orang-orang fasik karena orang percaya tersebut sudah jadi ikut berlaku fasik.
Alkitab menegaskan bahwa jika dasar-dasar orang benar di hancurkan, maka tidak ada lagi yang bisa dilakukan oleh orang benar tersebut (Maz 11:2-3) Pergaulan yang buruk (bergaul dengan orang-orang fasik) akan merusak kebiasaan yang baik – dasar keyakinan yang selama ini dimiliki oleh orang benar (1 Kor 15:33) sehingga akhirnya orang benar tersebut jadi merasa cemburu dan berkeinginan untuk mengikuti jalan hidup orang fasik tersebut (Maz 73:1-20) Ketika orang benar jadi berlaku fasik, hidup di jalan orang fasik, otomatis arahan apapun yang Roh Kudus sampaikan, tidak akan bisa mereka dengarkan lagi. Disaat seseorang tidak lagi bisa menerima arahan/ suara Tuhan, tidak ada lagi perlindungan Ilahi atas hidupnya…#AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus