Top

08 Maret 2019

Karakteristik utama orang yang mengasihi Tuhan adalah ‘melekat dengan Tuhan’. Itu tidak bisa lagi terbantahkan. Sebab itulah ekspresi dari hati yang hanya tertuju kepada Dia! Realita hadiratNya menjadi segalanya dan yang terutama! Sehingga perjalanan hidup tanpa realita hadiratNya merupakan suatu hal yang sangat menakutkan dan tidak ingin dialami. Tanpa realitaNya kita bukan siapa – siapa dan tidak bisa berbuat apa – apa!
Keluaran 33:15 Berkatalah Musa kepada-Nya: “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.
Yohanes 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Ada banyak orang memiliki keinginan untuk menjadi pelaku firmanNya, tapi masih sering gagal. Ada banyak orang percaya yang ingin hidup akurat, tapi juga belum terealisasi. Ada juga yang ingin berjalan dalam agenda Tuhan, tapi masih meleset. Akibatnya kehidupan mereka menjadi berantakan dan semakin lahiriah serta duniawi. Hal itu disebabkan karena KESADARAN AKAN REALITA TUHAN TIDAK TERBANGUN NYATA DALAM HIDUP MEREKA! Jika mereka melekat, maka secara otomatis mereka akan menerima aliran kehidupan ilahi yang membuat mereka hidup dan berdampak!
Lalu apa yang menjadi esensi dari kehidupan yang mengasihi/melekat kepada Tuhan? ‘APA SAJA YANG MENJADI PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN APAPUN YANG KITA LAKUKAN HARUSLAH BERDASARKAN SUARANYA, PRINSIP FIRMAN ATAU DORONGAN ROH!’
Tanpa sadar dunia ini sudah mencetak kita untuk mengambil keputusan berdasarkan hal – hal lahiriah, situasi, serta kondisi. Inisiatif kita untuk mencari solusi telah dilatih cukup lama oleh dunia ini untuk mengandalkan pemikiran sendiri, kekuatan sendiri, dan uang. Alhasil kehidupan kita menyimpang dari kehendakNya. Disinilah biasanya masalah sering bermunculan. Dari masalah keuangan, keluarga, kesehatan, dan lain-lain.
Pada prinsipnya, manifestasi konkrit dari hati yang mengasihi Tuhan adalah MENJADI PELAKU FIRMAN!
Yohanes 14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.
Oleh karena itu, hidup kita harus dilatih ulang oleh pekerjaan firman dan Roh. Milikilah ketetapan dan tekad hati yang tidak tergoyahkan untuk hidup hanya dari firmanNya (Mat 4:4) Serahkanlah seluruh areal kehidupan kita sampai pada hal yang bersifat pribadi. Dimana keputusan pada areal itu sering berdasarkan “keinginan, tuntutan, kondisi lahiriah”. Misalkan areal pasangan hidup, waktu untuk memiliki anak, dan areal pemakaian keuangan! Itu semua seringkali kita putuskan tanpa firman/ suaraNya dan kehendakNya.
KEHIDUPAN KITA YANG MELEKAT KEPADA TUHAN AKAN SELALU MENGKONDISIKAN UNTUK DATANGNYA TUNTUNAN/ ARAHAN ROHNYA. Kita tahu dengan pasti membedakan mana suara Tuhan/prinsip firman dengan suara dunia, diri sendiri, atau roh – roh dunia. Untuk kita yang mencintai Dia, suaraNya/tuntunanNya pasti akan semakin jelas. Tidak akan pernah buat kita bingung. Sebab kecenderungan hati/frekuensi rohani kita hanya tertuju kepada Dia! Jadi hanya satu suara dalam batin kita, yaitu suara Tuhan!
Inilah kehidupan yang harus saya jalani! Saya akan pastikan seluruh areal hidup saya dan keputusan saya hanya berdasarkan firmanNya saja. Saya yakin, inilah sikap hati yang membuat saya berjalan di jalan – jalan Tuhan!
Yesaya 26:7 Jejak orang benar adalah lurus, sebab Engkau yang merintis jalan lurus baginya.
Amsal 4:18 Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.
Yesaya 35:8-9 Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya.
Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ,
Saya percaya, sudah tiba saatnya kita bebas dari gangguan musuh!! Saat itu adalah sekarang!! Karena kita mengambil keputusan hanya berdasar firmanNya saja!! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus