Top

08 November 2018

Sejak mengikuti kelas akselerasi Roh Kudus ini, selain Roh Kudus sedang terus mengajar saya mengenai banyak fakta-fakta rohani yang selama ini tidak saya ketahui, Roh Kudus juga sedang dengan aktif terus membersihkan saya dari berbagai ketidakakuratan dalam aspek-aspek kehidupan saya. Dalam perenungan Firman hari ini, aspek identitas/jati diri, keinginan, pengambilan keputusan dan cara hidup menjadi agenda kelas akselerasi yang Roh Kudus kerjakan dalam hidup saya hari ini.
1. Merenungkan mengenai identitas saya di dalam Kristus, saya menyadari bahwa Sang Raja segala raja adalah Bapa saya. Sebagai seorang Bapa, Dia sudah menyediakan seluruh kebutuhan saya. Tetapi bukan hanya itu, Dia ingin memberi otoritas kepada kita sebagai anakNya, karena otoritaslah yang dibutuhkan untuk mengadakan pemulihan segala sesuatu. Tetapi, otoritas hanya akan diberikan oleh Sang Raja, yang adalah Bapa kita ketika kita sudah mencapai kedewasaan. Sementara, saya menyadari bahwa tanpa saya bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan, saya tidak akan pernah mencapai kedewasaan. Di sinilah saya semakin menyadari pentingnya bertekun dalam pengajaran para rasul.

2. Ketika membaca kisah kejatuhan Adam dan Hawa di Kejadian 3, Roh Kudus memberi saya pengertian bahwa aspek keinginan yang tidak berasal dari Tuhan akan membuat seseorang mulai mengambil keputusan untuk melangkah keluar dari perkenanan Tuhan. Ketika saya mengimajinasikan hal ini, saya merasakan dimensi roh takut akan Tuhan turun dan mencengkeram kehidupan saya dengan kuat. Dalam imajinasi saya, saya dapat melihat dengan jelas bagaimana Iblis tidak menyeret Hawa dan memaksa menggerakkan tangan Hawa untuk mengambil buah pohon pengetahuan yang baik dan jahat, Iblispun tidak ‘menjejalkan’ buah tersebut untuk Hawa makan, Iblis juga tidak menarik dan menggerakkan tangan Hawa untuk memberikan buah itu kepada Adam. Iblis hanya berkata-kata, tetapi karena Hawa berasosiasi, mendengarkan dan membiarkan kata-kata tersebut mempengaruhi dirinya, muncullah ‘keinginan’ yang lain dalam hatinya. Keinginan itulah yang membuat Hawa memetik buah tersebut, memakannya, dan memberikannya kepada Adam, tanpa dipaksa!
Saya menyadari bahwa aspek keinginan adalah aspek yang sangat menentukan pengambilan keputusan seseorang, sementara ada begitu banyak keinginan yang dunia coba tawarkan (1 Yoh 2:16). Roh Kudus menjelaskan kepada saya, bahwa Iblis sesungguhnya tidak memiliki kuasa untuk memaksa atau menyeret seseorang untuk mengambil keputusan yang mendukakan hati Tuhan. Iblis hanya terus berkata-kata, berusaha mempengaruhi; ibarat salesman, ia terus ‘mempromosikan’ kehidupan dalam dosa, kehidupan yang duniawi dan manusiawi. Tetapi kuasa pengambilan keputusan tetaplah di tangan kita. Alasan mengapa begitu banyak orang yang hidup dalam dosa / keduniawian / kemanusiawian, adalah karena mereka berhasil diyakinkan oleh Iblis dengan tawarannya, membuat mereka menginginkannya, sehingga mereka mempergunakan kuasa pengambilan keputusannya untuk hidup dalam keduniawian dan kemanusiawian.
Ketika Roh Kudus menyingkapkan hal ini, roh takut akan Tuhan semakin mencengkeram keberadaan saya, dengan tersungkur di hadapan Tuhan saya berdoa, “Bapa, aku buka hatiku sepenuhnya kepadaMu, Selidiki aku, ujilah hatiku. Aku mau serahkan seluruh aspek keinginanku kepadaMu! Roh Kudus, bersihkan aku, terus ekspose keberadaan hatiku, koreksi setiap ketidakakuratanku, sampai Engkau mendapati tidak ada hal lain yang aku inginkan selain untuk mengenal Engkau, mencintaiMu dan mewujudkan isi hatiMu!”
Saya berketetapan untuk terus mengisi hidup saya dengan Firman, terus memastikan roh saya, panca indera rohani saya, dan bahkan panca indera lahiriah saya untuk terus berasosiasi hanya dengan Firman! Biarlah saya semakin dipengaruhi oleh keinginan hati Tuhan, biarlah keinginan saya hanyalah untuk menyenangkan hatiNya saja, sehingga saya akan selalu menggunakan kuasa pengambilan keputusan saya untuk terus berjalan dalam jalan-jalan Tuhan!
Saya mau pastikan saya mati dari cinta akan diri sendiri (keinginan yang tidak sesuai dengan rencana Tuhan), biarlah cinta akan Tuhan terus bertumbuh dalam hidup saya. Karena saya tahu, ketika kerajaan ke-aku-an berhasil dikalahkan, Kerajaan Sorgalah yang memerintah dalam kehidupan saya!

3. Ketika merenungkan mengenai Yesus yang dicobai di padang gurun, saya menyadari bahwa ketika saya terus hidup dalam Firman, kuasa anugerah otomatis teraktivasi dalam hidup saya, membawa saya menikmati kehidupan yang dibedakan dari dunia ini, kehidupan yang penuh dengan terobosan dan kemenangan. Tiba-tiba saya merasa takut dengan pencobaan yang Yesus hadapi di padang gurun, saya takut sewaktu-waktu saya jatuh dalam pencobaan untuk membuktikan diri demi menerima pengakuan dari dunia mengenai keberadaan saya sebagai anak Sang Raja. Tetapi Roh Kudus berkata kepada syaa, “Jangan takut, teladanilah Yesus, Kakak sulungmu, engkau hanya tinggal berjalan di jejak kaki yang sama, dan pikullah kuk yang Dia pasang.” (Mat 11:29) Saya menyadari bahwa senantiasa hidup dalam kematian daging, sangkal diri dan pikul salib adalah kehidupan yang akan menjagai saya untuk tetap hidup dalam perkenanan Tuhan. Dengan memikul kuk yang Dia pasang, saya akan mulai dapat belajar dari Yesus, dan dapat mengenakan jubah kerendahan hati yang sama yang Ia miliki. Ketika saya semakin rendah hati, saya percaya, saya akan dapat terus melihat jejak kaki Tuhan yang senantiasa membawa saya berjalan dalam jalan-jalanNya sampai garis akhir! Saya percaya, jalan saliblah yang Tuhan maksudkan dengan jalan yang lurus yang telah Dia sediakan bagi saya untuk mencapai destiny yang telah Ia tetapkan! Ketika saya hidup dalam kematian daging, perjalanan profetis saya tidak akan sukar ataupun penuh bahaya, karena Tuhan meratakan dan meluruskannya bagi saya! (Yes 26:7 FAYH)
Saya percaya ketika saya terus hidup sangkal diri dan pikul salib, saya akan semakin dapat melihat dan masuk dalam KerajaanNya; kemuliaan Kerajaan dan keindahan Sang Raja akan sungguh-sungguh menawan hati saya, membuat saya semakin gila-gilaan, mati-matian dan habis-habisan mengejar Dia dan penggenapan rencanaNya! Saya berketetapan untuk terus bertekun dalam Firman dengan penuh passion! Saya rindu kehidupan saya berbuah lebat bagi KerajaanNya, saya rindu Sang Raja dapat memakai hidup saya menjadi senjata kebenaranNya untuk mewujudkan pemulihan segala sesuatu atas dunia ini! Terjadilah di dalam nama Yesus, Amin! #AkuCintaTuhan