Top

08 Oktober 2018

Pagi ini, kembali Roh Kudus menegaskan kepada saya bahwa untuk menghentikan peperangan dalam pikiran sekali untuk selamanya – sekaligus mengalami pembaharuan akal budi dan sepenuhnya hidup dalam ukuran Iman yang sudah Tuhan tetapkan (Rom 12:2-3) maka tidak ada alternatif lain, kita harus berfokus untuk mengkondisikan diri kita untuk terbangunnya pikiran Kristus, logika Ilahi…

1. Tanpa terbangunnya logika Ilahi dalam berbagai area hidup kita, peperangan rohani di area tersebut akan terus berlangsung.

Logika manusiawi yang masih kita miliki di berbagai area kehidupan kita adalah merupakan ‘pintu masuk’ untuk Musuh selalu memiliki peluang melancarkan peperangan rohani untuk menghambat pertumbuhan kita didalam Dia dan mengeluarkan buah bagi KerajaanNya! Dengan mudah Iblis/ roh-roh dunia akan terus mengintimidasi, menuduh, mengacaukan emosi serta men-distract kita dengan berbagai pemikiran-pemikiran yang menekan, menggelisahkan ataupun membuat kita jadi kuatir/ takut…

Kita masih hidup di dunia lahiriah ini dan tentu saja fakta lahiriah akan terasa ‘berbicara lebih keras’ dari apapun juga. Otomatis dengan mudah Musuh akan memanfaatkan keberadaan kita yang masih bersentuhan dengan hal-hal lahiriah/ fakta lahiriah untuk menekan hidup kita; logika lahiriah ditambah fakta lahiriah adalah merupakan senjata-senjata musuh yang paling efektif menjatuhkan orang-orang percaya yang masih hidup tanpa memiliki pikiran Kristus/ logika Ilahi. Kehidupan orang percaya yang tidak membangun logika Ilahi dalam area-area hidupnya, akan terus alami adanya peperangan dalam hidup mereka, dan seringkali mereka kalah!

2. Tanpa terbangunnya logika Ilahi di area-area kehidupan kita, Musuh akan terus mempergunakan berbagai fakta lahiriah & logika manusiawi yang masih kita miliki untuk menghancurkan kehidupan Iman dalam hidup kita.

Sekarang saya betul-betul menyadari, alasan mengapa ada banyak orang percaya terus menjalani kehidupan sehari-hari yang manusiawi/ duniawi & kedagingan, tidak lain adalah karena masih belum terbangunnya logika Ilahi!
Kehidupan sehari-hari kita – termasuk kehidupan Iman – dibangun atas dasar berbagai keputusan yang kita buat melalui berbagai pertimbangan & pemikiran yang sudah kita lakukan. Masalah penyebab mengapa sebagai orang percaya kita masih terus mengambil keputusan yang tidak akurat (tidak selaras dengan firman & keberadaanNya) adalah karena area pemikiran & pertimbangan (logika) yang kita miliki masih sangat manusiawi. Misalnya, mengapa dengan mudah orang percaya jadi termakan oleh berbagai berita tentang bencana alam dan menjadi kuatir/ takut? Karena mereka masih hidup dari logika manusiawinya!

Mari kita coba membangun logika Ilahi dari firman berikut:
Mazmur 91:7-11 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.
Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.
Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.
Artinya: (1) Walau ada terjadi berbagai kegoncangan, tapi semua itu tidak akan menjatuhkanmu. (2) Selama kita terus hidup dalam ketergantungan terhadap Tuhan, Dia akan selalu menjagai keberadaan kita. Bahkan Dia sudah memerintahkan para malaikatNya untuk berkemah di sekeliling hidup kita!
Jadi, untuk apa kita terus merasa kuatir?
Mungkin kita bisa berargumentasi dengan berkata: Tapi di dalam suatu bencana, kita tidak bisa memprediksi dan ada banyak orang-orang Kristen yang juga menjadi korban…. Betul sekali, tapi itulah fakta lahiriah dan logika manusiawi yang sedang mencoba menentang diri kita untuk mulai menerima pikiran Kristus/ logika Ilahi (2 Kor 10:4-5)
Ingatlah selalu, Tuhan menghendaki untuk kita hidup dari takaran Iman yang Dia berikan kepada kita (Rom 12:3) Orang benar akan hidup oleh imanNya (Rom 1:17) jadi tidak peduli apapun yang menjadi fakta (lahiriah) dan logika (manusiawi) yang ada, kita harus mulai ‘keluar dari perahu logika/ fakta yang ada’ dan mulai berjalan diatas air – melangkah dalam Iman, dari logika Ilahi yang Tuhan bangun dalam hidup kita (Mat 14:25-29)

Saya percaya, inilah saatnya untuk Tuhan mulai memunculkan orang-orang benar yang hidup oleh Iman, hidup dari logika Ilahi/ pikiran Kristus yang Dia nyatakan dan meruntuhkan berbagai logika manusiawi yang selama ini menahan mereka untuk memasuki dunianya Tuhan…..
Welcome to MY WORLD….! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus