Top

08 September 2018


Mesaage ini adalah kelanjutan dari message kemarin…

Adalah mungkin untuk seseorang -apalagi orang percaya- untuk selalu hidup berkemenangan dalam segala hal, di setiap waktu. Tapi perhatikanlah beberapa aspek penting berikut:

1. Pastikan kita mengadopsi passion akan Rumah Tuhan sama seperti yang Dia miliki.

2. Terus bangun, tingkatkan level ketergantungan kita kepada Tuhan.

Sejak kejatuhan manusia, manusia selalu cenderung mengandalkan kekuatannya sendiri. Alasannya tidak lain adalah karena memang manusia telah terpisah dari Tuhan! Tidak ada lagi arahan Roh yang mereka terima, tidak ada lagi jalinan komunikasi yang sehat antara manusia dengan Tuhan, seringkali manusia merasa harus mengambil keputusan sendiri demi untuk kelangsungan hidupnya…. Semakin lama, manusia semakin ‘terbiasa’ untuk memutuskan sesuatu demi untuk kelangsungan dan kemajuan hidup yang ia miliki – tanpa meminta arahan Tuhan lagi.

Bahkan setelah penebusan melalui Darah Yesus, ada banyak orang percaya yang masih ‘terbiasa’ menjalani hidup sehari-harinya dengan mengandalkan kekuatannya sendiri.
Yeremia 17:5-6 Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.
Luk 18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
Rom 8:26-28 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Yak 5:16-18 …. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.
Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.
1 Yoh 2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu — dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta — dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

Dari rangkaian ayat diatas, kita bisa menyimpulkan bahwa wujud ‘bergantung kepada Tuhan’ dimanifestasikan melalui doa-doa yang dinaikkan dengan tekun, penuh keantusiasan (fervent prayer) – melibatkan Roh Kudus secara sedemikian rupa hingga datang arahan, firman atau pernyataan Roh lainnya yang harus segera di tindak lanjuti melalui suatu tindakan nyata.
Amsal 3:5-6 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
Kata Ibrani yang dipakai dalam menuliskan kata ‘Akuilah Dia’ adalah Yada, yang memiliki makna: Belajar untuk memahami, mencari tahu & membedakan… Artinya, untuk hidup mengandalkan TUHAN, kita perlu mempelajari & memahami jalan-jalan Tuhan; mencoba mengenali dan membedakan Jalan Tuhan tersebut dari jalan-jalan dunia ini, untuk dapat kita jalani dengan segenap hati!
Teruslah membersihkan ‘jalur komunikasi’ yang kita miliki dengan Tuhan sehingga kapanpun Dia mau berbicara & memberikan arahan, kita tidak pernah memiliki kesulitan untuk mendengar Dia dan mentaatinya secara penuh!

3. Kenali Jalan-jalanNya dan berjalanlah didalam jalan KemenanganNya.

Ketika Musa bersyafaat untuk Israel di atas gunung Sinai, dia meminta untuk Tuhan menunjukkan jalanNya kapadanya (Kel 33:13) sementara, saat menuliskan surat ke jemaat Korintus, Paulus ada menyebut tentang jalan kemenanganNya (2 Kor 2:14) Nubuatan Yesaya menegaskan bahwa jalan Tuhan berbeda dengan jalan-jalan manusia (Yes 55:8-9) Yang Roh Kudus mau dari kita sebagai umatNya dalam menjalani kehidupan sehari-hari (sehingga selalu berkemenangan dalam segala hal) adalah mulai mempergunakan cara-cara Ilahi dalam menjalani hidup & menaklukkan tantangan!
a. Pastikan hidup kita sudah terhubung dengan KerajaanNya; karena inilah faktor utama yang akan membuat kita terbebas dari tekanan/ ikatan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari (Mat 6:33) Segala bentuk masalah dan kekuatiran dalam hidup seringkali bersumber dari kehidupan orang percaya yang belum terhubung dengan realita KerajaanNya. Yesus memerdekakan kita dari perhambaan dosa supaya kita hidup bagi Allah dan menjadi hamba kebenaran (Rom 6:11, 6:17-19, 1 Yoh 3:19-22)
~ Pastikan kita bersedia memberi diri untuk diayomi oleh ‘orang dari tempat tinggi’ (Yoh 3:3)
~ Pastikan selalu tersedia ‘tanah hati yang baik’ dalam hidup kita (Mat 13:11-12 & 23)
~ Pastikan selalu ada manifestasi pekerjaan Firman & Roh dalam hidup kita (1 Yoh 2:27)
b. Pastikan kita terus mempergunakan mulut kita untuk memperkatakan firmanNya (Maz 8:2, Ams 18:20-21, Mark 11:24)
c. Pastikan kita terus mendisiplin pikiran kita untuj selalu tertuju hanya kepada keberadaan Tuhan, firmanNya & berbagai perkara Ilahi yang Roh Kudus nyatakan (Ams 4:23 – terj VMD, Fil 4:8 – terj FAYH, Rom 8:5, Kol 3:1-2)
d. Pastikan kita terus bertumbuh jadi semakin serupa dengan Kristus dan memanifestasikan kepenuhan Kristus dalam hidup sehari-hari (Fil 2:5-7, Ef 2:10)
Seluruh jemaat mula-mula hidup dengan menjadikan agenda kerajaan menjadi prioritas hidup mereka, mereka menjalani gaya hidup yang berbeda. Jemaat mula-mula disebut sebagai ‘Pengikut Jalan Tuhan’ (Kis 9:2, 13:10, 18:25, 19:9 & 23)
Mulailah berjalan di JalanNya dan alamilah selalu kemenangan dalam segala keadaan! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus