1 Juli 2021

Hari – hari ini Tuhan terus mengajarkan bagaimana berhadapan dengan orang – orang yang punya permasalahan emosional (hidup dalam konflik batin). Terkadang mereka memiliki kepribadian yang unik dan sangat ringkih. Tidak jarang kita akhirnya juga bingung menghadapi orang – orang seperti itu. Lebih sering kita akhirnya jadi turut terganggu dan kesal. Ujung – ujungnya diri kita pun jadi sama menyebalkannya dengan orang tersebut. Jika begitu terus ‘siklus’ yang terjadi, artinya kita sedang tidak berfungsi sebagai kemah Allah, tapi justu menjadi sarana dari ‘roh – roh dunia’ untuk memanifestasikan dirinya yang merusak diri kita sendiri, maupun orang lain.

Roh Kudus mengajarkan suatu sikap hati: jika kita bertemu dengan orang – orang seperti itu, segeralah sadar bahwa itu adalah TARGET untuk kita melampiaskan kasih ilahi kepadanya. Jadi bersyukurlah jika orang – orang seperti itu ada. Artinya kita punya kesempatan untuk praktek firman dan memperkenan hati Tuhan. Sikap hati demikian akan membuat kita tidak akan terkejut atau bingung saat orang – orang itu memanifestasikan emosi negatif. Justru kita bisa tersenyum dan tetap tenang.

Ada ayat firman yang Roh Kudus ingatkan lagi kepada saya.

Roma 6:11 (TB)  Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

Ayat di atas seolah ingin sungguh – sungguh ditanamkan di dalam batin saya sampai berakar dengan sangat kuat. Betapa ‘bahagianya’ menjadi orang mati – tidak lagi merasakan apa pun ketika dikasari, dibenci bahkan diperlakukan secara negatif. Namanya saja orang mati, pastinya tidak ada yang dirasakan lagi. Dasar keyakinan inilah yang harus terbangun dalam diri saya. Sebaliknya saya hidup bagi Allah, tapi bukan saya lagi yang hidup melainkan Kristus.

Galatia 2:20 (TB)  namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Kristus adalah anak Allah yang telah mengasihi kita dan menyerahkan diri untuk kita. Itu adalah sifat Kristus – penuh kasih dan pengorbanan pada saat kita masih berdosa!! Jadi jika Kristus yang hidup dalam kita, maka sewajarnya kasih dan pengorbanan terpancar dalam hidup kita sehari – hari dalam menghadapi siapa pun dan peristiwa apa pun.

Doa saya: Roh Kudus tolong saya agar senantiasa hidup memperkenan hati Tuhan. Tidak peduli sikap orang lain terhadap saya seperti itu, yang terpenting hati saya tahir dan bersih dari segala konflik batin. Sebab saya mau senantiasa terhubung atau terkoneksi dengan realita-Mu. Betapa berharganya hadirat-Mu bagiku. Itulah habitatku!! Saya tidak akan pernah menyerah dalam hidup ini, sebab saya terhubung dengan hadirat-Nya! Terjadilah dalam nama Yesus. Amin!

#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus