Top

1 Juni 2020

Saya percaya setiap hari Bapa menghendaki kita untuk menikmati kemenangan yang sudah Dia sediakan. Sehingga selalu ada porsi terobosan atau kemenangan bagi kita sebagai anak-anak Allah.

 

Efesus 1:3 (TB) Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

 

Bapa menghendaki kita dapat menjalani kehidupan sehari-hari tanpa pergumulan! Namun Iblis atau musuh tidak menghendaki hal tersebut, ia selalu berusaha membuat kita tidak menerima atau menikmati porsi kemenangan itu. Bagaimana musuh akan menyabotase hal tersebut? Dengan mengirimkan sinyal-sinyal DISTRACTION kepada manusia roh kita, berupa rangkaian fakta atau data yang sengaja berusaha memotong jalur distribusi penyediaan Bapa bagi kita. Musuh selalu berinisiatif untuk merampok sekaligus mencetak pikiran kita (jalan berpikir atau sudut pandang yang kita miliki) untuk merasa tidak layak bahkan menganggap hal itu tidak mungkin ada! Sehingga tanpa sadar kita MENOLAK untuk MEMPERCAYAI hal itu dan dengan sukarela MENGABAIKAN penyediaan Bapa dan lebih memilih jalan manusiawi dengan MENGANDALKAN kekuatan diri sendiri!

 

Katakanlah ada seseorang yang sedang sakit, entah sakit dalam jenis dan skala apa pun pastilah akan mengganggu orang yang bersangkutan. Semakin berat jenis penyakitnya, semakin berat pula penderitaannya (siksaan yang dialami). Kondisi sakit itu pasti akan mengirim sinyal-sinyal ke pikirannya, dan disadari atau tidak, tujuannya membuat seseorang mulai ‘beralih’ untuk lebih memperhatikan sinyal yang dikirim oleh sakit penyakit itu yang seakan tanpa henti sepanjang hari. Kadang dalam skala yang kecil, kadang dalam skala yang besar. Ketika FOKUS kita mulai BERALIH kepada sakit itu, maka seorang yang kuat sekalipun akan mulai merasa takut, kuatir dan lemah tak berdaya.

 

Jika hal ini terus berlanjut, maka lama kelamaan akan mulai menciptakan KEBOCORAN ROHANI, orang yang awalnya merasa penuh sukacita, sekarang mulai merasa ‘habis’ sukacitanya, sampai mengalami ‘drain out‘ – merasa kosong dan kering.

 

Apakah benar-benar kosong? Tidak. Sesungguhnya pikiran kita didesain untuk menjadi bejana yang selalu menampung sesuatu. Lalu sekarang apa yang mengisi pikiran kita? Ya rasa sakit itu, ketakutan, kekuatiran, ataupun kefrustrasian. Pendek kata ‘dukacita’ sekarang mulai mengambil alih dan memenuhi bejana pikiran kita. Tanpa sadar pikiran kita sudah berhasil dibajak atau disabotase oleh musuh!

 

Roh Kudus mengingatkan saya, ibarat sebuah pesawat berpenumpang yang sedang terbang. Pasti memiliki suatu tujuan atau destinasi tertentu. Tapi karena satu dan lain hal, entah karena keteledoran keamanan atau kelicikan teroris, maka teroris berhasil masuk ke dalam pesawat sambil membawa senjata. Sang teroris pun beraksi dan berhasil menyerobot masuk ke ruang kokpit pesawat untuk menyabotase pilot yang ada. Sebagai akibatnya, sekarang tujuan atau destinasi pesawat itu dibelokkan ke tujuan yang teroris mau demi memenuhi ambisi atau rencana jahatnya!

 

Alkitab mencatat peristiwa yang kurang lebih sama di Kejadian 11:31 yaitu tentang perjalanan Terah bersama rombongan keluarganya keluar dari Ur Kasdim menuju ke tanah Kanaan. Terah sesungguhnya sudah miliki tujuan atau destinasi yang jelas. Namun ketika sampai di Haran, ia teringat kembali dukacita akan kematian anaknya Haran, ia pun ingin meratap dan hidup dalam memori bersama anaknya, sebagai akibatnya ia pun tidak ingin melanjutkan perjalanannya lagi. Ini adalah sebuah distraction! Terah berhasil disabotase oleh musuh dan dihentikan perjalanan profetisnya.

 

Betapa pentingnya kita memperhatikan aspek pikiran dan pemikiran dalam hidup kita sehari-hari. Karena bobot pikiran itu sama dengan doa.

 

Efesus 3:20 (TB) Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita DOAKAN atau PIKIRKAN, seperti yang ternyata dari KUASA yang BEKERJA di DALAM kita,

 

Jika musuh berhasil menyabotase pikiran kita dengan distraction, maka kekuatan doa dalam diri kita pun akan jadi kendor dan kehilangan kuasanya! ‘Fighting spirit’ untuk melawan pekerjaan musuh akan habis dan kita ingin menyerah begitu saja. Sebetulnya Bapa mengetahui kondisi kita yang sedang menghadapi pergumulan atau tekanan – baik itu sakit penyakit, masalah ekonomi, problem keluarga, tekanan hidup dll. Terlepas dari ketelodoran kita yang membuat kita terjebak dalam masalah, sesungguhnya Dia Bapa yang baik. Dan pasti berinisiatif menolong kita lewat segala cara. Bahkan Bapa sudah tahu apa yang menjadi kebutuhan kita sebelum kita minta kepada-Nya (Matius 6:8).

 

Yang seringkali menjadi masalah adalah pikiran kita yang sudah ter-distract ini seperti terblokir atau terhambat oleh pekerjaan musuh sehingga SULIT PERCAYA untuk menerima pertolongan Bapa. Padahal kita hanya akan menerima apa yang Bapa sediakan dengan cara MENERIMA janji FIRMAN dan PERCAYA bahwa kita telah menerima penggenapan janji firman itu. (Markus 11:23).

 

Oleh karenanya belajarlah untuk mengenali sinyal-sinyal distraction yang dikirim oleh musuh. Dan segala bentuk distraction harus dibuang dengan cara mendoakannya – berdoalah dalam roh dan mulai memperkatakan atau mendeklarasikan firman yang kita terima sampai roh kita berkobar-kobar. Imajinasikan firman itu tergenapi dalam hidup kita, sampai kita dapat merasakan adanya gelora antusiasme penggenapan janji Tuhan dalam batin kita. Itu tanda kita terhubung kembali dengan realita-Nya (frekuensi hati dan pikiran kita selaras dengan frekuensi sorga) dan MENERIMA apa yang Bapa sediakan di dalam roh sekarang TERJADI dalam alam nyata.

 

Bagaimana jika kita kesulitan untuk membayangkan hal itu tergenapi dalam diri kita? Biasanya kita akan lebih mudah untuk tidak percaya. Mengapa kita mudah tidak percaya? Jawabannya sederhana, karena pikiran dan hati kita sudah dipenuhi oleh berbagai fakta dan data. Sudah sekian waktu lamanya, mungkin sudah berkerak dan membentuk argumentasi-argumentasi tertentu yang menolak firman.

 

Jadi sekarang adalah tugas kita untuk menguras, men-drain out fakta dan data itu dengan doa-doa kita. Dan isi kembali dengan pekerjaan firman dan roh-Nya. Gosok diri kita dengan firman, perkatakan firman sampai kerak-kerak fakta dan data terkikis, terkelupas dari hati dan pikiran kita. Lakukan dengan tekun. Dan alamilah kembali realita Tuhan, bahwa Dia adalah Bapa yang baik yang selalu menyediakan porsi kemenangan dan anggur yang terbaik bagi setiap kita. Terjadilah! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus