Top

1 Juni 2021

Alasan mengapa orang percaya masih diganggu oleh roh-roh dunia, masih terus berperang oleh manifestasi pekerjaan musuh, bahkan kuasa pemerintahan Allah seperti hilang dari keberadaan orang percaya, adalah karena orang percaya masih kurang menyadari bahwa keberadaan Roh yang ada di dalam diri kita jauh lebih besar dari pada roh-roh yang ada dalam dunia. Orang percaya belum menumbuhkan kesadaran akan realita Tuhan yang kuat di dalam dirinya.

1 Yohanes 4:4 (TB) Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.

Kita sungguh perlu menumbuhkan level kesadaran akan realita Tuhan yang kuat di dalam diri kita. Sebab penyebab utama kita masih sering merasa lemah dan mudah diganggu oleh berbagai pekerjaan musuh adalah karena paradigma dan persepsi kita yang masih keliru atau tidak akurat tentang keberadaan Tuhan. Selama ini kebanyakan orang percaya masih berpikir dan menganggap bahwa Tuhan itu berada jauh di Surga, sementara kita justru cenderung berpikir malah Iblis yang berada di dekat kita.

Kebenaran firman yang harusnya terbangun menjadi paradigma, perspektif dan persepsi kita adalah bahwa Tuhanlah yang tinggal di dalam kita, dan karena Tuhan ada di dalam kita, sudah seharusnya Iblis segera menjauh dari hidup kita. Makin kita menyadari keberadaan Tuhan yang nyata ada dan tinggal di dalam kita, maka kita akan semakin mudah untuk melihat adanya perkara-perkara surgawi dan manifestasi dari hal-hal supernatural terjadi atas hidup kita.

1 Korintus 3:10-16 (TB) Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api. Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

Dari perikop firman di atas, bagaimana supaya diri kita menjadi layak untuk ditempati oleh Roh Allah? Adalah dengan membangun hidup kita berdasarkan unsur-unsur yang ilahi yaitu firman-Nya. Teruslah secara konsisten atau tekun untuk membangun hidup kita melalui perenungan firman. Bangun kehidupan doa dan manusia roh kita sampai pekerjaan Roh dan firman-Nya membakar roh kita setiap hari – hidup kita dibangun oleh material-material surga, sehingga menjadi tempat yang layak untuk ditinggali oleh Roh Kudus. Disiplinkan pikiran dan emosi kita selalu selaras dengan firman-Nya.

1 Korintus 6:18-20 (TB) Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Firman menegaskan jauhkan diri kita dari segala bentuk percabulan. Ketika kita melakukan percabulan, maka tubuh (otak) kita yang adalah properti Surga akan menjadi rusak oleh karenanya. Sementara adalah kehendak Tuhan untuk otak dan tubuh kita dapat dipakai sebagai alat, senjata ataupun sarana yang efektif untuk merealisasikan setiap kehendak atau rencana-Nya di bumi. Jangan pernah biarkan roh percabulan menguasai hidup kita, karena Roh Kudus menginginkan adanya keleluasaan bergerak dalam hidup kita.

Pastikan pikiran dan emosi kita selalu bersih dan suci agar Roh Kudus menjadi betah tinggal dan berdiam. Jika Roh Kudus diam di dalam kita, maka hidup kita tidak perlu lagi ada pergumulan dan peperangan rohani. Setiap godaan dan tipu muslihat Iblis dapat dengan mudah kita usir pergi dari hidup kita. #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus