Top

1 November 2019

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin.

 

5. Akulah El Hayah – Allah yang akan ‘menjadi’ di setiap waktu, tempat atau situasi yang kau hadapi, menjadi sumber dari setiap solusi yang kau butuhkan (Keluaran 3:14).

 

Di saat Tuhan mendengar seruan penderitaan orang Israel, Dia memanggil dan mengutus Musa untuk membebaskan mereka. Menyadari kesulitan yang bakal ia hadapi – Musa sendiri pernah ditolak oleh Israel saat ia mencoba melerai ketika ada pertengkaran di antara mereka (Keluaran 2:11-14), Musa meminta penegasan dari Tuhan.

 

Keluaran 3:13 (TB)  Lalu Musa berkata kepada Allah: “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? — apakah yang harus kujawab kepada mereka?” Alasan Musa menanyakan nama Tuhan adalah untuk menerima legitimasi, mandat secara langsung.

 

Dan Tuhan pun menjawab: “Aku adalah Aku” atau ’eh·yeh ’ă·šer ’eh·yeh – memiliki arti bebas: Aku akan menjadi apa pun yang kau butuhkan di segala situasi atau peristiwa yang kau hadapi.

 

Tidak heran, dengan menerima penyingkapan pewahyuan tentang keberadaan Tuhan yang akan ‘menjadi’ apa pun yang Musa butuhkan, di segala situasi atau peristiwa yang memang harus ia hadapi dalam mengerjakan tugas yang ia terima dari Tuhan, ada begitu banyak keajaiban, mukjizat dan intervensi Ilahi yang Musa alami – karena memang untuk membawa Israel keluar dari perbudakan Mesir, tidaklah semudah atau sesederhana mengucapkannya. Firaun orang yang sangat keras hati, mudah berdolak-dalik dan mengubah keputusannya hingga terpaksa Tuhan harus memukul Mesir dengan berbagai tulah (Keluaran pasal 5-14).

 

Tindakan Tuhan melakukan berbagai intervensi dan keajaiban adalah wujud dari bermanifestasinya pewahyuan tentang keberadaan Tuhan yang ‘selalu menjadi’ di saat Ia dibutuhkan. Saya percaya, di saat kita sebagai umat pilihan-Nya membangun sudut pandang dan dasar keyakinan kita di atas dasar keberadaan Tuhan sebagai El Hayah, akan ada banyak terobosan, mukjizat dan berbagai intervensi Ilahi yang bakal kita alami.

 

Pastikan saja kita terus dengar-dengaran dengan suara Roh-Nya dan selalu hidup di pusat kehendak Tuhan yang sempurna – kita sedang menjalani kehidupan sehari-hari yang harmoni dengan agenda kerja Tuhan bagi kehidupan kita, untuk generasi kita!

 

Hai orang percaya, hai Gereja Tuhan inilah saatnya untuk kita terus mendesak masuk dalam hadirat-Nya dan mengaktivasi pekerjaan Roh Kudus secara lebih lagi dalam kehidupan sehari-hari kita sehingga kita pun akan alami terbukanya dimensi roh tentang keberadaan Tuhan sebagai El Hayah. Dengan dimensi pewahyuan ini mulai teraktivasi dalam hidup kita, saya yakin, itulah saatnya kita akan mulai melangkah mewujudkan kehendak atau rencana Tuhan dengan terus disertai berbagai tanda ajaib dan perkara-perkara besar. Setiap doa, deklarasi atau nubuatan yang kita naikkan, tidak akan pernah kembali dengan sia-sia! Kita akan kembali melihat bekerjanya kuasa doa yang sanggup menyingkirkan gunung-gunung (Markus 11: 23-24) dan mengubahkan kehidupan banyak orang (Matius 18:18-20). Di dalam nama Yesus, terjadilah! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus