1 November 2021

Tuhan sungguh menghendaki umat-Nya (gereja-Nya) agar selalu dapat berkata “YA” pada panggilan ilahi bagi penggenapan rencana-Nya. Umat yang selalu available hidup bagi Dia dan memprioritaskan setiap kehendak rencana-Nya secara sukacita dan sukarela karena memang mereka mengasihi Tuhan. Inilah keberadaan Gereja-Nya yang akan mengalami kepenuhan Kristus untuk menerima pencurahan Roh dari ruang takhta dan melalui gereja-Nya menghadirkan pemulihan bagi segala sesuatu.

Terus latih diri kita untuk hidup mengosongkan diri dari segala angan-angan dan cita-cita pribadi, bahkan dari segala pemikiran yang memberi kita berbagai macam alasan bahwa kita tidak layak, penuh keterbatasan, ketidakmampuan, dan sebagainya, yang membuat kita menjadi tidak pernah siap untuk hidup bagi Tuhan dan kehendak rencana-Nya. Persembahkan hidup kita di atas mezbah-Nya dan selalu setting sudut pandang sebagai prinsip hidup kita bahwa “kita ada dan hidup hanya untuk Tuhan dan penggenapan rencana-Nya”.

Roma 6:11 (TB) Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

Miliki hidup yang berpusatkan kepada Kristus, sehingga setiap kali Tuhan menyatakan isi hati-Nya, kita dapat selalu available untuk menanggapi dan meresponi panggilan-Nya secara akurat. Kecenderungan hati kita yang mencintai kebenaran akan mengkondisikan kita dapat melihat panggilan-Nya yang penuh kemuliaan, mengerti kehendak-Nya serta hidup meresponi dan mengerjakan agenda-Nya.

Sebab orang-orang yang memiliki berbagai macam alasan untuk MENOLAK UNDANGAN PESTA PERJAMUAN KERAJAAN ALLAH (Lukas 14:18-20), disebabkan oleh :

1. Kecenderungan hatinya yang masih tertuju kepada diri sendiri, mengejar uang, kesuksesan pribadi dan berbagai tawaran dunia ini.

Mereka sebenarnya TIDAK TERTARIK dengan undangan tersebut dan menganggap tidak terlalu penting untuk menghadiri pesta tersebut. Jadi ada saja alasan – alasan yang dikemukakan, walau sebenarnya alasan tersebut tidak tepat untuk dijadikan sebagai suatu alasan.

Mereka masih sering memiliki persepsi yang manusiawi dan duniawi bahwa hidup bagi Tuhan dan kehendak-Nya adalah suatu kerugian, penuh pengorbanan, penderitaan, bahkan menganggap harus menjadi seorang pendeta dan sebagainya.

Menarik sekali memerhatikan alasan dari orang – orang yang diundang tetapi ‘tidak siap’ untuk datang. Mereka memberi alasan yang MENGEKSPOSE KECENDERUNGAN HATI mereka.

Padahal firman dengan tegas berkata:

Matius 16:26 (TB) Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Sebaliknya Tuhan memberi janji bahwa:

Matius 6:33 (TB) Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Harusnya yang menjadi paradigma, persepsi, perspektif maupun prinsip hidup kita adalah, dengan kita hidup bagi Tuhan dan menjadikan rencana-Nya sebagai prioritas hidup kita, maka segala yang dikejar dunia, semua yang dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, semuanya itu justru akan ditambahkan kepada kita.

Kita hidup bukan dari sungai babel, melainkan dari sungai Allah yang mengalirkan aliran air kehidupan, membuat diri kita tidak pernah haus lagi oleh keinginan diri sendiri dan cinta dunia ini, tapi memenuhi batin kita dengan limpahan sukacita, damai sejahtera dan kebenaran yang membuat hidup kita selalu mengalami kepuasan sejati.

Tidak lagi bergumul dengan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, tidak lagi hidup mengejar uang dan kesuksesan dunia, bahkan kita tidak terbelenggu oleh ikatan Mamon, melainkan punya cukup kekuatan untuk menaklukkan Mamon dengan berbagai terobosan dan kemenangan yang ilahi.

Message ini masih akan berlanjut lagi besok.

#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus

_________

Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri:
Nama, Kota, No Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106

Atau langsung klik link berikut ini: https://wa.link/homdvi