Top

10 Januari 2019

Terlepas dari apapun yang menjadi alasan saat seorang pemimpin memutuskan untuk ‘menahan diri’ dari meleburkan dirinya ke dalam kegerakan yang sedang Tuhan nyatakan, alasan tersebut adalah merupakan wujud dari benteng-benteng/ kubu-kubu didalam pikiran yang membuat orang yang bersangkutan jadi menentang/ menolak pengenalan akan Allah. Tanpa ia sadari, ia justru sedang membuat ‘jalannya’ sendiri – terlepas dari jalan-jalan Tuhan…
Seorang pemimpin yang terus berjalan di ‘jalannya sendiri’ akan mendapati perjalanan hidupnya akan jadi semakin terjal & berliku.
Pada saat Tuhan melepaskan suatu kegerakan rohani, hal tersebut disebabkan karena adanya orang-orang percaya yang terus berseru-seru kepada Tuhan & meminta untuk Dia mengubahkan kondisi/ keadaan buruk yang sedang membelenggu kehidupan gerejaNya. Terlepas dari kedaulatan Tuhan yang berkehendak memakai siapapun yang ingin Dia pakai dalam mewujudkan agenda kekalNya, tugas kita hanyalah menyatukan diri dengan Tuhan yang sedang bekerja melalui orang yang Dia pakai tersebut. Tanpa kita membuka diri & merendahkan hati untuk menyatukan diri dengan orang kegerakan yang sedang Tuhan bangkitkan, artinya kita akan terus hidup dalam keadaan terikat & terbelenggu oleh berbagai aspek yang berasal dari Musuh! Justru tindakan kita untuk menyatukan diri dengan org kegerakan yang berasal dari Tuhan adalah merupakan tindakan paling akurat yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan diri kita sendiri dan pada saat yang sama, memberi nilai tambah bagi orang kegerakan yang dari Tuhan tersebut sehingga kegerakan yang ada akan terus bergulir dan menjadi semakin besar!
Tindakan seorang pemimpin yang menahan-nahan dirinya untuk tidak tergabung dalam suatu kegerakan yang sedang Tuhan lakukan adalah merupakan manifestasi darii tipu daya Iblis yang terus berupaya untuk mengkerdilkan dan kalau bisa segera membunuh gelombang kegerakan yang sedang terjadi tersebut! Dengan seorang pemimpin menahan diri untuk tidak melebur dalam kegerakan yang ada, otomatis hal tersebut akan mengkondisikan dirinya sendiri jadi terus berada di jalan hidup/ jalan pelayanan yang berat, terjal, penuh pergumulan dan selalu tertekan…
Doa saya, biarlah melalui message kali ini, Roh Kudus jadi memiliki keleluasaan yang lebih untuk berbicara, mendorong & meyakinkan para hamba Tuhan yang masih ‘bergumul’ didalam batinnya untuk segera mengambil keputusan dan bertindak – meleburkan diri didalam kegerakan reformasi gereja yang sedang Tuhan lakukan ini.
Sementara menulis message ini, saya seperti mendengar Roh Kudus berbisik dalam batin saya: Mereka yang terus mendesak dan sudah memasuki realita kerajaanKu akan menikmati berbagai perbedaan & keistimewaan yang memang tersedia didalam KerajaanKu. Sedang mereka yang masih tetap ada di luar kerajaanKu justru akan mengalami berbagai kegoncangan & kengerian yang memang sedang datang atas dunia ini.
Dunia sedang menjadi semakin gelap karena dipenuhi oleh orang-orang fasik; tapi inilah saatnya untuk umatKu mengikuti arahan RohKu yang menghubungkan diri mereka satu sama lain guna menggenapkan rancanganKu. Aku sedang membawa terangKu untuk mengusir kegelapan yang menguasai dunia ini! Dan Aku memakai kehidupan sehari-hari umatKu untuk menghadirkan terangKu dan mengusir kegelapan yang selama ini menguasai bumi! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus