Top

10 Juni 2020

Message ini merupakan kelanjutan dari message kemarin.

 

Kita sedang membahas tentang tipu muslihat dari si Jahat yang terus berniat men-distract kehidupan jemaat atau para pemimpin sehingga gagal alami penyetaraan pewahyuan.

 

Dengan segala macam cara Musuh akan terus berupaya membuat:

 

a. Para pemimpin dan jemaat jadi kehilangan hasrat mereka untuk terus menggali kebenaran atau belajar mengenal jalan-jalan Tuhan.

 

b. Jemaat dan para pemimpin jadi kehilangan jati diri mereka yang sejati di dalam Kristus

 

c. Para pemimpin dan jemaat jadi tidak lagi hidup dalam kuasa firman

 

d. Para pemimpin atau jemaat jadi kehilangan keyakinan mereka akan keberadaan Tuhan, akan kesetiaan dan kasih-Nya terhadap umat pilihan.

 

Itu sebabnya, sebagai orang percaya, kita harus melawan segala pekerjaan si Jahat dengan iman yang teguh! (1 Petrus 5:9-10)

 

e. Paulus juga menyuruh untuk setiap jemaat atau para pemimpin selalu mengenakan ketopong keselamatan – suatu metafora yang berbicara tentang perlindungan atas jiwa kita untuk bisa tetap bertekun dalam mengharapkan segala sesuatu (Efesus 6:17).

 

Di sinilah sebetulnya inti serangan dari tipu muslihat Iblis! Apa pun tindakan, ucapan -khususnya pengambilan keputusan yang kita lakukan selalu diambil dari pemikiran dan sudut pandang yang kita miliki – area kepala. Karena itu harus dijagai atau dilindungi dengan ketopong yang bersumber dari keselamatan yang sudah Kristus berikan melalui kematian, kebangkitan dan kebenaran-Nya yang dipermuliakan di sebelah kanan Bapa.

 

Secara sistematis, Iblis terus:

 

(1) Menghancurkan dasar keyakinan yang kita miliki tentang keberadaan Bapa. Tapi ingatlah selalu: Dia tetap Bapa yang baik, Allah yang berdaulat dan yang setia,

 

(2) Iblis terus merusak jati diri kita yang sesungguhnya yang ada di dalam Kristus. Ingat selalu, kita adalah Ciptaan Baru, anak-anak sang Raja,

 

(3) Iblis terus melemahkan atau menghancurkan kekuatan pengharapan (the power of hope) dalam jiwa kita,

 

(4) Membuat kita jadi ‘kebal’ (familiar) – tidak lagi menikmati bekerjanya kuasa firman dalam kehidupan sehari-hari,

 

(5) Kehilangan damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus – musuh memanfaatkan berbagai situasi atau peristiwa yang kita alami untuk melakukan tekanan pada manusia roh, mentalitas dan pikiran kita.

 

Tujuan utama Iblis adalah mengalihkan fokus kehidupan kita (to distract) dari melakukan kehendak Bapa jadi berfokus pada diri sendiri – distracting believers from the kingdom of God to the kingdom of self.

 

f. Paulus menegaskan untuk setiap orang percaya bisa menerima pedang Roh, suatu metafora dari firman Tuhan atau suara Tuhan yang bisa dipakai sebagai senjata menyerang terhadap segala bentuk serangan si Jahat! (Efesus 6:17)

 

Pedang Roh ini dapat kita terima melalui doa berbahasa Roh, doa syafaat maupun berbagai permohonan yang kita naikkan kepada Bapa (Ibrani 4:16)! Dengan adanya pedang Roh atau firman Tuhan dalam hidup kita, berbagai aktivitas dan pekerjaan roh Jahat yang selama ini merongrong kehidupan kita, seketika langsung diberi expiry date (tanggal kadaluarsa).

 

Tidak ada pekerjaan roh Jahat yang boleh terus merongrong kehidupan umat Tuhan, umat yang diberkati untuk seterusnya! Selalu ada batas waktu kadaluarsa untuk setiap aktivitas roh Jahat dalam kehidupan umat-Nya!

 

Dengan kita menerima pedang Roh atau firman Tuhan atas situasi yang kita hadapi, maupun keadaan negatif yang sedang mengganggu hidup kita, kita tinggal memakai firman atau pedang Roh tersebut sehingga apa pun bentuk pekerjaan si Jahat segera dapat dihentikan. Dan pada saat yang sama, kita mengaktivasi terjadinya pekerjaan Roh yang membawa kita mengalami berbagai terobosan dan kemenangan di dalam alam roh!

 

Di saat terjadi berbagai terobosan dalam alam roh, kita akan merasakan adanya gelora emosi yang meluap-luap, dan ada keantusiasan yang menyala-nyala dalam batin kita. Jagai hal tersebut, jangan biarkan kita kembali ter-distract oleh berbagai fakta dan data lahiriah yang terus disajikan oleh si Jahat di depan mata kita. Jangan biarkan emosi negatif kembali menguasai keberadaan kita! Teruslah beria-ria di dalam hadirat-Nya. Teruslah berkata-kata secara sedemikian rupa sehingga pikiran dan batin kita makin diyakinkan dengan firman yang sudah kita terima dari Tuhan!

 

Dengan pikiran dan emosi atau batin kita terus menikmati gelora terobosan rohani yang ada, kita akan mendapati semua janji Tuhan tersebut segera terwujud dalam kehidupan sehari-hari kita! #AkuCintaTuhan

 

Message ini masih akan berlanjut besok.

 

Ps. Steven Agustinus