Top

10 Maret 2020

Message ini merupakan kelanjutan dari message kemarin.

 

Dari message kemarin, kita mendapati bagaimana Tuhan menghendaki untuk Gereja mengubah frekuensi rohani yang selama ini dipancarkan; dari sekedar memberitakan tentang kesuksesan, keberhasilan dan berkat atau kekayaan belaka, mulai beralih ke kehidupan iman, sangkal diri-pikul salib, mengosongkan diri dari berbagai bentuk keakuan dan hidup hanya untuk Tuhan dan penggenapan rencana-Nya!

 

1. Para pemimpin atau pengkhotbah harus mulai mengubah frekuensi khotbah ada atau pengajaran yang selama ini mereka bawa dalam gereja, diganti dengan frekuensi suara Tuhan!

 

2. Tuhan sedang membangkitkan salah seorang dari antara hamba-hamba-Nya untuk meniup sangkakala dan memobilisasi para prajurit dan pahlawan iman.

 

Saya melihat di dalam roh, bagaimana orang yang ditunjuk Tuhan tersebut mengalami pekerjaan firman dan Roh yang menggerakkan dirinya untuk memanggil para prajurit rohani, para pahlawan iman yaitu orang-orang benar yang memang pernah mengalami atau ikut terlibat dalam kegerakan besar di masa lampau dan terus merindukan untuk terjadinya kembali kegerakan rohani yang lebih dahsyat di masa kini, guna bersehati dan bersinergi meresponi apa yang menjadi agenda kerja Tuhan!

 

Sebelum Tuhan mencurahkan ‘anggur baru’, pertama-tama Dia menghendaki untuk kita menyediakan kirbat anggur yang baru!¬†Kegerakan yang pernah terjadi di masa lampau hanyalah menyediakan suatu panggung atau batu loncatan untuk dipergunakan memunculkan diri oleh kegerakan terkini!

 

Kegerakan yang akan Tuhan nyatakan di masa depan, tidaklah sama seperti kegerakan di masa lalu; tapi selalu mengandung unsur-unsur dari kegerakan di masa lalu! Misalkan, jika di masa lalu pernah terjadi kegerakan rohani dengan penekanan dalam hal hidup oleh iman, kekudusan atau kesembuhan dan mukjizat dan lain sebagainya, dalam kegerakan di masa depan, Tuhan akan mempergunakan penyingkapan kebenaran yang pernah Dia berikan kepada gereja tersebut sebagai suatu patokan atau batu loncatan atas apa yang akan Ia lakukan di masa depan!

 

Tanpa para hamba Tuhan atau orang-orang benar bersedia ‘membaptis diri’ dalam ‘kebenaran terkini’ dan mulai meninjau kembali semua kebenaran yang pernah mereka terima di masa lalu dari sudut pandang ‘kebenaran terkini’, maka mereka tidak akan pernah bisa dimobilisasi dan disinergikan di dalam kebenaran dan Roh-Nya guna menyelesaikan agenda kerajaan sebagai satu Tubuh!

 

Jika Tuhan sudah memilih dan menetapkan satu orang dari antara hamba-hamba-Nya untuk Dia pakai meniup sangkakala dan memobilisasi para prajurit dan pahlawan, biarlah kita pun ikut mendukung hamba Tuhan yang dimaksud. Sebagaimana dalam kedaulatan-Nya, Dia memilih Gideon untuk membebaskan Israel dari tekanan orang Midian (Hakim-hakim 6) dan bukan pemuda lain yang lebih berani dari dirinya. Biarlah kita dengan segenap hati memberikan dukungan kita kepada orang itu! Dengan kita menyatukan diri untuk bergerak bersama dengan orang-orang yang memang dipilih oleh Tuhan, tanpa kita sadari sesungguhnya kita sedang menyatukan diri dalam suatu kegerakan Ilahi.

 

Alkitab menegaskan:

 

2 Timotius 2:19-21 (TB)¬† Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: “Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya” dan “Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.”¬†Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

 

Dengan kita terus ‘meninggalkan kejahatan’ – bersedia mengosongkan diri dan membuang ambisi manusiawi sehingga tidak akan ada lagi kompetisi atau perebutan posisi dan jabatan dalam Tubuh Kristus; otomatis, Roh akan membawa kita semua untuk menempati posisi yang memang sudah dikhususkan Tuhan bagi kita sehingga sinergi, kesatuan akan terbangun secara begitu saja; semua terwujud dalam keilahian-Nya! Semua dibawa Tuhan untuk menjadi wakil-Nya di bumi ini! #AkuCintaTuhan

 

Message ini masih baru akan berakhir besok.

 

Ps. Steven Agustinus

 

(Bagi saudara pengguna Instagram, ikuti IG terbaru Ps. Steven Agustinus di @psstevenpersonal – Gbu)