10 November 2021

Message ini merupakan kelanjutan dari message kemarin.

Kita sedang membahas tentang gaya hidup seorang imam yang memiliki rutinitas di ruang kudus Tuhan. Seorang imam harus membersihkan kaki dian, menambahkan minyak yang berkurang dan membersihkan sumbu-sumbunya sehingga api yang ada bisa tetap menyala secara penuh. Ia juga harus mengganti roti yang ada di meja sajian dengan roti yang baru. Pekerjaan seorang imam yang selanjutnya adalah menaruh dupa di atas mezbah ukupan sebagai gambaran dari penyembahan seorang imam yang melayani Tuhan. Tuhan sungguh menghendaki untuk umat-Nya memiliki kehidupan sebagai seorang pendoa dan penyembah.

Sekali lagi firman menegaskan, bahwa Tuhan memberikan janji : “Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.”

Ada kehidupan ilahi yang akan selalu memenuhi kehidupan seorang imam, hingga ia tidak dapat dijangkau dan dijamah oleh maut. Menarik ketika memerhatikan catatan dalam Alkitab di kitab Bilangan 20 yang menceritakan tentang kematian Harun.

Bilangan 20:23-28 (TB) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa dan Harun dekat gunung Hor, di perbatasan tanah Edom: “Harun akan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya, sebab ia tidak akan masuk ke negeri yang Kuberikan kepada orang Israel, karena kamu berdua telah mendurhaka kepada titah-Ku dekat mata air Meriba. Panggillah Harun dan Eleazar, anaknya, dan bawalah mereka naik ke gunung Hor; tanggalkanlah pakaian Harun dan kenakanlah itu kepada Eleazar, anaknya, kemudian Harun akan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya dan mati di sana.” Lalu Musa melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN. Mereka naik ke gunung Hor sedang segenap umat itu memandangnya. Musa menanggalkan pakaian Harun dan mengenakannya kepada Eleazar, anaknya. Lalu matilah Harun di puncak gunung itu, kemudian Musa dengan Eleazar turun dari gunung itu.

Sebelum Harun mati, Tuhan meminta agar baju keimaman (baju Efod) ditanggalkan, baru setelahnya imam Harun mati, demikian juga dengan Musa (Ulangan 34:5).  Pengurapan yang bekerja dalam hidup seorang imam, membuat maut tidak bisa menjamah hidup mereka, karena realita Tuhan yang mencengkeram batin mereka menghadirkan kehidupan ilahi yang menaklukan maut dalam kemenangan.

Sekali lagi Tuhan sungguh menghendaki untuk hidup kita dapat dibangun menjadi seperti seorang imam yang terus mengejar dan mendesak dalam hadirat-Nya. Tapi ada batas waktu yang Tuhan beri untuk kita dapat membangun kehidupan sebagai seorang imam. Jadi jangan pernah sia-siakan panggilan dan waktu kasih karunia yang Dia anugerahkan bagi kita.

Yesaya 55:6 (TB) Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!

Saya berdoa, kita tidak akan pernah lagi menyia-nyiakan undangan dan panggilan Surgawi. Tapi kita sungguh meresponinya secara akurat. Kita selalu berkata, “YA!” pada setiap panggilan dan perintah-Nya. Kita selalu available dan mempersembahkan hidup kita bagi kelangsungan agenda dan rencana kehendak-Nya.

Yesaya 55:7-9 (TB) Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Mungkin sudah sekian waktu lamanya hidup kita tidak akurat seperti orang-orang kebanyakan dalam menjalani hidupnya. Tapi hari ini dengar suara Tuhan: Kristus telah memberi diri-Nya untuk memperdamaikan diri kita dengan Bapa. Tuhan berkenan memanggil kita mendekat dalam hadirat-Nya. Responilah dengan akurat!!! Berkatalah YA pada setiap panggilan dan perintah-Nya!!!

Yesaya 55:10-11 (TB) Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Firman dan janji-janji-Nya pasti selalu tergenapi. Hai umat Tuhan, sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Nya. Dengarkanlah, maka kamu akan hidup!! Dia hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh seperti yang Dia janjikan kepada Daud.

Ibrani 3:15 (TB)  Tetapi apabila pernah dikatakan: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman”,  

Jadilah umat pilihan Tuhan, imamat yang rajani dan bangsa yang kudus, untuk memberitakan perbuatan-perbuatan Tuhan yang besar serta membawa perubahan bagi kota-kota dan bangsa-bangsa. Bangkitlah hai Gereja Tuhan! Biar kemuliaan Tuhan semakin nyata!! Haleluya! Amin!! #AkuCintaTuhan

Bersama dengan seluruh kerabat kerja Daily Devotion Ps. Steven Agustinus, saya mengucapkan “HAPPY PASTOR’S DAY” kepada seluruh rekan gembala dan pemimpin jemaat. Biarlah cahaya wajah Tuhan terus Dia arahkan kepadamu dan keluargamu. Biarlah rohmu terus menyala-nyala dalam melayani Tuhan. Gbu

______

Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri:
Nama, Kota, No Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106

Atau langsung klik link berikut ini: https://wa.link/homdvi