Top

10 Oktober 2018

Message ini merupakan kelanjutan dari message kemarin…..

2. Mulailah membangun Logika Ilahi dengan menggunakan panduan berikut:

a. Belajarlah untuk mengenali bagian dari firman yang berbicara kepada kita.
b. Belajarlah untuk memahami maksud dari firman yang sedang berbicara kepada kita tersebut.
c. Belajarlah untuk meng-internalisasi-kan firman yang kita terima; mulai hubung-hubungkan firman tersebut dengan kehidupan sehari-hari kita.

Saya ambil suatu contoh dari Ibr 11:6 – Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Bagi saya, dari ayat diatas, kata ‘…berkenan…’ sungguh berbicara kepadaè saya (panduan a). Setelah saya menerima firman tentang memiliki kehidupan yang memperkenan hati Tuhan, saya memutuskan untuk menggali secara lebih mendalam pemahaman saya tentang kata ‘berkenan’ tersebut (panduan b). Saya mendapati, kata ‘berkenan’ diambil dari kata Yunani Euaresteō (baca: yoo-ar-es-teh’-o) yang memiliki arti: Memperkenan/ menyukakan dengan memiliki/ menguasai sesuatu.
Dengan saya mulai memiliki suatu pemahaman pokok berkaitan dengan aspek ‘berkenan’ dari ayat diatas, saya mulai mencoba menghubung-hubungkan pemahaman pokok yang saya terima dengan aspek kehidupan sehari-hari saya (panduan c).
Saya mulai mendapati munculnya berbagai pemikiran, pertimbangan yang bersumber dari firmanNya yang harus saya internalisasikan ke dalam hidup saya dengan cara mengimajinasikan & mendeklarasikannya sehingga kelak pengambilan keputusan saya akan selalu bersumber dari Logika Ilahi yang saya bangun dalam hidup saya tersebut…

Inilah beberapa pemikiran & pertimbangan yang saya terima – yang saya bangun menjadi Logika Ilahi dalam hidup saya:
1). Ketika seseorang mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan, Ia akan alami realita keberadaan Tuhan itu memang sungguh ada & sangat nyata.
2). Terbangunnya realita keberadaan Tuhan dalam hidup (pikiran & hati) seseorang akan mengkondisikan dirinya jadi rela mengorbankan segala sesuatu demi untuk dapat mengejar & mendapatkan realita Tuhan tersebut.
3). Saat orang yang bersangkutan mengejar realita Tuhan, ia harus melakukannya dengan satu keyakinan bahwa saat Ia mengejar realita Tuhan, pada saat yang sama, Tuhan juga akan beracara dalam hidupnya – Dia memberi upah kepada orang yang bersungguh hati mencari Dia.
4). Saat orang tersebut melangkah (mengejar Tuhan) dengan langkah Iman – melangkah dalam keyakinan yang terbangun dalam hidupnya (tidak peduli apa yang ia lakukan tersebut bertentangan dengan pertimbangan banyak orang) maka sesungguhnya orang yang bersangkutan sedang membangun hidup yang memperkenan hati Tuhan.
~-> Dengan kita mengetahui bahwa hidup kita sedang memperkenan hatiNya, kita bisa menolak/ menghancurkan segala bentuk intimidasi musuh yang datang dalam hidup kita.
~-> Dengan kita mengetahui bahwa hidup kita sedang memperkenan hatiNya, kita akan memiliki cukup keberanian untuk meminta sesuatu yang spektakuler/ supernatural untuk dapat terjadi dalam hidup kita.
~-> Dengan kita mengetahui bahwa hidup kita sedang memperkenan hatiNya, kita bakal selalu ada pada posisi rohani yang berkemenangan dalam segala hal…!

Pendek kata, ada banyak pemikiran & pertimbangan Ilahi yang jadi terbangun yang memungkinkan kita untuk dapat bergerak secara aktif, dinamis dalam takaran Iman yang terus bertumbuh.
Doa saya, biarlah seberapa banyak orang yang membaca tulisan ini akan alami pekerjaan Roh yang bakal menterjemahkan secara lebih mendalam pemahaman tentang Logika Ilahi ini.#AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus