5 November 2021

Dalam persekutuan pribadi saya dengan Tuhan, sekali waktu Roh Kudus membawa saya untuk melakukan evaluasi diri secara lebih mendalam. Saya mendapati, tidak ada salahnya jika setiap hari, khususnya sebelum beraktivitas, kita meminta kepada Roh Kudus untuk menyelaraskan kecenderungan hati kita agar kembali tertuju kepada kebenaran. Sebab mungkin saja karena situasi, asosiasi dengan orang ataupun berbagai dimensi roh, menyebabkan arah hati dan pikiran kita jadi bergeser. Jadi saat Roh menyelidiki batin, maka tereksposlah kondisi yang sebenarnya. Pada saat itulah kita bisa segera ‘bertobat’ dan kembali melakukan apa yang benar.

Tidak ada salahnya untuk kita melakukan evaluasi diri dan mengingat kembali berbagai perkataan sia – sia yang kita pernah ucapkan pada orang lain, lalu memohon pengampunan dan anugerah-Nya untuk membatalkan hal tersebut. Sebab bisa saja karena perkataan sia – sia tersebut mungkin saat kita kesal dalam ketidaksengajaan kita jadi terucap kutuk yang akhirnya membuat hidup orang lain jadi tambah rusak (Kejadian 9:25).

Sebaliknya, kita juga perlu meminta pengampunan dan anugerah dari Tuhan jikalau ada perkataan sia – sia¬† yang orang lain tujukan kepada kita. Mungkin marah, kesal, dan benci kepada diri kita karena berbagai alasan yang kadangkala kita sendiri tidak tahu. Selama ‘kutuk’ yang diucapkan itu tidak berdasar, maka tidak akan pernah terjadi. Tapi bukan berarti ‘perkataan’ tersebut dibatalkan, melainkan sedang menunggu saatnya ketika kita sedang ‘tidak akurat’, maka gugatan iblis di hadapan Tuhan akan terealisasi.

Matius 12:36-37 (TB) Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”

Suatu kekeliruan jika kita menganggap penghakiman dan penghukuman itu akan terjadi sewaktu kita sudah ‘menghadap Tuhan’, itu salah! Yang benar adalah pada saat kita masih di bumi hal itu akan bisa terjadi. Sebab apa yang kita tabur di dalam roh (perkataan), itulah yang akan kita tuai di alam lahiriah! Jadi jagailah hati kita dengan segala kewaspadaan dan pastikan dari sana hanya terpancar kehidupan (Amsal 4:23).

Ketika setiap harinya kita mempraktekkan evaluasi diri seperti di hal di atas ini, maka atmosfer hidup kita akan bersih. Hal ini akan membuat kita jadi pribadi yang terhubung secara utuh dengan Tuhan. Firman akan mudah kita tangkap dan pahami, sehingga membuat batin kita selalu bersukacita dan bergelora! Itulah yang akan membuat kehidupan sehari – hari kita menjadi lebih kuat, sehat, dan stabil. Amin. #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus

___________

Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri:
Nama, Kota, No Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106

Atau langsung klik link berikut ini: https://wa.link/homdvi