Top

11 Februari 2020

 

Hidup kita sebagai orang percaya harusnya tidak hanya dipakai oleh Tuhan, melainkan juga menjadi ‘wakil Tuhan’ di atas bumi ini.”

 

Kalimat di atas terus terngiang – ngiang dalam batin saya. Dan saya terus bertanya, siapa manusia yang pernah menjadi wakil Tuhan di atas bumi ini? Tentunya Yesus. Tapi ada tokoh lain yang Tuhan ingatkan, yaitu Paulus.

 

Galatia 2:20 (TB) namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

 

Di zaman Paulus hidup, dialah yang menjadi wakil Tuhan. Sebab bukan Paulus lagi yang hidup, melainkan Kristus yang ada di dalam dia. Jadi kehidupan sehari – hari Paulus merepresentasikan Kristus itu sendiri.

 

Pertanyaannya, bagaimana caranya menjadi ‘wakil Tuhan’ di atas bumi ini? Ternyata tidaklah sesulit yang kita bayangkan. Tuhan tidak mau ‘mempersulit’ kita untuk menjadi serupa dengan Dia dan menjadi representasi keilahian-Nya!

 

1. Hiduplah dalam kematian daging.

 

Sadarilah bahwa manusia lama kita telah mati dan sekarang kita adalah ciptaan yang baru. Dahulu kita hidup mencintai diri sendiri, mencintai uang, dan mencintai dunia (egois, penuh ambisi manusiawi). Sekarang kita adalah ciptaan baru yang mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan. Ini adalah fakta rohani yang terjadi di saat kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat. Fakta itu tidak akan pernah berubah sekalipun kita tidak percaya. Tapi untuk kita bisa mengalami hal itu, maka kita harus percaya! Hanya percaya saja! Tidak sulit bukan?

 

Percayalah bahwa kita adalah ciptaan baru yang mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan. Itu adalah jati diri kita! Jadi kita tidak perlu lagi kembali ke kehidupan yang lama. Sudah tidak ada koneksi antara diri kita yang baru dengan yang lama. Yang lama sudah mati, dan yang baru sudah datang.

 

2. Hiduplah oleh iman.

 

Artinya hidup hanya dari firman Tuhan (iman timbul dari pendengaran akan firman) Mendengar dan melakukan firman-Nya setiap hari menjadi fokus dan prioritas kehidupan kita. Pokoknya tiap hari harus ada firman yang kita dengar dan lakukan, baik itu yang datang dari suara hati nurani, pembacaan firman, impresi, kalimat yang didengungkan oleh Roh Kudus dalam batin, dll.

 

Jadikanlah firman itu sebagai patokan dalam diri kita untuk mengubah sikap hati, dasar keyakinan dan gaya hidup. Teruslah bertekun merenungkan, memperkatakan firman-Nya, dan mengimajinasikannya sampai roh kita berkobar – kobar! Saat kita melakukan hal ini dengan tekun, maka kita akan menjadi wakil Tuhan di atas bumi ini untuk menyatakan keilahian dan kedaulatan-Nya!

 

Saya semakin optimis, menjadi wakil Tuhan bukanlah hal yang tidak mungkin, oleh kekuatan Roh dan firman-Nya, maka kita akan dituntun untuk menjadi seperti yang Dia inginkan. Prinsipnya: Lakukan bagian kita dengan tekun, maka Dia akan melakukan bagian-Nya dengan sempurna! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus